Kapal Bismillah berjuang mengarungi segala rintangan menuju pelabuhan harapan

MENGUKUR DIRI SAMA DENGAN MENSYUKURI

Dalam kehidupan dunia ini banyak petuah orang tua dulu, kata-kata orang bijak, nasehat dan lain sebagainya, mengatakan kepada kita, pandai-pandailah membawa diri agar kehidupan kita tidak membawa celaka di kemudian hari. Kata kata pandai membawa diri adalah sesuatu yang menunjukkan bahwa kita harus cukup arif dan bijaksana dalam melihat berbagai aspek dari kehidupan agar selalu berhati-hati dan tidak melakukan hal-hal tanpa pikir panjang lantas mengikutinya sampai suatu ketika baru kita menyadarinya, bahwa itu menyebabkan hidup kita menjadi celaka. Kata celaka pada akhirnya, bermakna kehidupan kita didunia ini tidak membawa kita pada apa yang kita ingin dan cita-citakan. Dalam konteks sebagai orang Muslim kehidupan yang dicita-citakan adalah kehidupan bahagia, yaitu kehidupan yang bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, sebagaimana yang menjadi cita-cita ummat Islam (Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 201). Bila kita menilik lebih jauh, sebenarnya cita-cita tersebut tidak hanya bagi orang Islam atau Muslim, akan tetapi bagi semua ummat beragama yang mempercayai adanya Tuhan dan kehidupan negeri akhirat, ada balasan buruk- baik dari kehidupan di dunia ini dan adanya balasan syurga (nirwana) atau neraka.

15 - 1 (28)

Kebahagiaan didunia adalah suatu kehidupan yang mampu memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup normal layaknya sebagaimana seorang manusia normal yang perlu makan, minum, belajar,  beribadah/bekerja, istirahat, mendapatkan jodoh,  kawin, berketurunan dan lain sebagainya. Kebahagian di akhirat adalah merupakan balasan dari hasil beribadah/bekerja dengan hati yang tulus ikhlas mengharapkan ridho Allah SWT di dunia, sebagai balasan dari orang –orang yang beriman, masuk kedalam syurga, sebagai tempat tinggal yang paling indah dan paling membahagiakan kekal abadi selama-lamanya.

kapal%2Bbismillah

Dalam melangkah meraih kebahagian dunia dan akhirat, banyak manusia yang salah melangkah. Banyak yang tanpa menyadari yang tadinya dilahirkan dijalan yang benar melangkah ke jalan yang salah atau sesat. Ada juga manusia yang dilahirkan di jalan yang sesat akan tetapi karena perjuangaannya mencari jalan yang benar, dengan sepenuh hatinya, akhirnya menemukan jalan yang benar. Ada juga manusia yang dilahirkan di jalan yang benar dan dengan sepenuh hatinya konsisten (istiqomah) dijalan yang benar tersebut akhirnya tetap berada di jalan yang benar. Akan tetapi ada juga sebagian manusia yang dilahirkan di jalan yang salah/sesat karena konsisten (istiqomah) dengan jalan yang salah/sesat tersebut, maka ia tetap berada di jalan yang salah atau sesat. Kelahiran manusia ke dunia tidak ada yang menghendakinya, mau dilahirkan di keluarga mana, anak siapa, warna kulit apa, suku bangsa apa, dan lahirnya dimana, tidak ada siapapun yang tahu dan menghendakinya. Oleh karena kita tidak tahu dan menghendakinya kelahiran kita kedunia – hanya Tuhan Yang Maha Tahu-, maka karena itu mungkin kita semua waktu lahir menangis.

2015 - 1 (1)

Kesalahan melangkah dalam kebebasan memilih dalam hidup (freedom of choise) sering membawa manusia pada kata-kata penyesalan. Kata penyesalan banyak keluar dari mulut kita setelah melakukan hal-hal yang semestinya tidak dilakukan akibat dari kesalahan membawa diri. Oleh karena itu, dalam menyikapi setiap aspek kehidupan dari zaman yang terus berkembang, kita harus pintar-pintar mengukur dan membawa diri atau me’matut-matutkan diri apakah pantas sesuatu itu menjadi ‘pakaian’ kita dan melakukannya. Berbicara mengukur diri bagi seorang Muslim sangatlah penting, karena dengan itulah dia bisa istiqomah dengan nilai-nilai kemuslimannya dan dengan itu akan memberi arti bagi kehidupannya dan dengan itu ia akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat yang dicita-citakan.

Bagaimana mengukur diri bagi seorang Muslim? Pertanyaan yang pantas diajukan terkait dengan judul tulisan ini diatas. Mengukur diri bagi seorang Muslim adalah menjadikan dirinya sosok yang lebih pantas menyandang atribut kebesaran nilai-nilai ajaran agama Islam. Sebagaimana kita ketahui, nilai-nilai ajaran Islam itu tinggi tidak ada yang lebih tinggi darinya (Al Islamu yaklu wala yukla alih, hadist). Mematutkan diri dengan nilai ajaran agama dalam berpikir, berkeyakinan, bertindak dan berperilaku sehari-hari, semuanya kalau bisa sesuai dengan ajaran nilai-nilai Islam. Atau dengan perkataan lain tidak ada satupun nilai kita yakini, sikapi dan berperilaku dengan nilai selain nilai ajaran agama Islam. Keyakinan, sikap dan perilaku yang utuh menyeluruh (kaffah) dalam hidup untuk secara konsisten menerapkan dan berusaha menjalankan nilai-nilai ajaran agama dengan sebaik mungkin.

Beberapa ayat-ayat Al Qur’an dibawah yang menuntun kita dalam kehidupan :

“Dan di antara manusia ada yang berdo’a :” Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Al Baqarah 2: 201)

 “Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah dan Allah Maha Penyantun kepada Hamba-hamba-Nya” (QS Al Baqarah 2: 207)

 “Hai Orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syeitan. Sesungguhnya syeitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS Al Baqarah 2: 208) 

Dengan demikian kepribadian seorang Muslim tercermin dari nilai-nilai ajaran agamanya yang hidup ditengah masyarakat. Ia merupakan sosok yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Ia sosok yang ‘unique’ yang dibutuhkan dan dicari oleh manusia lainnya untuk diajak kerjasama dalam suatu sistem yang aneka warna manusia. Ia tampil menonjol sebagai sosok pemersatu dengan nilai universal ajaran agamanya yang tidak membeda-membedakan suku agama ras, tidak pernah memaksakan keyakinan dan budayanya kepada bangsa dan kelompok lain, ajaran yang mengajarkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bagi umat manusia.

Mengukur diri dari fisik seorang Muslim adalah pribadi yang pintar merawat kesehatan, karena kesehatan adalah bagian dari iman dan kesehatan fisik tubuh mencerminkan, bahwa sosok tersebut sangat mensyukuri apa yang dikarunia-Nya, sehingga berusaha menjaga kesehatannya, keseimbangan pertumbuhan antara satu bagian anggota tubuh dengan anggota tubuh yang lain. Pintar mengelola kesehatan, memahami ilmu gizi dengan mengkonsumsi makanan –makanan yang halal dan baik (halalan thoiban) bagi kesehatan fisiknya. Bila ia belum mampu memenuhi kebutuhan fisiknya ia akan berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk menafkahkan dirinya, kebutuhan fisiknya untuk hidup normal dan baik bersama dengan orang-orang lain sekelilingnya. Demikian juga bila ia telah berkeluarga ia akan berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya untuk hidup normal dan baik dengan cara-cara yang halal dan di ridhoi Allah SWT. Fisik yang baik dari seorang Muslim mencerminkan fisik seorang yang sehat dari tubuhnya tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap secara alamiah, akan tetapi mengeluarkan bau alamiah dari seorang lelaki maupun seorang perempuan. Bau alamiah seorang lelaki dijadikan oleh Allah SWT dari kelenjar –kelenjar yang ada didalam tubuh lelaki, akan menghasilkan wangi yang memikat pasangan wanita, demikian juga sebaliknya. Wangi alamiah ini tidak hanya lahir bisa dicium dari jauh tertiup angin akan tetapi dapat mendesir jauh ke pusat syaraf yang apabila bertemu akan melahirkan cinta abadi. Jadi sebenarnya bila tubuh yang sehat akan keluar bau yang tidak perlu memakai minyak wangi yang mahal dan berkesan palsu untuk menutupi bau yang sebenarnya.

2015 - 1 (2)

Berapa banyak duit yang dihabiskan seseorang untuk menutupi bau yang tidak sedap dari ketidakpandaian merawat kesehatan diri, yang apabila duit tersebut digunakan untuk kegiatan lain yang produktif berapa pula hasil dan manfaatnya? Bukan berarti seorang Muslim tidak boleh menggunakan minyak wangi, bukan? Banyak hal dengan menggunakan sesuatu yang harus dipikirkan effeknya. Misalnya  apabila menggunakan minyak wangi untuk tujuan memikat lelaki dan menimbulkan nafsu birahi non Muhrim? Atau ketika seorang Muslim menggunakan minyak wangi ‘kelas tinggi’ (high class) untuk menunjukkan kelasnya, bahwa ia berasal dari kalangan ‘jet set’, bagaimana dia mengukur dirinya, selain ada sesuatu perilaku riya yang berlebihan yang cenderung ke arah cara berpikir ‘hedonis materialis’ yang sangat berlebihan, sementara saudara seagamanya yang lain untuk makan saja susah, apalagi untuk merawat kesehatan. Mengukur diri dengan minyak wangi yang pantas dan tidak berlebihan itulah ajaran yang mungkin paling baik bagi diri seorang Muslim. Ini contoh kecil, contoh lainnya banyak untuk mengukur diri walau mempunyai kemampun dan berkecukupan untuk hidup mewah, akan tetapi selalu ingat dengan saudara-saudaranya yang berkehidupan susah dan sampai tidak bisa makan karena kemiskinan, kesehatan yang berkurang dan lain sebagainya. Kenyataan yang hadir dalam kehidupan masyarakat ini selalu menuntunnya menjadi rendah hati dan tidak sombong serta bersikap mudah memberikan bantuan atas kesulitan saudara-saudaranya tersebut.

1705872840

Merawat kesehatan fisik bagi seorang Muslim sangat penting. Allah telah mengaruniakan fisik seseorang berbeda (unique), tidak ada yang sama persis antara satu manusia dengan manusia lainnya. Keunikan itu semua untuk dirawat dipelihara dan dijaga kesehatannya, agar otot-otot, sel-sel, darah, syaraf-syaraf tumbuh normal menjalankan fungsinya dengan baik, tidak menimbulkan kerusakan yang menyebabkan gangguan kesehatan pada organ-organ tubuh, sehingga tidak berfungsi normal. Apa yang menjadi kendala dalam merawat kesehatan adalah keterbatasan ilmu pengetahuan tentang kesehatan. Pantaskah seorang Muslim yang baik terbatas ilmu pengetahuannya atau dengan perkataan lain bodoh padahal ajaran agamanya menyuruhnya belajar (iqra’) dan fasilitas yang ada dewasa ini tentang ilmu pengetahuan tentang kesehatan tubuh dan makanan yang mendukungnya sangat berlimpah. Mungkin hanya ada satu kata saja, yaitu malas atau tidak tahu ilmu apa saja yang perlu diketahuinya untuk kehidupan yang bahagia? Jadi secara logika, sangatlah sulit bisa diterima akal bila ada yang diantara Muslim yang terlihat fisiknya tidak berimbang pertumbuhannya, terlalu gemuk atau terlalu kurus, karena ajaran agama sangat memperhatikan keseimbangan (balance) dalam kehidupan, sederhana dalam makan, tidak berlebihan, sementara saudara kita yang lainnya ada yang tidak bisa menikmati makanan yang lezat-lezat berlemak, protein tinggi penuh selera itu.

Contoh kepribadian seorang Muslim sebagai panutan (idola). Sebagai panutan (idola) pasti yang nampak dari luar sekilas dari pandangan mata (visual) akan mencerminkan sosok tersebut. Pertama yang menjadi ukuran manusia yang mengidolakan adalah tentu saja dari fisik dan pakaiannya seorang Muslim.  Sebagai seorang Muslim dan beriman tentu saja penampilan fisik dan mempunyai pakaiannya sendiri. Sosok fisik tubuh yang dilahirkan dalam keadaan telanjang, polos tanpa busana apapun, tentu saja harus ditutupi dan dibalut dengan pembalut tubuh yang sesuai dari berbagai jenis kain tenunan hasil kreasi dan ciptaan manusia. Pakaian atau busana adalah pembalut tubuh yang dapat memberikan kenyamanan dari rasa dinginnya udara, dari gigitan aneka serangga, dari berbagai gangguan yang dapat mengganggu kesucian, kebersihan tubuh serta memberikan kenyamanan, keindahan dan bahagia hati manusia yang memakainya. Orang Muslimin dan Muslimat tidak berpakaian hanya sekedar berpakaian, akan tetapi ia berpakaian untuk menjaga dan memelihara kebersihan anggota tubuhnya dan menjaga dan memelihara kesucian hatinya agar selalu dalam kenyamanan dan kebahagiaan yang menjadi cita-cita dalam hidupnya. Berpakaian untuk menjaga kesucian fittrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan fittrah yang suci dan mulia. Berpakaian untuk mengangkat harkat dan martabat dirinya sebagai manusia. Ketika dilahirkan dalam keadaan bertelanjang, tak berpakaian dan ketika kematian dalam keadaan berpakaian yang suci putih bersih (kain kafan). Ukuran pakaian seorang Muslim (lelaki) dan Muslimah (perempuan) seperti yang disebutkan dalam Al- Qur’an surah An Nuur suarat ke 24 ayat 30-31).

“Katakanlah orang lelaki yang beriman:”Hendaklah mareka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mareka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mareka perbuat” (QS Al Nuur 24:30).

“Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mareka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mareka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mareka, atau ayah mareka, atau ayah suami mareka, atau putara-putra mereka, atau putra-putra suami mareka, atau saudara-saudara laki-laki mareka, atau putra-putra saudara laki-laki mareka, atau putra-putra saudara perempuan mareka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mareka memukulkan kaki agar diketahui perhiasan yang mareka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung” (QS An Nuur 24: 31).

Itulah ukuran pakaian seorang Muslim beriman, ia selalu mengukur diri dengan ukuran keyakinan imannya, keyakinan yang membawa kehidupan bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Mengukur diri agar pantas menjadi Muslim yang baik, tentu saja sangat penting, karena akan memberikan suatu nilai-nilai hidup yang penuh dengan ridho Allah SWT. Mengukur diri bagi seorang Muslim artinya menyesuaikan diri antara keseimbangan fisik yang sehat dengan pakaian yang menutup aurat dan perilaku dan karakter yang mulia dan terpuji yang lahir dari keagungan ajaran-ajaran nilai Islam yang  tinggi dan agung dari Yang Maha Tinggi dan Yang Maha Agung.  Mengukur diri dengan nilai yang pantas adalah mensyukuri atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tidak pernah putus-putusnya kepada manusia, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an :

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya :”Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan Pengikut-pengikutnya), mareka menyiksamu dengan siksa yang pedih, mareka menyembelih anak-anak lelakimu,  membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu” (QS Ibrahim 14:6)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

2015 - 1 (2) (2)

Islam bukan berarti manusia dalam hidup tidak boleh memiliki harta (materi) yang banyak. Materi diperlukan asal diperoleh secara benar dan dengan usaha yang di ridhoi-Nya, untuk dapat membantu banyak manusia lain yang tidak beruntung. Tapi apapun yang diterima sebagai karunia Allah yang selalul di syukuri dan tidak hidup berlebihan. Hidup dengan bermurah hati akan menambah kekayaan jiwa yang tak berbatas yang sungguh melimpah dalam kebahagiaan sebagai makhluk Tuhan yang mempunyai fittrah yang mulia.

In shaa Allah, Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Jakarta, 19 Januari 2016

Zulaidin Mas

#JUM’AT MUBARAK HARI INTROSPEKSI DIRI#

Jum’at Mubarak..Hari intropreksi diri bagi seorang Mukmin apakah dalam sepekan ada peningkatan nilai-nilai ibadah atau sama seperti pekan-pekan sebelumnya, setiap Jum’at hanya rutinitas ibadah sholat berjamah. Mukmin yang baik sabda Rasul adalah yang hari ini atau pekan (Jum’at) ini lebih baik dari hari atau pekan (Jum’at) sebelumnya.

Bila bercermin dari saf-saf sholat Jum’at, apakah pekan (Jum’at) ini ada perubahan saf dari saf yang paling belakang misalnya beringsut ke saf depan dimana ke saf paling depan di belakang Imam dan jadi Imam dan Khatib paling tinggi nilainya. Berapa saf kita berubah dari saf paling belakang dimana ibaratnya baru saja belajar sholat yg harus memcontoh dulu gerakan-gerakan dari jama’ah saf di depan waktu aktifitas sholat karena belum biasa. Demikian juga nilai-nilai kepemimpinan seorang Mukmin belajar dari saf paling belakang ketika belajar sholat berjama’ah dan seiring dengan kepandaian atau peningkatan ilmu dan amalnya berubah menjadi saf depan sampai pantas menjadi Imam dan Khatib sholat Jum’at.
2015 - 1 (4) (2)
Sholat Jum’at berjama’ah adalah merupakan jadwal laporan rutin kepada Allah SWT aktifitas dan kinerja seorang Hamba pengabdi Allah SWT apakah ada kemajuan, biasa saja atau terjadi penurunan dari saf paling depan turun beberapa saf ke belakang atau sama sekali sudah hilang dari saf sholat Jum’at. Hilang dari sholat Jum’at artinya sudah keluar dari barisan saf-saf yg teratur dan yang mau diatur oleh Allah SWT. Hilang dari barisan sholat Jum’at artinya sudah memilih Tuhan untuk disembah yang lain selain Allah. Hilang dari sholat Jum’at kemungkinan juga hilang dari sholat-sholat kewajiban harian yang lainnya. Artinya telah keluar dari barisan dan garis edar yang teratur berputar mengelilingi ka’bah sebagai inti bumi seperti proton, elektron & neutron. Dan memang tubuh jasad manusia terbentuk dari materi-materi atom yang beredar pada inti atom, dari jasad yang tiada (tak berwujud), dijadikan berwujud sebagai manusia yang mempunyai nyawa, ruh, otak dengan akalnya dan hawa nafsunya.

we-are-tiny-6

Makhluk yang paling sempurna ciptaan Allah SWT di Syurga sebagai Adam dan Hawa, kemudian karena tidak mena’ati ajaran Tuhan atau tergoda bujukan Iblis yang syirik harus diturunkan kedunia. Adam dan Hawa sebagai sepasang manusia pertama bertaubat kepada Allah SWT untuk bisa kembali lagi ke Syurga. Allah telah menerima taubat sepasang anak manusia tersebut, sehingga tidak ada lagi dosa warisan. Generasi manusia anak-anak berikutnya tidak menanggung dosa warisan orang tuanya.
Sehingga setiap anak manusia yang lahir ke dunia dari ortunya dalam keadaan fittrah bersih dan suci, belum ada dosa sama sekali. Ibarat kertas putih yg belum tercoret tulisan apapun. Ayah dan Ibunyalah yang pertama memberi coretan terhadap kertas putih tetsebut. Ayah dan Ibunya yang memberi warna atau menanamkan nilai-nilai yang pertama di rumah tangga sebelum di sekolah oleh guru-guru dan masyarakat.

download

Manusia kecil sejak kanak-kanak belajar nilai-nilai kebenaran dari warisan orang Tua. Belajar mengaji dan sholat berjama’ah di rumah dengan orang tuanya, membentuk karakter perilaku calon khalifah ‘wakil Tuhan’ di bumi untuk mengelola alam semesta menjadi ‘rahmatan lil’alamin’, ‘rahmat bagi semesta alam’, bagi semua makhluk, tidak saja bagi manusia. Warisan kepemimpinan dari memimpin diri sendiri lebih dahulu sebelum berkeluarga, memimpin keluarga sebagai Ayah-Ibu bagi anak-anaknya dan memimpin masyarakat dari tingkat RT/RW sampai negara dan dunia. Kenaikan nilai-nilai dari warisan suci dari ketauhidan (keta’atan) kepada Allah SWT yang menentukan pemimpin itu seorang yang
amanah, pemimpin sejati.

Sholat berjama’ah adalah untuk introspeksi diri, apakah setiap pekan ( Jum’at), masihkah terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dari saf ke saf berubah dari pemimpin pribadi, menjadi pemimpin rumah tangga menjadi Ayah -Ibu yang baik, menjadi pemimpin tingkat RT/RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur sampai Presiden sebuah negara dan seterusnya sampai Presiden organisasi dunia seperti PBB dan seterusnya.

PICT0021

Jum’at hari introspeksi diri bagi khalifah Allah di permukaan bumi ini untuk selalu mengevaluasi diri, apakah pantas naik peringkat menjadi pemimpin yang lebih tinggi? Jangan-jangan pengetahuan dan perilaku amal ibadah baru mencapai pemimpin tingkat kelurahan akan tetapi sudah berkhayal menjadi pemimpin nasional dan dunia ?!

Wallahu’alam bissawab !

Jakarta, Jum’at 18 Desember 2015

TANTANGAN KRISIS PANGAN, ENERGI, SUMBERDYA MANUSIA DAN DAYA SAING

“Jika ingin kemakmuran satu tahun tanamlah tanaman semusim seperti kacang-kacangan. Jika ingin kemakmuran sepuluh tahun tanamlah tanaman tahunan. Akan tetapi jika ingin kemakmuran seratus tahun tanamlah (investasikanlah) pada sumberdaya manusia”, Pepatah China

Tantangan kehidupan manusia di dunia yang akan datang diantaranya adalah krisis bahan makanan (pangan) dan energy. Kebutuhan konsumsi yang semakin meningkat sementara ketersediaan semakin berkurang. Krisis pangan dan energy diperkirakan akan menimpa manusia disebabkan berbagai faktor. Krisis pangan yang menghantui ummat manusia kedepan terutama menurunnya jumlah pasokan produksi akibat faktor perubahan iklim (climate change) yang terjadi di negara-negara yang memproduksi pangan dunia. Kita masih ingat belum begitu lama ini terjadi krisis kelangkaan pasokan supplai kacang kedelai di pasar yang menyebabkan banyak pabrik tahu dan tempe harus menutup produksinya. Dari berita dan informasi yang kiat dengar dan baca kelangkaan tersebut disebabkan tidak atau berkurangnya produksi negara import. Kebutuhan kacang kedelai kita selama ini tidak mencukupi dari produksi dalam negeri, jauh lebih besar sehingga harus mengimpor dari negeara lain antaranya dari Amerika Serikat. Kurangnya pasokan impor kedele dari negeri paman Sam tersebut salah satu penyebabnya berkurangnya pasokan. Berkurangnya produksi disebabkan perubahan iklim (climate change) global yang cenderung tak menentu cenderung ekstrim pada berbagai belahan bumi. Fenomena timbulnya topan dan suhu yang mendadak tinggi atau rendah menyebabkan tanaman tidak bisa berproduksi dan tentu membutuhkan adaptasi. Disamping faktor perubahan iklim ketersediaan bahan pangan juga sangat tergantung pada kondisi tingkat kesuburan lahan yang makin mengalami degradasi, serta alih fungsi lahan yang mengakibatkan menurunnya jumlah areal tanaman, khususnya di negera berkembang seperti Indonesia.

Lahan subur untuk tanaman pangan telah banyak beralih fungsi menjadi peruntukan lain seperti yang terjadi di Indonesia terutama pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimanta dan lainnya. Di pulau Jawa banyak lahan subur beralih fungsi menjadi lahan permukiman, industry dan perkotaan akibat pertumbuhan penduduk yang memerlukan pemukiaman dan kegiatan usaha. Sedangkan di luar Jawa lahan ratusan bahakan ribuan ha menjadi lahan perkebunan tanaman monokultur seperti kelapa sawit. Berkurangnya produksi bahan pangan seperti kacang kedele banyak penyebab lainnya. Didalam negeri sendiri oleh banyak pengamat bidang pertaniaan , dikatakan tidak adanya keberpihakan (political will) pemerintah yang kuat terhadap produksi pangan selama ini. Setali tiga uang dengan kebutuhan energy kita yang terus meningkat. Kenaikan harga BBM beberapa waktu yang lalu banyak menimbulkan perdebatan antara yang pro dan yang anti. Issue ini pula yang menyebabkan pemerintah memberikan perhatian dengan membentruk Dewan Pangan Nasional (DPN) dan Energi Nasional (DEN). Dari pada tidak ada lebih baik ada itulah yang terjadi. Apa yang dilakukan pemerintah walau sudah ‘agak terlambat’ dilihat dari sejak awal Republik Indonesia berdiri masalah pangan dan energi akan trerus menghantui kita dimasa-masa yang akan datang.

IMG_1282 - Copy

Kerusakan Alam dan Lingkungan

Ketahanan sebuah negara dimasa depan dapat dipastikan akan sangat tergantung pada ketahanan pangan dan energy yang dapat mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Indonesia dengan pert umbuhan yang cukup tinggi, rata-rata …% (insert data dari BKBN) per tahun akan meningkatkan kebutuhan pangan dan energy. Sementara itu sumberdaya alam dan lingkungan terjadi penurunan akibat eksploitasi yang berlebihan (excessive exploitation) setiap tahun. Kerusakan lingkunga hidup yang terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia, perkirakan Kementerian Lingkungan Hidup mencapai 1-2% persen setahun wilayah menjadi kritis akibat penjarahan huitan (illegal logging), eksploitasi sumberdaya alam akibat perizinan usaha KKN penguasa lokal –pusat dengan pengusaha dan lain sabagainya.

Kp Melayu Kecil

Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia indikasinya ditunjukkan dari meningkatnya tingkat polusi (pencemaran) air permukaan (sungai ,laut), air tanah, pencemaran udara dan pencemaran tanah dengan brbagai sampah sampah organic maupun an organic baik yang berasal dari rumah tangga (sampah domestic) maupun dari tempat lain seperti kantor dan industry. Penurunan luas areal hutan hutan yang dikonversi menjadi hutan produksi dan penyalah gunaan izin (illegal logging) di daerah-daerah. Sementara di kota-kota menurunnya Ruang Terbuka hijau (RTH) akan meningkatkan erosi dan banjir bandang yang makin sering terjadi dengan daya kerusakan yang semakin besar akibat daya dukung lingkungan yang makin berkurang.

Jumlah SDM dan Kemampuan SDM

Tantangan lain yang menghadang tingkat kemampuan dan ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) di bidang pangan dan energy masih rendah. Umumnya pendidikan masyarakat yang berusaha di bidang pengan dan energy masih rendah. Data BPS 2012 bahwa tenaga kerja Indonesia di sector pertanian mencapai 41,20 juta jiwa atau lebih kurang 43, 4% dari total jumlah penduiduk Indonesia. Walaupun dari segi jumlah pekerja disektor pertanian tersebut cukup besar akan tetapi dipastikan sebagian besar mareka merupakan golongan tidak berpendidikan dan berpendidikan rendah, sehingga dapat dipastikan hasil produksi hasil yang diperoleh juga tidak signifikan atau bernilai tambah besar. Sebagaian tenaga kerja bidang pertanian kita merupakan petani subsisten, yaitu bekerja di sektor pertanian hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, belum berorientasi ekspor.

Kajian studi ini telah lama disampaikan oleh ahli-ahli-ahili ekonomi senior beberapa waktu yang lalu semasa pemerintahan orde baru, akan tetapi seakan tidak ada perbaiakan yang berarti dari kebijakan-kebijakan pemerintah bidang pertanian sampai sekarang ini tidak banyak perubahan. Tidak berlebihan apabila masyarakat mulai mencurigai, bahwa kebijakan pemerintah pada masa-masa setelah orde baru makin dipengarauhi oleh kepentingan-kepentingan ekonomi kapitalis –liberalis dari pemerintahan lain (asing) dibandingkan dengan ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan dari ruh UUD 1945. Issue kebijakan ekonomi nasional kita yang di’setel’ kebijakan asing bukan isapan jempol. Masyarakat bisa mengetahui dari kebijakan pemerintah yang sangat ‘manut’ pada terhadap kepentingan luar dari kepentingan masyarakat, hal tersebut terindikasi banyak-banyaknya keputusan-keputusan untuk kepentingan nasional di sponsori dan dibiayai oleh korporasi dan lembaga keuangan internasional (asing).

20150519_165654

Kewibawaan anggota lembaga legislatif seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai kepanjangan tangan rakyat dalam pembuatan dan pengawasan kebijakan dan pengambilan keputusan dipertaruhkan, sebagaian besar anggotanya terlibat dalam politik dagang sapi, rawan penyuapan dan KKN. Hal ini terbukti dengan hasil UU migas yang yang menjadi produk huum negeri ini terasa sangat tidak adil dan meruggikan negara dan bangsa Indonesia dalam pengelolaannya, sehingga masyarakat menuntut perbaikan (revisi) ulang. Praktek-praktek spionase negara asing terhadap kebijakan ekonomi kita tidak bisa lepas dari keinginan negara lain untuk tetap bisa ‘menjajah’ ekonomi Indonesia dengan dalih bantuan-bantuan kebijakan ekonomi, untuk kepentingan negara pemberi bantuan (lembaga donor) tersebut. Peranan lembaga donor, pemerintah dan korporasi mancanegara sebagai korporatokrasi, yaitu KKN ketiga pihak tersebut untuk mempemgaruhi kebijakan negara lain yang kaya sumberdaya alam terutama energy yang tidak terbarukan (irrenewable nergi seperti migas), seperti Indonesia diuraikan dalam bukunya Jhon Perkin The Economit Hitman (2008) dan terakhir bukti tersebut sulit terbantahkan dengan adanya kehobongan penyadapan yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk ‘mengintip’ rahasia negara target untuk dapat mempengaruhi kebijakan. Sementara itu Pemerintah sebagai eksekutif sibuk menyelamatkan ekonomi makro sementara ekonomi mikro sektor riil seakan dibiarkan terpuruk dan ‘dijajah’ oleh kekuatan-kekuatan pasar global –kapitalisme-liberalis- tanpa bisa melindungi dan memproteksinya.

Pejabat dan pengambil keputusan dari tingakt rendah sampai tingkat tinggi ramai-ramai melakukan korupsi secara perorangan maupun berjamaah mennggerogoti anggaran belanja negara untuk pembangunan bagi masyarakat banyak. Berbagai proyek pembangunan tidak terlepas dari perilaku KKN.

Dipandang Sebagai ‘Anak Tiri’

Kemampuan SDM yang masih rendah tidak lepas dari kebijakan pemerintah selama ini dimana sektor agraris yang merupakan hajad hidup sebagaian besar masayarakat, tidak lebih dipandang sebagai ‘anak tir’i dibandingkan dengan bidang lain seperti sektor industri dan perhubungan (informasi & transportasi), real estat dan lain sebagainya. Seolah kita lupa bahwa negara kita ini sebagaian besar wilayahnya terdiri dari pulau-pulau dan lautan yang kaya dengan sumberdaya alam, bahan baku hasil pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan dan pertambangan yang dapat diolah menjadi bahan setengah jadi dan atau bahan jadi dengan memberi nilai tambah value added). Kekayaan sumberdaya alam kita tidak diimbangi dengan kemampuan sumberdaya manusia kita untuk dapat mengolahnya. Mesin pencetak sumberdaya manusia di perguruan tinggi tidak mampu mendidik manusia-manusia yang terampil menjadi petani-petani atau manajer-manajer petani yang handal mengolah dan memproduksi hasil alam negeri kita.

Tidak terkecuali Perguruan Tinggi (PT) yang mengkhususkan diri mencetak ‘petani modern’ seperti Institut Perttanian Bogor (IPB) dan Perguruan Tinggi lainnya yang mempunyai program pendidikan Pertanian, Perikanan, Kehutanan atau Agribisnis baik negeri maupun swasta. Pasti sebagian besar alumninya lebih senang bekerja di sektor yang tidak berhubungan dengan lumpur, dikota-kota besar dan menjadi petani berdasi di perbankan nasional dan BUMN-BUMN menjadi karyawan pemerintah, birokrat dan pejabat-pejabat yang mengatur kebijakan untuk kepentingan mareka sendiri. Sedikit sekali alumninya yang terjun langsung mempraktekkan ilmunya sebagai petani-petani modern, petani pengusaha yang penuh kreatif, inovatif, komunikatif dalam mengolah hasil-hasil alam negeri yang dapat memberikan dan meningkatkan nilai tambah produk (value added) serta menciptakan lapangan kerja yang mampu membangun industry-industi kecil (home industries) yang banyak untuk bermacam-macam olahan hasil alam, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak harus mengundang dan membujuk investor dari luar negeri untuk menanamkan modalnya di negeri pertiwi ini.

Alangkah naifnya pemerintahan kita, seolah melihat semut di seberang lautan nampak jelas, sedangkan gajah dipelupuk mata kita sendiri tidak nampak. Kita nampak melihat investor-investor sekecil apapun dari luar negeri memperlakukan mareka sebagai ‘raja’ untuk memberikan berbagai fasilitas kemudahan, membangun jalan-jalan infrastruktur untuk kepentingan mareka, sementara investor-investor dari negeri sendiri terdiri dari pengusaha-pengusaha kecil yang masih bertunas tidak nampak. Kita fasilitasi investor luar untuk hidup dan berkembang bahkan cenderung kita peras dengan segala kebijalan izin usaha yang berbelit-belit yang bisa diperlancar dengan sejumlah uang. Tidak ada fungsi pembianaan dan pemberdayaan berupa pelatihan tentang pengelolaan sumberdaya manusia (SDM) yang kontinyu dan berkesinambungan, sehingga bisa melahirkan penguasaha (wirausaha) yang tangguh yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika dewasa ini kita dihadapkan pada kurangnya jumlah pengusaha (dibawah 2% dari jumlah penduduk) untuk pertumbuhan ekonomini nasional yang baik, maka jawaban itu terjawab sudah apa yang telah dilakukan pemerintah dari beberapa kabinet pemerintahan selama ini. Usaha –usaha yang bersifat sporadic dan populis dari suatu cabinet ke cabinet lainnya mungkin ada, begitupun kontinyuitas dan kesenambungan dari kebijakan dalam suatu blue print program jangka panjang (long term period) yang terus menerus sebagaimana apa yang disebut dengan pemihakan dan komitment jangka panjang, masih banyak dipertanyakan oleh anak bangsa ini.

Sektor Agribisnis Tidak Menarik ?

Kenapa sarjana-sarjana bidang terkait agraris banyak yang tidak tertarik terjun ke bidangnya setelah menamatkan pendidikan? Ada beberapa sebab tentunya. Pertama, Hal ini diperparah dengan tidak adanya keperdulian pemerintah untuk memeberikan insentif –insentif dan rangsangan berupa bantuan pembiayan dari lembaga keuangan yang signifikan berupa kebijakan anggaran yang pro bidang agraris. Padahal hampir semua keputusan dan kebijakan itu dibuat oleh oleh mareka yang menjabat (menjadi pejabat) dari level kelas pengambil keputusan rendah sampai kepada kepala negara sebagian besar mareka berasal dari keluarga petani didesa –desa. Kalau berasal dari keluarga petani-anak petani- seharusnya kepekaan terhadap masalah pertanian Indonesia akan terasa, sehingga kebijakan terhadap kehidupan para petani akan semakin baik. Kedua, tidak menariknya sector pertanian atau agraris bagi sarjana, karena sektor tersebut tidak bisa memberikan daya ungkit yang cepat dan berarti untuk mempercepat perkembangan ekonomi, dibandingkan dengan sector lain. Sektor pertanian memeliki resiko yang lebih besar , membutuhkn waktgu yang lebih lama, disamping nilai dari produk pertanian pada umumnya bulky, yaitu memakan tempat yang luas dan besar akan tetapi nilainya kecil. Sebagai contoh misalnya nilai satu truk buah melon dengan nilai satu truk mobil atau kenderaan roda 2 (motor) berbeda jauh.

090833_muschin3

Disamping itu produk-produk hasil pertanian memerlukan perlakuan khusus (packaging khusus seperti pendingin/refrigerator atau lemari pendingin dan penyimpanann khusus lainnya) untuk menjamin kesegaran untuk dapat dijual, berbeda dengan produk industry/teknologi. Kegagalan atau resiko usaha yang lebih besar belum lagi waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk bisa menghasilkan suatu produk membuat banyak yang enggan menekuni sector usaha agribisnis.

Kelemahan dari produk hasil pertanian ini seharusnya dapat menjadi ‘warning’ bagi pemerintah untuk dapat melindungi sektor tersebut dari keterpurukan yang lebih parah, misalnya dengan memberikan insentif dan fasilitas dan membangun infrastruktur pertanian yang maemadai bagi melindungi pengusaha-pengusaha dibidang agribisnis. Masukan input teknologi benih unggul terjamin, pupuk, obat-obatan pengontrol hama penyakit dan lain sebagainya harus disediakan dengan biaya rendah dan mudah diperoleh untuk dapat memacu sektor ini bisa bersaing dengan menunjang sektro industry. Jika hal-hal tersebut tidak dilakukan maka tentu saja sumberdaya manusia yang berkualitas akan enggan berusaha di bidang agribisnis, karena tidak memberikan prospek yang cukup baik untuk masa depan mareka dari segi kesejahteraan.

Jakarta, 31 Oktober 2015

ΩΩ

DUNIA MAKIN DEKAT DAN MENYATU, KENAPA MANUSIA KECENDERUNGAN MEMISAH?

Era renaisan atau era revolusi industri telah jauh berlalu sekitar abad 18-19. Sekarang manusia berada di era ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin canggih dan modern, abad ke 21. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang informasi, komunikasi dan transportasi telah membuat kehidupan manusia itu berubah demikian pesat, konstan, serentak, radikal dan pervasif. Perubahan yang terus menerus tak henti-henti, perubahan informasi, kemajuan teknologi demikian pesat belum daluwarsa suatu produk sudah muncul produk-produk baru pesaingnya, jarak antara negara makin dekat seakan tak ada batas-batas negara (a borderless world). Ya, kecepatan informasi dengan ditemukan media komputer dan internet serta alat-alat komunikasi makin tanpa batas, melalui berbagai gadget seseorang dapat berkomunikasi langsung dengan orang lain di berbagai tempat di belahan bumi ini.

we-are-tiny-6

Dunia demikian sempit, pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi di negara maju memacu manusia untuk berlomba-lomba untuk dapat bersaing memperebutkan sumberdaya alam untuk memenuhi energi konsumsinya, lewat persaingan yang makin keras dan berbagai rekayasa fisik lingkungan (engineering design), dari lingkungan alamiah (nature) yang mungkin masih banyak hutandan pohon-pohanan menjadi lingkungan buatan seperti area permukiman, perkotaan, kawasan industri dan lain sebagainya, sehingga merubah dari ekosistem alami (polyculture) yang banyak keanekaragaman hayati menjadi ekosistem lingkungan buatan yang pada umumnya bersifat lebih homogen (monoculture).

Malmo (Sweden)           Yokohama, Japan

Rekayasa fisik injiniring (Physical Engineering Design) yang di desain oleh tangan dan otak/akal manusia, agar mampu mempromosikan rencana proyek perubahan atau pembangunan, juga di barengi dengan ilmu pemasaran idea (marketing), dengan cara merubah persepsi suatu masyarakat dengan kajian ilmiah, kertas kerja pemikiran ilmiah ini kita sebut sebagai ‘social engineering design’, kajian ilmiah tentang hubungan sosial berbagai kepercayaan/keyakinan masyarakat, bahwa suatu pembangunan yang dapat merubah sifat fisik serta bentang alam lingkungan hidup akan memberikan dampak positif atau manfaat yang besar bagi manusia untuk menjadi manusia dengan budaya yang lebih maju. Manusia yang maju dicirikan ke depan mempunyai berbagai jenis moda transporatasi yang cepat dan modern, tinggal di apartemen, gedung dan perkantoran bertingkat  dan menggunakan teknologi canggih sebgai kebutuhan hari ini. Manusia modern artinya tingkat konsumsi yang tinggi terhadap sumberdaya alam perkapita/orang untuk dapat menikmatinya. Mengejar kehidupan sebagai gaya hidup (life style) manusia modern, menimbulkan sifat gigih berjuang untuk mengumpulkan materi dan energi untuk kehidupannya.

Vancouver (Canada)     Erfatal_Q22A9763-BF

Dan pada akhirnya, manusia modern dengan teknologi yang dimiliki untuk dapat menikmati gaya hidup modern tersebut mencari (berkeliling dunia) mencari sumberdaya alam yang besar di belahan bumi ini dan kemudian bagaimana menguasainya. Itu terjadi era kolonialisme dan berakhir dengan perang dunia I dan II. Setelah perang dunia berkhir persaingan berlangsung dalam bidang pertumbuhan ekonomi sampai dewasa ini perekonomian dunia dikuasai dan dikendalaikan oleh negara-maju.

Dunia yang mempunyai kecenderungan menyempit menjadi satu (era globalisasi, dengan pasar bebas, bersaing secara bebas), setiap produk yang diperdagangkan menghendaki adanya satu acuan atau standard KUALITAS agar dapat diterima oleh semua negara. Maka untuk kebutuhan tersebut lahirlah organisasi yang membuat standard tersebut, yang dikenal dengan International Standard Organization (ISO) sekitar tahun 90an. Acuan untuk kualitas suatu produk diciptakan agar manusia tidak berselisih dan salah paham, agar disepakati oleh semua negara atau kelompok/umat manusia.

Adalah sesuatu yang berbeda tentang ukuran kebenaran. Bagaimana manusia tidak berselisih paham dan bertengkar terus menerus jika ukuran kebenaran yang di acu atau yang diyakini berbeda-beda. Sehingga, ukurn tersebut sangat mungkin di manfaatkan oleh negara-negara maju karena kemapuan teknologi dapat memanipulir kebenaran melalui rekayasa informasi atau penggiringan opini masyarakat dunia. Seharusnya untuk kebenaran masyarakat dunia juga harus mempunyai satu standard acuan kebenaran, sehingga tidak terjadi rekayasa opini dan suatu negara ‘superpower’ menguasai informasi sehingga menggiring untuk kepentingannya, yang terjadi adalah jika tidak menguntungkan kepentingan ekonomi negara superpower negara lain yang lemah ekonominya dapat dikucilkan dari peradaban dunia, walaupun mareka sebenarnya mengambil kebijakan yang benar bagi bangsanya.

2015-03-25

Sudah bukan barang baru dalam kasus-kasus perselisihan antar negara atau antar bangsa, negara maju (superpower) karena kekuasannya dan kemampuan teknologi mengambil kebijakan yang melanggar kemanusian (HAM) dunia, Sebagai contoh kasus rakyat Palestina melawan militer Israil, kasus yang memicu peperangan Irak-AS dan sekutu-sekutunya,  Afganistan, Bosnia,  Suriah sekkarang dimana yang digunakan acuan kebenaran ‘double standard’, seharusnya kebenaran itu juga satu acuan/standard.

Tapi memang, ketika berbicara tentang satu standard kebenaran, maka standard kebenaran manakah yang mau digunakan? Bukankah manusia di dunia ini meyakini berbagai-bagai keyakinan/kepercayaan atau agama ? Standard acuan keyakinan/kepercayaan atau agama manakah yang seharusnya digunakan? Jika, menyebutkan keyakinan/kepercayaan atau agama sudah pasti harus kita mengacu pada Tuhan. Kebenaran Tuhan yang manakah yang harus di gunakan oleh manusia? Harus ada satu acuan kebenaran agar manusia menerimanya di seluruh dunia, agar manusia aman, damai, tidak berselisih paham dan bahkan untuk itu kadang harus berperang yang menimbulkan kepedihan dan korban penderitaan banyak nyawa. Ketika korban jutaan nyawa timbul dendam dan ingin membalasnya dengan berbagai akal bulus dan licik dari manusia yang haus kekuasaan dan kepemikan ekonomi/materi. Konsep Tuhan menjadi  ‘rahmatan lil’alamin’, menjadi rahmat bagi sekalian alam, mungkin itulah konsep yang dapat mendamaikan umat manusia, sebagai umat yang satu di seluruh dunia. Konsep dengan Tuhan yang benar, jujur dan berkeadilan bagi semua makhluk.  Wallahu’alam bissawab.

Travelling… MENGGANTUNG ANTARA LANGIT DAN BUMI

Begitu melesat kaki ‘burung Garuda Raksasa’ dari landasan pacu bandara Soekarno-Hatta dalam udara malam yang dingin, maka tidak ada kepasrahan kepada yang lain melainkan pada Sang Khalik Maha Pencipta, pemilik nyawa dari ratusan manusia yang ada dalam perutnya. Makhluk manusia yang bernyawa terdiri dari berbagai warna kulit, rambut, mata, pakaian,perilaku dan berbeda keyakinan itu bersama-sama menuju ke suatu tempat tujuan bernamaBandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Sepang Malaysia. Semua boleh berbeda tapi tujuannya sama untuk keselamatan bersama di permukaan bumi ini. Bukan untuk bermusuhan dan saling menghancurkan. Soal keyakinan berbeda urusan masing-masing jangan sampai mengurusi dan apalagi memaksakan keyakinan kepada orang lain. Dan dalam perbedaan itulah sebuah keindahan, bagaimana manusia bekerjasama untuk dan demi keselamatan bersama, seperti dalam perut burung Garuda Raksasa ini, pikirku. Sekian ratus jasad beserta nyawa manusia berbeda terbang melayang diudara mengandalkan mesin yang di disain otak cerdasnya manusia yang berbeda. Dan berada didalamnya layaknya seperti diam menggantung antara langit dan bumi. (Akuteringat ceramah Pak Kiyai pada puasa beberapa waktu yang lalu, bahwa nasib pahala puasa Ramadhan manusia yang tidak menunaikan zakat fittrah, akan menggantung antara langit dan bumi, ya..kira-kira seperti nasib Aku dan ratusan penumpang pesawat ini sekarang, bisikku dalam hati).

IMG_0972    IMG_0981

Mengagumi dan mengandalkan kepintaran otak manusia menciptakan mesin jet yang mampu membawa manusia terbang beramai-ramai, ratusan jiwa, seperti diketahui tidak punya mesin dan sayap yang cukup kuat melawan kekuatan alam, banyak yang telah terjadi, ketika waktu ‘panggilan untuk kembali tiba’ mungkin bersama-sama dalam satu pesawat, semua harus berakhir tak sedetikpun bisa ditunda, tidak ada seorangpun manusia tahu kapan waktu itu tiba. (Tak lama kalimat itu Aku tulis, sebuah pesawat Merpati bukan Garuda bersama penumpangnya terjun kelaut membawa sejumlah penumpang selamanya di Kaimana Papua…Ohhhhhhhhh, syair lagu …senja di Kaimana yang mengalun merdu, syahdu yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi legendaris sekalipun tidak mampu lagi menghibur kita, terutama keluarga yang ditinggalkan…tinggal kesedihan dan kenangan yang melekat dalam dada kita masing-masing dan seribu pertanyaan menggayutinya, kenapa ini bisa terjadi???..). Karena itu ada orang-orang yang trauma naik pesawat terbang. Orang mengatakan terbang di udara apalagi dalam waktu yang cukup lama, membuat manusia lebih dekat kepada Tuhan, benarkah? Aku tidak tahu,tanyalah pada mareka yang tidak punya Tuhan. Kalau tidak punya Tuhan alias Ateis apa yang dipikir dan rasakan ya? Apa mareka takut juga naik pesawat terbang, takut pesawatnya jatuh kehilangan nyawa, lalu tamat, tak tahu lagi pergi atau kembali kemana? Tamat. Ya, tamat ceritanya tidak berlanjut ke cerita akhirat, tidak ada cerita pertanggung jawaban. Kehidupan ya apa yang di dunia, sudah itu ya sudah. Ehm,..karena tak meyakini ada kehidupan akhirat dengan pertanggungjawaban pada Tuhan, mareka yang berpaham seperti itu, mungkin itu sebabnya kenapa ‘sangat kemaruk dan cenderung menghalalkan segala cara’ untuk memperoleh kesenangan duniawi? Walahu’alam!

images (4)     IMG_0983

Sementara itu manusia yang punya Tuhan hanya mampu berdo’a :”Ya Allah Ya Rabb lindungilah perjalanan kami ini ..jadikanlah perjalanan kami ini perjalanan yang memberikan manfaat dan jauhilah kami dari kemudaratan dan kecelakaan ..Wahai, Sang Pemilik Jagad Raya, kami sekarang menggantung antara langit dan bumi dan mengandalkan keselamatan pada mesin yang sedang menderu kencang ini..Kami ingin Ya rabb mesin ini terus menderu membawa kami terbang,berdendang bersama angin dan awan-awan makhlukMu dari satu tujuan ke tujuan berikutnya, sampai kami kembali pulang dari mana kami berangkat..Engkaulah YaRabb tempat kami bermohon perlindungan terhadap keselamatan..”Amin ya Rabbal’alamin.

“What would you like to drink?, suara pramugari bermata biru dan berambut pirang menyentakkan do’a didalam hatiku,hampir saja terucap dari mulutku kalimat terakhir dari do’aku itu: ”Amin Yarabbal’amin”.

Kalau itu yang keluar dari mulut mungkin Aku akan tidak dapat minum atau makan apa-apa malam itu. Atau sebaliknya Aku akan dapat berkah dari makanan yang disajikannya.Untunglah Aku cepat menyadarinya :”..Tea, please..” Sementara Sang Ratu isteriku disamping dari tadi sudah teretidur pulas mungkin karena kecapaian atau sedang bermimpi sudah sampai dan belanja macam-macam barang kesukaannya di Barcelona dan Paris…..perempuan hehehe, bisikku dalam hati..??? Kalau naik pesawat kebanyakan tidur bisa-bisa tidak dapat service pelayanan makan-minum apa-apa. Ini bukan Aku yang bilang lho, tapi Aku lihat dan perhatikan sendiri, pelayan dari makhluk yang cantik dan lembut itu, tidak mau mengusik tidur penumpang sebagai sang ‘Boss’-penumpang adalah Raja’nya. Suatu yang menjadi tabiat kali, bagaimanapun capek, Aku sulit tidur selama perjalanan,kecuali tertidur sendiri. Mungkin karena ingin menikmati perjalanan setiap detiknya, untuk dapat menikmati setiap event yang terjadi, melihat-mendengar-merasakan dan terakhir bercerita pengalamannya seperti sekarang..asyik, bukan?! Kali ini pengalaman yang kedua terbang ke luarnegeri setelah beberapa tahun lalu ke Istanbul Turki. Pengalaman terbang dalam waktu yang lama membuat ‘hati bertanya-tanya’, semua bisa terjadi tiba-tiba dan tamat kehidupan dunia ini seketika. Jika tertidur pulas dan tiba-tiba terjadi apa-apa bagaimana? Itu yang selalu aku pikirkan setiap dalam perjalanan apalagi dalam jarak jauh.

Garbarata1 (13)  IMG_1596

Hampir dua jam lebih dalam kondisi menggantung antara langit dan bumi dan tak berasa didalamnya, karena ada mainan tepat didepan mata. Sebuah monitor TV kecil tepatnya dibelakang seat penumpang lain. Dari monitor tersebut Aku tahu info tentang pesawat sudah sampai dimana,kecepatannya, kondisi cuaca, suhu serta ketinggian terbangnya dari permukaanbumi. Selain itu dari monitor tersebut dapat juga Aku menonton film-film terpilih yang disajikan oleh Maskapai KLM dari yang film modern, sport, petualang, keluarga, klasik, music, film kartun sampai permainan game untuk anak-anak dan orang dewasa. Aku ingin mencoba, karena Aku lihat Anak teman kami itu yang duduk disamping nyonyaku itu, seakan sudah familiar dengan monitor dan romotenya. Ah, Aku juga tak mau ketinggalan, masak Aku kalah sama dia, pikirku. Lantas Aku memilih film bertema keluarga. Terus terang mula-mula Aku sedikit ‘gaptek’ dari perintah-perintah pada remote control itu, tapi lama-lama Aku bisa juga setelah kuperhatikan orang yang duduk di seat didepanku. Tidak begitu lama sebuah film keluarga tersaji di depanku, tapi dilayar muncul pemberitahuan, bahwa anda tidak cukup waktu untuk memutarkan film tersebut, karena pesawat tidak lama lagi akan mendarat di Bandara KLIA Sepang. Tapi sebelum layar monitor beralih ke info penerbangan, Aku sempat juga menyaksikan sebentar adegan ‘keluarga’ yang berlangsung dikamar disebuah rumah, untung pengumuman dari cockpit bahwa pesawat segera mendarat, datang menyensornya…astagfirullahal azim tapi Aku merasakan, mata Aku mengucapkan..alhamdulillah.. huuss, benar-benar berada menggantung antara langit dan bumi! Tidak jelas mau berpijak dimana!

IMG_0969      IMG_1597

Baru terasa berpijak di bumi ketika roda pesawat sudah menyentuh landasan pacu Bandara Sepang yang menimbulkan suara sedikit gemuruh di cuaca udara malam yang makin dingin tapi cerah. Pengumuman meminta semua penumpang turun sekitar lebih kurang satu setengah jam. Kami turun belakangan karena lokasi letak seat kami pada posisi hampir di ekor pesawat. Hanya yang dibawa hand bag sedang yang lain ditinggal. Welcome to Kuala Lumpur Int’l Airportsapa seorang gadis Melayu dalam bahasa Inggris sambil mengacungkanpas transit warna merah dan kami mengambilnya. Alhamdulillah, begitu kami keluar dari pintu Abang kami AniesHelmi menyambut kami. Beliau telah lebih dulu keluar, karena telah sampai ditujuan Sepang-Kuala Lumpur :

“..Zul saya sudah tunggu dari tadi, kog lama sekali keluarnya?..” tanya Abang kami itu.
“Kami dibelakang Bang.. dan berpikir tadi mau tidak turun, tapi nyatanya harus turun semua..” jawabku.
Abang kami itu mungkin mengira kami sudah biasa naik pesawat KLM dan sudah tahu harus turun, padahal baru pertama kali ini.Walaupun sudah diumumkan untuk turun, kami pikir bisa tidak turun dan tidur-tiduran di pesawat sambil menunggu. Seperti pengalaman naik bus di terminal Kampung Rambutan saja!.

Kami bertukar kartu nama. Dan barulah Aku tahu beliau sudah bekerja di Kuala Lumpur sekarang, tidak di Singapore lagi, begitu juga dengan perusahaan minyak tempat beliau bekerja sudah berbeda. Pada kartu nama yang diberikan kepada kami, jelas tertulis alamatnya di Kuala Lumpur Malaysia. Beliau mengundang kami ke Malaysia dan tiada ucapan yang paling tepat kami sampaikan,kecuali InsyaAllah. Setelah saling menanyakan keadaan keluarga, dengan raut muka setengah tak percaya, beliau menanyakan kepada kami, mau berangkat kemana? Rasa kaget beliau bisa bertemu dengan kami, mungkin sama dengan rasa kaget kami ketika diumumkan, bahwa kami berdua berhak mendapat rewardperjalanan ke Barcelona Spanyol ini. Karena keterbatasan waktu, kami akhirnya berpisah dan setelah berpisah barulah kami ingat, bahwa kami lupa berfoto bersama beliau yang sudah lama tak bertemu itu, padahal tustel ada di dalam hand bag kami. Begitulah sebuah pertemuan dan perpisahan terjadi dalam kehidupan manusia antara orang-orang yang kita cintai dimana dan kapanpun tempat dan waktunya.

Bandar udara KLIA Sepang dengan kode IATA KUL yang terletak di negara bagian Selangor Malaysia ini sebuah bandar udara utama di Malaysia yang dibangun pada tahun 1998 dengan slogan awal pembangunannya adalah ”Bringing the World to Malaysia and Malaysiato the World”, yang artinya membawa dunia pada Malaysia dan Malaysia pada dunia. Itulah sebuah semboyan dari negeri jiran kita untuk dapat menarik wisatawan mancanegara datang ke Malaysia dengan membangun dan mengelola dengan baik pintu gerbang utama wisatawan masuk dan keluar dari Malaysia melalui udara. Bandara ini didesain oleh seorang arsitek asal Jepang Kisho Korukawa dengan memasukkan konsepbandara di tengahhutan atau hutan didalam bandara. Konsep masa kini perpaduan antara kecanggihan arsitektur fisik bangunan dengan kondisi alam bernuansa ramah lingkungan. Ada taman hutan ‘jungle’ yang terdiri dari pohon-pohon penghijauan,air mancur, jalan setapak berkeliling yang dapat mengusir kepenatan sejenak dari perjalanan panjang. Bandara dengan luas landasan dan bangunan lebih kurang 100 km persegi itu diperkirakan dapat menampung hingga 130 juta penumpang pertahun dilengkapi dengan petunjuk informasi dalam bahasa Melayu, Inggris,Tionghoa, Jepang dan Arab.
Sayang sekali kami tidak dapat menikmati suasana bandara KLIA berlama-lama karena harus segera kembali ke pesawat melanjutkan perjalanan setelah hanya sempat berfoto di daerah sekitar gate keberangkatan.

IMG_0978    IMG_0966

Diperkirakan sekitar jam 23.00 pesawat mulai boardingembali dan setengah jam kemudian burung garuda raksasa itu kembali mengudara. Tidak begitu jelas terlihat lagi di luar melalui jendela pesawat semua sudah mulai gelap dalam balutan malam, hanya kiri-kanan landasan pacu yang terang oleh lampu kecil-kecil yang teratur menyala terang memanjang. Do’a dan zikir kembali berbisik dalam jiwa ketika pesawat mulai bergerak pelan dan makin lama makin cepat seterusnya kembali menggantung antara langit dan bumi seolah tidak bergerak. Pada suatu ketinggian posisi badan pesawat mulai mendatar, lampu-lampu cabin mulai menyala kembali. Telingaku sempat tidak mendengar apa-apa, ada suara seolah jauh orang berbicara akan tetapi kecil dan halus sekali. Aku mencoba memutar kekiri kanan, senam leher dan menggerak-gerakkan mulut supaya udara kembali memasuki gendang telingaku dan aku dapat mendengar suara dengan jelas lagi. Tak lama alhamdulillah kembali normal.

Kepada siapa lagi tempat kita bergantung dalam kondisi seperti ini, bisakah kita berharap kepada pesawat yang notabenenya buatan otak manusia itu. “..Semakinkita mengerti cara kerja dan mekanisme mesin pesawat, maka semakin takut kita naik pesawat”. Itu bukan kata-kata yang keluar dari mulutku. Itu kata-kata atau kalimat yang diucapkan oleh seorang Teknisi Mesin Pesawat Garuda yang beberapa puluh tahun yang lalu pernah bercerita panjang lebar tentang profesinya disebuah kos-an di daerah Jakarta Timur. Masih lengket di ingatanku, sayup-sayup terlintas dalam benakku membuat makin menciut sendiri ditambah udara dingin AC, tak berani Aku sampaikan pada pasanganku, karena Aku takut Ia juga mengalami hal yang sama.. Ketika menggantung antara Langit dan Bumi,sebagian manusia semakin sensitif dan dekat pada Pemilik Alam Semesta (Tuhan)nya, sebagian yang lain mungkin Cuek-cuek saja…!

Jakarta, 5 Mei 2011
Zulaidin Mas

MESJID BIRU (BLUE MOSQUE) ISTANBUL TURKI

Gambar

Menurut sejarahnya, Mesjid Biru dibangun antara tahun 1609-1616 M oleh  Sulthan Ahmed I, oleh karena itu dikenal juga dengan Mesjid Sulthan Ahmed I (Sulthan Ahmed Camii).

 

Gambar 

Disebut mesjid biru karena sebagian interior desainnya yang terdiri dari ubin serta keramik yang berwarna biru. Mesjid ini didesain oleh arsitek terkenal pada  masa itu bernama Sedefkãr Mehmet Aga.

Letak dari Mesjid Biru ini adalah pada sisi dari istana besar kekuasaan Romawi Byzantium kuno, yaitu disebelah tenggara dari Hippodrome. Letak ini berhadap-hadapan dengan bangunan Hagia Sophia (Gereja yang dijadikan Mesjid pada masa Kekuasaan Kesultaanan Utsmaniyah, sekarang dimasa Republik Turki telah dijadikan Musium). Antara bangunan Mesjid Biru dan Hagia Sophia dipisahkan oleh sebuah jalan dan taman dengan jarak antara 500-700 m

Tanggal 16 Maret 2006, hari Kamis suatu hari yang spesial dan tak terlupakan dalam kehidupan kami. Pada hari itu sekitar jam 9.00 pagi waktu Istanbul Turki langkah kami akhirnya bisa menginjak di komplek mesjid yang telah berusia ratusan tahun yang lalu, Mesjid Biru atau Blue Mosque yang dibangun pada masa kesulthanan Usmaniyah yang berkuasa dari 1300 M sampai 1900 M (lebih kurang 6 abad). Kesulthanan Usmaniyah merupakan pemerintahan kekhalifahan Islam yang telah mengukir sejarah tinta emas dalam kemajuan dan peradaban Islam yang bisa menaklukkan Imperium Byzantium (Kerajaan Rumawi Kristen Orthodok yang sangat berkuasa pada masa itu dengan Ibukota Konstantinopel atau kota Istanbul sekarang ini).

Lantai dasar interior dari Mesjid Biru dibangun dari batu marmar pualam dari lebih 20.000 ubin keramik buatan tangan yang dibuat di Iznik (Nicaea kuno), sedangkan pada bagian atas terdapat lebih dari 200 jendela keramik kaca warna-warni yang cukup rumit pengerjaannya. Kaca-kaca jendela ini dapat menampung cahaya secara alami yang dapat menerangi ruang bagian dalam mesjid, akan tetapi saat ini pencahayaan bagian dalam mesjid banyak dibantu dengan lampu-lampu kristal lilin hias yang melingkar. Dekorasi ruang bagian dalam mesjid dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an, sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Guberi, seorang seniman besar kaligrafi pada masa itu.

Memasuki kedalam masjid, sepatu harus dibuka dan dimasukkan kedalam kantong plastik yang telah disediakan di pintu masuk. Seorang petugas memberikan kantong plastik kepada setiap pengunjung.

Kemudian kami masuk secara tertib keruangan tempat sholat. Semula i kami ngin sholat dibarisan dibelakang dekat pagar pembatas, namun petugas (amil mesjid) mempersilahkan kebagian saf depan dekat mimbar khatib menyampaikan khutbah.

New Picture (3)

Di ruangan bagian dalam dari Blue Mosque

Sholat sunat mesjid 2 rakaat dan berdo’a dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengabulkan permohanan kami selama ini.  Dalam waktu yang sangat terbatas, karena rombongan harus segera menuju ke bangunan sebelahnya Hagia Sofia.

New Picture - Copy

Begitu selesai dari mengunjungi mesjid, dari sebuah pintu gerbang rombongan menuju kearah Hagia Sophia yang dapat dicapai dengan berjalan kaki. Taman disepanjang jalan mennuju kesana cukup terawat rapi dan bersih.

KELANGKAAN & KEPUNAHAN SPESIES DILINDUNGI

Salah satu kegiatan atau perilaku manusia terhadap lingkungan hidup yang pada akhirnya akan berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia itu sendiri adalah terjadi perburuan dan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya alam. Untuk memenuhi konsumsinya manusia pada dasarnya dipenuhi dari sumberdaya alam yang ada disekitarnya. Daerah tropis dengan hutan hujan yang lebat sumberdaya air yang berlimpah dengan unsur hara, banyak spesies flora fauna yng tumbuh dan berkembang di seluruh kepulauan nusantara. Pulau-pulau besar seperti pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua bahkan pulau kecil sekalipun seperti kepullauan Maluku, Halmahera terdapat spesies  dengan tingkat kenekaragaman hayati yang tinggi dan spesifik. Pulau Komodo dengan biawak komodonya adalah spesies spesifik yang terdapat di  Indonesia.
images (2)  images

Kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi tidak akan memberikan kesejahteraan hidup bagi sebagian besar rakyat, akibat salah dalam pengelolaan, yaitu apabila tidak adanya kesadaran secara merata bagi masyarakat untuk melestarikan keanekaragaman hayati tersebut. Kehidupan yang susah untuk mendapatkan penghasilan bagi memenuhi kebutuhan hidup sudah pasti akan menyebabkan masyarakat menggunakan sumberdaya alam disekitarnya. Pemanfaatan sumberdaya dengan cara-cara yang benar dengan cara menjaga kelestarian spesies atau jenis yang ada, misalnya dengan budidaya dan lain sebagainya tidak menjadi masalah, akan tetapi sebagian besar adalah dengan cara penebangan atau perburuan dan penangkapan illegal di alam yang sudah tersedia dengan cara-cara yang tidak dibenarkan  dengan merusak habitat dan ekosistem sehingga membuat spesies menjadi langka dan punah.

Penyebab kelangkaan dan kepunahan spesies adalah pembukaan lahan (land clearing) hutan-hutan baik tanpa izin (illegal logging) untuk pertanian atau ladang berpindah dari masyarakat sekitar hutan yang hidupnya nomaden mengelola hutan untuk konsumsi kebutuhan sendiri (subsisten) dengan cara tradisional (shifting cultivation) dan yang lebih besar dampaknya dari yang berizin (penyalahgunaan perizinan) yang diberikan pemerintah dalam hal ini Departemen Kehutanan untuk usaha-usaha perkebunan dan pertambangan dan sebagainya. Pembukaan  hutan rawa lahan gambut sejuta hektar (Mega Rice Estate Project) di Kalimantan Tengah (1995-1999) pada masa Orde Baru (Orba) misalnya untuk program transmigrasi dan swasembada pangan nasional, menurut para ahli telah merusak ekosistem dan habitat serta hilangnya atau langkanya beberapa spesies flora -fauna.

download    images (8)

Sebagai contoh, kita ambil sebuah berita mengharukan dari rusaknya ekosistem habitat Orangutan (Pongo pygmaeus) karena hutan yang dibakar masyarakat pada bulan Agustus 2012 yang diberitakan Kantor Berita Antara, dimana merekam gambar Orangutan di Kalimantan Barat yang sedang sekarat menutupi wajahnya karena terluka bakar jatuh dari pohon yang dibakar penduduk Desa Parit Wak Dongkak, Wajok Hilir Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat, dalam upaya mareka mengusir satwa langka yang dilindungi tersebut dari kebun mareka.

images (10)   20130123orangutan

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) termasuk spesies langka, tahun 2004 jumlah populasinya diperkirakan hanya sekitar 400 ekor saja. Gajah (Elephas maximus) yang juga merupakan  spesies langka yang dilindungi di pulau Sumatera. Perburuan Harimau untuk dijual kulitnya dan gajah untuk gadingnya. Perburuan Bekantan (Nasalis larvatus) -kera hidung besar atau disebut juga kera Belanda – Rusa, Kijang, burung Rangkong, Cenderawasih, Merak yang cantik bulunya  dan beberapa spesies burung yang bersuara indah seperti Murai Batu, Landak dan beberapa spesies yang dilindungi meningkat  tajam karena adanya pembeli dan menampung, menjemput ditempat serta diduga memfasilitasi masyarakat lokal untuk berburu dan menangkap illegal di habitat aslinya. Kegiatan ‘illegal logging’ dan  ‘illegal fishing’ di darat maupun di laut beberapa tahun terakhir sering kita dengar yang dilakukan secara sitematis dengan berkedok macam-macam bisnis dengan penyeludupan besar-besaran kekayaan alam negeri kita.

images (9)   images (6)

Badak bercula satu kecil (Rhinoceros sundaicus) populasinya diperkirakan sekitar 40-50 ekor yang habitat aslinya di Taman Nasional Ujung Kulon Pulau Jawa. Ekosistem habitatnya juga mulai terancam karena diburu maupun lahan –lahan disekitar mareka semakin menyempit dan digunakan untuk pembukaan lahan perkebunan dan permukiman penduduk.

images (6)   images (5)

Beberapa tahun terakhir program meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) yang bersaing dengan negara tetangga Malaysia memperebutkan juara satu, telah menyebabkan pembukaan lahan hutan besar-besaran yang beralih fungsi menjadi lahan perkebunan monokultur perkebunan swasta maupun pemerintah (PTPN, dsb), tidak ada batas yang jelas dilapangan atau karena tumpang tindih status lahan kesepakatan antara di peta  dengan dilapangan sangat berbeda. Pemerintah saat itu terus membuka lahan baru untuk perkebunan sawit, sehingga pada tahun 1980 luas lahan mencapai 294.560 hektar dengan produksi CPO sebesar 721.172 ton. Pada tahun 1985, hutan seluas 600.000 hektar dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit, yang berarti perkebunan sawit mengalami peningkatan sepuluh kali lipat selama 20 tahun.

Sejarah memperlihatkan bahwa semakin luas lahan perkebunan sawit, semakin besar pula potensi konflik yang ada. Konflik agraria yang terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit semakin meningkat. Sejak 2009 hingga 2011, jumlah konflik bertambah.

Kementerian Pertanian mencatat pada tahun 2012 bahwa dari sekitar 1.000 perusahaan perkebunan sawit di Indonesia, kira-kira 59 persen di antaranya terlibat konflik. Total konflik antara masyarakat dengan perusahaan kebun sawit adalah 591 konflik, dengan urutan konflik terbanyak di Kalimantan Tengah yaitu 250 kasus, menyusul Sumatera Utara 101 kasus, Kalimantan Timur 78 kasus, Kalimantan Barat 77 kasus, dan Kalimantan Selatan 34 kasus. Program tersebut dipicu untuk meningkatkan penerimaan devisa negara dari sektor pertanian -perkebunan, setelah sektor-sektor lain seperti industri dan mengalami penurunan yang signifikan. Bergulirnya iklim reformasi dari kekuasaan yang selama ini berada di pusat (sistem sentralisasi) memberikan kewenangan yang yang lebih besar ke daerah-daerah (desentralisasi),  dimana tidak disiapkannya aturan kebijakan di tingkat daerah tentang wewenang perizinan dan penggunaan lahan, telah menyebabkan kewenangan perizinan pembukaan hutan/lahan disalah gunakan pihak-pihak yang mempunyai kewenangan.

images (2)    images

Penyalahgunaan wewenang perizinan dengan melakukan Kolusi Korupsi & Nepotismme (KKN) dengan pengusaha telah menyeret pejabat daerah setingkat Gubernur, Bupati  dan pejabat berwenang lainnya dalam masalah yang ditangani KPK. Ini sangat berkaitan dengan besarnya biaya politik (political cost) di era reformasi yang dibutuhkan oleh kandidat-kandidat yang ingin maju di dalam pilkada atau pemilu. Jangankan di hutan rimba yang tidak terjangkau aparat atau masyarakat, di daerah- daerah yang masih terjangkau pengawasan pun dengan berbagai ‘permainan’ rawan menimbulkan konflik kepemilikan lahan atau dikenal dengan masalah agraria nasional, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) nasional Kementerian Agraria sekarang ini. Dan semua ini bila ditelusuri akan bermuara tentang belum adanya suatu rencana Tata Ruang Wilayah Daerah (Local Land Spatial) yang cukup memadai.

download   images (1)

Banyak spesies fauna yang sudah menjadi langka di habitat aslinya diantaranya adalah spesies ikan Sapan (Masheer) atau dikenal dengan nama Latin Tor Tambroides, Lomi (Tor Soro), Pomot, Pondong, Pujut, dimana ikan-ikan ini menurut informasi dari ‘Folk of Dayak’ suatu grup rakyat dayak yang perduli tentang kelestarian alam yang berdomisili di Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah dengan tokohnya Bp. Ganefo L. Amin. Menurut beliau dan teamnya keberadaan ikan-ikan air tawar tersebut di sungai Busang sudah mulai langka dan bukan tidak mungkin telah punah, akibat banyak diburu dan ditangkap secara berlebihan. Ikan-ikan tersebut termasuk yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Misalnya harga ikan Sapan (di masing-masing daerah nama ikan ini berbeda-beda misalnya di Malaysia disebut Kelah), di restoran-restoran di Malaysia harganya sangat mahal. Habitat aslinya ikan Sapan di Indonesia untuk berkembang dengan baik ada habitatnya di sungai-sungai dan anak sungai pegunungan Muller Kalimantan yang kaya nutrisi yang berbatasan langsung dengan negara bagian Serawak Malaysia. Spesies ikan ini banyak diburu oleh masyarakat disekitar perbatasan karena harga yang mahal untuk dipasarkan ke Malaysia. Harga perkilogram bisa mencapai Rp. 400 ribu, dimana menjadi menu makanan kaum bangsawan atau raja atau yang berkantong tebal.

belida.jpg  images (10)  Pertanian-Perikanan Terpadu

Selain jenis spesies fauna, ikan banyak yang sudah langka, juga jenis tumbuhan khas alami telah menjadi langka dan punah. Tanaman buah-buahan di hutan yang menjadi makanan berbagai jenis burung sebut saja buah Menteng. Di Jakarta dulu buah ini terkenal sehingga sampai sekarang ada namanya daerahnya yaitu Menteng termasuk kawasan elite Jakarta sekarang, berasal dari nama buah. Tinggal nama daerahnya yang elite dan buahnya sudah langka dan punah. Selain itu yang sudang langkah dan punah adalah buah Kawista, Mundu (Garcinia dulcis), Rukem (Flacuortia rukam), Matoa (Pometia pinnata), Kepel ( Stelechocarpus burahol) dan Bisbul (Diospyros philippensis).

mangrove langka2   images (7) jelutung

Mengingat banyaknya spesies fauna maupun flora yang telah langka dan punah, maka sebagai rakyat negeri yang kaya akan sumberdaya alam ini, dimana sebahagian besar masyarakatnya masih belum mendapatkan pendidikan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mareka dengan atau tanpa merusak alam, agar bersama kita perduli dan kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan hidup dengan mengambil sumberdaya yang ada dengan kaidah-kaidah melestarikan keanekagaman plasma nutfah kita yang masih ada sebagai bentuk kesyukuran nikmat pada Tuhan Yang Maha Esa. Siapa lagi yang perduli terhadap kekayaan keanekargaman hayati kita yang tinggi tanpa keperdulian dan kesadaran masyarakat semua untuk dapat melindunginya dari kegiatan illegal perburuan dan penebangan dan eksploitasi yang berlebihan dari sebagain kecil masyarakat baik secara sadar ingin mengambil keuntungan pribadi (individual) dengan cara merusak, maupun ‘diperalat’ desakan kebutuhan dan ketidaktahuan (tidak mengerti hukum) yang berlaku. Kehadiran manusia dipermukaan planet bumi ini untuk dapat mengelola lingkungan dengan baik, melindungi dan memproteksi yang lemah agar tidak menjadi mangsa yang lainnya yang terlalu kuat dan mendominasi satu sama lain.  Dan melindungi alam dan makhluknya merupakan amanah Tuhan Yang Maha Esa agar lingkungan dan makhluk-Nya tidak menjadi langka dan punah.

Kepada pemerintah kita mengharapkan untuk tidak ragu-ragu dalam menindak dan menegakkan hukum (law enforcement) kepada siapa pun yang melakukan tindakan yang melanggar hukum. Dengan demikian, kiranya kita dapat menyelamatkan dan mewariskan kekayaan keanekaragaman hayati negeri dari generasi ke genarasi berikutnya. In Shaa Allah!

Jakarta, 18 Februari 2015

Referensi :
1). http://id.m.wikipedia.org/

2). http://www.wwf.or.id/program/

3). http://muhammadnoor20.blogspot.com/2012/12/sejarah-pembukaan-lahan-gambut_14.html

4) http://www.mongabay.co.id/2014/07/30/

5). https://folksofdayak.wordpress.com/2014/02/01/

6). http://citizendaily.net/kelapa-sawit-sejarah-politik-dan-konflik/

7). http://michaelrisdianto.blogspot.com/2009/11/

8). http://efarming.info/2013/04/, dari sumber : Sriwijaya Magazine, Edisi 26/Tahun III/April 2013.

MASALAH LINGKUNGAN HIDUP MASALAH UMAT MANUSIA

Masalah lingkungan hidup adalah masalah manusia yang terkait dengan bagaimana manusia memenuhi kesejahteraan hidupnya. Banyak manusia memenuhi kesejahteraan hidup jasmaniahnya tidak terbatas dengan mendayagunakan kemampuan akal pikirannya yang maksimal mengejar keuntungan individual maupun kelompok yang tidak punya batas. Padahal kemampuan alam dan sumberdaya lingkungan hidup yang ada terbatas untuk semua makhluk hidup yang ada di permukaan bumi ini agar dapat hidup harmoni dengan alam lingkungannya.

ocean-fish-facebook-cover.jpg  11-best-panoramic-photography

Keharmonisan antara makhluk hidup dalam habitat ekosistem lingkungannya sangat menentukan ketenteraman, kebahagiaan dan keharmonisan satu sama lainnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia.

Kesadaran terhadap lingkungan hidup yang harmoni satu sama lainnya masih rendah terutama bagi masyarakat dimana tingkat pemahaman dan kesadaran lingkungan akan lingkungan hidup masih rendah. Tindakan pencemaran dan perusakan lingkungan terjadi secara masif di depan mata kita dari sebagian dari kita yang mengeksploitasi sumberdaya alam untuk kepentingan individualnya atau kelompok sampai pada tingkat kerusakan yang telah dirasakan dampaknya secara nasional seperti banjir bandang, erosi longsor, pencemaran udara (polusi) pencemaran air permukaan, tanah dan sebagainya. Akumulasi dampak dari semua perbuatan yang tidak ramah lingkungan bermuara pada terjadinya perubahan iklim global (global climate change).

Panoramic View1   gambar-pemandangan-pegunungan-terindah-di-dunia-pemandangan-pegunungan-yang-indah

Kami hadir dalam rangka membantu pemahaman kesadaran lingkungn hidup yang tinggi bagi masyarakat terutama masyararakat pelaku bisnis yang sangat intensif menggunakan dan memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan- agar tetap harmoni dengan kegiatan/aktifitas yang dilakukan dalam menikmati manfaat dan keuntungan yang tidak berlebihan. Membantu para pengambil keputusan bisnis untuk memberikan aspek-aspek pertimbangan lingkungan dan penggunaan sumberdaya alam dan lingkungan yang efektif dan efisien sehingga tidak merusak lingkungan hidup, artinya kemampuan dan daya dukung lingkungan tetap terjaga dan lestari. Semua hal tersebut sesuai dengan kebijakan pembangunan ekonomi dunia dari masing-masing negara (environmental sustainable development policies).

PEMBANGUNAN BENDUNGAN UNTUK MENGATASI KRISIS PANGAN DAN ENERGI

Tantangan yang sudah menghadang di depan mata bangsa Indonesia sekarang ini adalah  krisis pangan dan energi.  Berbagai upaya harus dilakuan pemerintah untuk mencukupi kebutuhan pangan dan energi masyarakat dalam kerangka meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat . Pembangunan berbagai proyek diantaranya bendungan tujuannya adalah untuk mengatasi kebutuhan pangan dan energi dan akan  berimplikasi luas (multiplier effek) pada pembangunan sektor lainnya antaranya seperti sektor pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, transportasi, komunikasi, informasi dan lain sebagainya.

Tempat-terindah-di-dunia-Keukenhof-Gardens-Netherlands.-555x366   Agr Korsel (23)

Sebagian besar  masayarakat Indonesia  yang hidup di pedesaan tingkat kesejahteraannya masih rendah. Dengan fasilitilas pendidikan dan infrastruktur angkutan (jalan raya), air minum, listrik dan telekomunikasi yang  kurang bahkan tidak ada sama sekali.  Adapun infrastruktu jalan selama ini banyak yang rusak dan tidak ada dana atau tak ada kemampuan pemerintah daerah untuk memperbaikinya. Sehingga kendala infrastruktur tersebut berakibat sulitnya hasil-hasil pertanian dijual langsung ke pasar dengan harga yang lebih kompetitif. Akibatnya, petani banyak yang terjebak pedagang tengkulak, pedagang menengah (middle class) yang bekerjasama dengan pedagang besar (whole sales), sehingga tidak adanya posisi tawar (bargaining position ) lebih baik bagi petani langsung.  Terlebih lagi dimusim hujan terputusnnya jalan-jalan akibat banjir  menyebabkan barang-barang kebutuhan pokok harganya menjadi melonjak.  Ekonomi berbiaya tinggi (high cost economy) didalam negeri.  Akibat kendala infrastruktur, akhirnya memicu impor  produk-produk mancanegara yang lebih murah dan mudah didapat.  Selain itu untuk mengolah produknya dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi dengan nilai tambah (value added) akibat pendidikan yang tidak memadai/kurang dan dan dengan keterbatasan energi listrik.  Pasokan bahan produk lokal dipasar yang terus berkurang,  jika ada pun harganya lebih mahal,  kalah bersaing dengan produk impor yang didapat di pasar super-hyper markets dengan outlet-outlet terdekat perumbuhannya menjamur. Dengan demikian usaha-usaha pertanian rakyat berbasis ekspor modal kecil akan terus hancur dan akhirnya yang mendominasi produk-produk hasil pertanian impor dari yang bermodal kuat.

Kalibata   mstory-banjirhi

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, diketahui mempunyai potensi sumberdaya alam yang cukup besar dengan iklim tropis yang cocok untuk bertanam hampir sepanjang tahun.  Potensi sumberdaya alam dan iklim serta kesuburan lahannya akan dapat memenuhi kebutuhan pangan dan energi bagi penduduknya yang sudah mencapai total 244,814,9 juta Jiwa (2014). Akan tetapi kenyataannya potensi tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang akhir-akhir ini makin terasa makin bertambah sulit. Rakyat Indonesia mulai mengalami krisis pangan dan energi. Volume impor produk pangan seperti diantaranya beras, kedelai, jagung, kacang tanah  semakin meningkat, siiring dengan menigkatnya pertumbuhan pola konsumsi masyarakat. Demikian juga kebutuhan energi makin terasa tak mampu dipenuhi oleh PT. PLN (Persero) BUMN yang diberi kepercayaan oleh pemerintah memegang hak monopoli listrik, dengan adanya pemadaman listrik bergilir di beberapa kota besar seperti kota Jakarta, Medan dan lain-lain.

3999148455_55cb906899_z  IMG_0798

Krisis Pangan & Energi

Beberapa puluh tahun silam tepatnya tahun 1986  di masa pemerintahan orde baru, Indonesia sempat merasakan swasembada pangan padi/beras. Setelah masa itu  ekspor hasil-hasil komoditi pangan terutama pertanian terus menurun terutama hasil pertanian rakyat usaha kecil menengah di daerah dan terus berganti dengan swasta korporasi usaha besar (dalam negeri bekerjasama dengan mancanegara). Usaha perkebunan pertanian yang menjadi Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) juga sulit bersailng dari segi permodalan dan teknologi serta SDM yang memegang peranan.

Potensi sumberdaya air yang besar dari darat berupa sungai-sungai, anak sungai, danau dan rawa-rawa, serta air tanah dalam  serta air laut yang luas selama ini belum memberikan keuntungan signifikan bagi kesejahteraan masayarakat bahkan menjadikan bencana malapetaka banjir di musim hujan dan kering kerontang dan kebakaran hutan  di musim kemarau. Potensi sumberdaya air Indonesia misalnya disampaikan mencapai 75.000 MW. Dari potensi ini yang layak untuk dikembangkan adalah 25.600 MW selebihnya tidak feasible (tidak layak) sementara yang baru dimanfaatkan sampai sekarang ini baru sekitar 5.000 MW atau sekitar 7% dari potensi yang ada (data tahun 2014).

Pembangunan bendungan atau waduk dapat berfungsi untuk keperluaan air irigasi mengairi sawah dan ladang perkebunan rakyat, juga sekaligus dapat sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah banyak dilakukan diantara seperti waduk Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat, waduk Wonorojo Tulung Agung Jawa Timur dan waduk Batutegi Lampung Selatan. Disamping itu waduk juga dapat menjadi ‘reservoir’ penampung air baku air minum bagi perusahaan air minum daerah, lokasi wisata dan budidaya perikanan keramba apung. Kegiatan yang terakhir keramba apung setelah dikaji potensi manfaatnya meningkatkan income masyarakat sekitar lokasi, namun potensi bahaya kerusakan bendungan lebih besar dari akumulasi sedimen yang ditimbulkan makanan ikan yang merusak struktur fisik bangunan, oleh karena itu tidak disarankan.

Dengan meningkatkan intensitas hujan akhir-akhir ini yang menurut para ahli akibat perubahan iklim global (climate change). Intensitas hujan yang tinggi mulai dari bulan Desember 2014,  Januari-Februari sampai Maret 2015, perkiraan ahli BPPT dan BMKG Indonesia rawan masuknya massa udara dingin atau seruak dingin (cold surge) dari daerah Siberia Rusia bersuhu sangat dingin (sampai minus 50 derajat C) menuju ke daerah Jawa Barat Indonesia bersuhu tropis/panas . Mengakibatkan potensi terbentuknya awan hujan yang banyak dan mengakibatkan banjir yang lebih besar di seluruh wilayah Indonesia. Intensitas hujan yang besar didaerah DAS sungai-sungai besar seperti Barito dengan anak-anak sungainya Busang, Juloi Kalimantan Tengah dan lain-lain telah menyebabkan banjir tahunan merendam daerah Muara Teweh dan sekitarnya. Demikian juga daerah Kabupaten Aceh Utara, hulu sungai Kreung Keureuto di daerah Kabupaten Bener Meriah setiap tahunnya memberikan banjir yang menimbulkan kerugian materi dan bahkan korbn nyawa manusia di muaranya  yang merupakan ibukota Aceh Utara  Kota Lhok Seukon. Pada kedua lokasi ini direncanakan akan dibangun bendungan untuk mengatasi banjir yang terjadi berulang setiap tahunnya di musim penghujan, disamping untuk penyediaan air irigasi persawahan dan ladang masyarakat dan  lain sebagainya.

Pembangunan bendungan pada lokasi yang telah ditentukan kelayakannya akan dapat mengatasi banjir di muara sungai besar yang merendam pemukiman penduduk , menimbulkan kerugian materi  dan bahakan korban nyawa setiap tahunnya.  Hl ini tentu akan membebani pemerintahan setempat setiap tahun dalam mengatasi ddan memperbaiki infastrukstur yang rusak tanpa mengendalikan di hulu sungai dengan membangun bendungan dan dapat mengatasi banjir dan memberi air irigasi bagi masyarakat untuk dapat bertanam di dengan musim tanam yang teratur karena ketersediaan air yang cukup bagi kebutuhan pertanian dan perkebunan. Selain itu energi listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akan bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan usaha industri pengolahan hasil-hasil pertanian-agribisnis-agroindustri (home industri/industri kecil dan menengah) dan berbagai kegiatan pendidikan,  perdagangan, transportasi , komunikasi , informasi dan lain sebagainya.

Keterbukaan informasi dari rencana-rencana proyek yang bermanfaat bagi masyarakat banyak harus terus menerus disampaikan dengan bekerjasama antara komponen terkait dilapangan. Demikian juga satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh pemerintah daerah dan pusat, bahwa terjadinya atau hadirnya suatu bendungan besar yang indah dan banyak manfaatnya adalah disebabkan atas hasil kesediaan beberapa orang  pemilik lahan di daerah lokasi bendungan yang terkena proyek yang telah bersedia menerima pembebasan ganti kerugian (land acquisition) dan bersedia pindah ke tempat lain atau mengikuti program pemukiman kembali (resettlement plan). Kesejahteraan hidup mareka di tempat yang baru juga harus diperhatikan, jangan seperti “peribahasa mengatakan habis manis sepah dibuang”.   Berbicara tentang penghargaan (reward) tentu saja sebagai manusia, tidak hanya selalu dalam bentuk materi, walaupun materi memang sangat dibutuhkan bagi yang kurang mampu.  Wallahu’alam bissawab.

Referensi :

Dari berbagai sumber