Mengatasi Macet Versi Temanku

Suatu sore hujan lebat.. Aku lagi bermacet ria di sebuah jalan menuju pulang ke rumah dari arah Sudirman ke Kp. Melayu..Kakiku terasa pegal benar, capek menekan rem dan gas,

“Untung mobilnya matic, tdk seberapa capek dibandingkan mobilku yang manual..” komentar Temanku yg duduk disamping, sambil melirikku menyetir dan sesekali memijit-mijit kaki kanan.

“Tapi kau tahu, Aku punya resep agar Jakarta tidak macet lagi seperti ini..”sambung temanku itu. Aku jadi penasaran ingin tahu apa resepnya?

“Ayo cepat katakan resepmu itu, kalo tokcer nanti kusampaikan sama Bang Foke inilah ahlinya yg dia cari selama ini yang belum ketemu itu, soalnya dulu Bang Foke pernah bilang kemacetan lalulintas, banjir etc akan diserahkan sama ahlinya..” pancingku agar dia cepat membuka rahasia resepnya itu.

“Tunggu dulu..ini resep bukan sembarangan resep.. resepnya bukan sekedar menghilangkan macet sementara, tapi selamanya..”pancing temanku lagi.

Ah benar-benar dia membuatku ngak sabaran.

“Ah cepatlah kau ceritakan resepmu itu..sebelum Aku stress benaran nich atau Aku turun dari mobil biar macet sekalian..” rupanya gertakku mampan juga.

“Baiklah..Pertama, pemimpin kita ini harus membangkitkan rasa nasionalisme cinta tanah air kepada masyarakat, cinta…”belum selesai dia ngomong Aku sudah memotongnya,

“He apa hubungannya rasa nasionalisme, cinta tanah air dan kemacetan..tidak ada hubungannya tahu..”Aku jadi kesal juga sama teman yang menurutku ‘sableng’ itu.

“Ada hubungannya.. malah sangat berhubungan, terutama dengan cinta produk dalam negeri..”dia melanjutkan kalimatnya yg terputus tadi.

Aku mulai sedikit mengerti maksudnya. Aku diam membiarkan dia melanjutkan ceritanya.

“Jadi, pemimpin kita seperti Bang Foke bikin Perda yang melarang memakai produk luar negeri, harus memakai produk dalam negeri tidak kecuali termasuk semua kenderaan yang ada di jalan yang bikin macet sekarang ini..Aku yakin jalan tidak akan macet!” pungkas temanku itu.

“Itu mach bukan tidak macet lagi..tapi kau tahu yang macet ekonominya tahu..”jawabku kesal sama Teman Sablengku itu.

Tapi pikiran Temanku itu memang agak sableng, bayangkan kalo Perda Pemprov DKI diberlakukan agar menggunakan produk Made in Indonesia utk kenderaan roda 4, roda 2, roda 1 apa ada kenderaannya (mungkin yang ada roda 2, mereknya Pedati yg ditarik kuda). Ada sih dulu yg teman-temanku banyak memperbincangkan .. itu lho Mobil Timor, tapi hak patennya sdh diambil sama Rep.Timor Leste, bukan? Ya itu sudah dijual oleh Bapak Presiden Habibie dulu…

Jadi setelah kupikir2 lagi Temanku itu ngak (bukan) sableng tapi benar, Jakarta tidak akan pernah macet seperti sekarang ini. Sekarang benar-benar menyesak dada juga melihatnya, dimana-mana merek mobil Jepang, Eropa, Amerika dari yg klasik sampai yang paling baru. Jadi jalanan ibukota macet oleh produk luar negeri lho..Tapi kalo saran Temanku yang tidak sableng itu agar Perda melarang kita pakai produk luar negeri, lantas bagaiman dong? Kita2 yang agak gengsian dikit ini, mau naik apa?.Apa mau naik Pedati? Amit..Amit!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s