Point to Return (Titik Balik)

Kita manusia biasanya setelah jauh berjalan akhirnya ingin kembali ke titik awal perjalanan kita mulai, yaitu masa kanak-kanak yang masih polos dan tanpa dosa. Coba kita perhatikan hidup kita yang telah melewati usia masa remaja menuju dewasa, satu demi satu kenangan masa anak-anak dan remaja mulai kembali membayangi. Berupa  kenangan tentang masa lalu. Kita mulai rindu dan ingin  bertemu, berkumpul dengan teman-teman lama kita waktu anak-anak dan remaja dulu. Mulut kita mulai suka bercerita kepada anak-anak kita. Cerita-cerita waktu kanak-kanak dan remaja kita dulu,  kisah yang berbagai ragam, ada sedih, senang, lucu dan sebagainga yang pernah kita alami. Kejadian dan peristiwa yang berkesan bersama keluarga dan sahabat, teman-teman dekat kita.

Mungkin juga karena keinginan yang kuat untuk kembali kemasa kanak-kanak dan remaja tersebut sampai-sampai, ada diantara kita yang telah berusia senja kembali menjadi seperti anak-anak dan remaja atau apa yang disebut puber ketiga.  Lupa ingatan menjadi berperilaku seperti anak-anak dan remaja kembali. Puber ketiga pula kadang banyak membuat kita lupa anak-anak dan isteri, terbawa perilaku masa remaja dulu yang indah, masa penuh dengan nostalgia kisah cinta. Puber ketiga yang membuat sebagian kita harus pecah kongsi dengan sejoli kita, anak-anak kita menjadi anak yang broken home akibat kedua orang tuanya harus berpisah karena berselingkuh..na’uzubillahi min zaliq!

Ada diantara kita yang pintar membayangkan semua kejadian masa kecil dan remajanya itu dan membungkusnya dengan pengalaman-pengalaman hidupnya, jadilah dia berbagai buku cerita, otobiografi, novel, cerpen, puisi, cerita drama, film, dan berbagai karya tulis lainnya. Menulis semua perjalanan hidup kita yang mungkin menjadi pelajaran dan pembelajaran bagi oring lain. Tapi ada diantara kita tidak ingin mengenangnya karena akan meninggalkan luka yang sulit terobati. Begitu juga ada diantara kita yang tidak tahu,  mau diapakan dengan kenangan dan nostalgia kita itu, karena kita tidak tahu bagaimana harus memulai dan bagaimana menulisnya. Alangkah sayangnya apabila kisah-kisah yang indah yang kita alami dan miliki akan berlalu atau terkubur begitu saja seiring dengan dengan terkuburnya jasad kita.

Manusia senang bernostalgia. Perhatikanlah lagu-lagu, film, peristiwa yang pernah membekas dalam perjalanan hidupnya selalu dikenangnya. Berbagai cerita atau peristiwa tersebut baik yang manis maupun yang pahit membekas dalam relung-relung hati kita yang dalam, di dalam buku atau kaset yang bernama nostalgia. Kita ingin kembali ke masa remaja dan masa kanak-kanak kita. Kita ingin yang indah-indah dan bahagia itu kembali berulang. Coba sekarang ditengah kesendirian kita di kamar tengah malam dengan pelan kita buka dan putar kembali lembaran kaset lagu nostalgia yang pernah menyentuh perasaan kita dulu. Salah satu adalah sebuah lagu Koesploes tahun 70an misalnya, dengan judul ANDAIKAN KAU DATANG.

Coba kita lamat-lamat meresapi syair lagu itu dengan sepenuh jiwa kita, pasti kita akan membayangkan kembali saat-saat kita dulu pernah jatuh cinta dengan seorang kekasih laki atau wanita. Lalu kita tinggalkan dan suatu ketika mengenang dan ingin  kembali. Sekarang coba kita lupakan cinta nostalgia kita dulu itu. Kita ganti cinta kita kepada Tuhan kita yang telah memberikan demikian banyak rahmat dan karuniaNya kepada kita sampai detik sekarang ini.

Tahukah kita, bahwa syair lagu itu seakan MEMANGGIL KITA UNTUK KEMBALI KEPADA TUHAN KITA..UNTUK MENDAPATKAN  TITIK BALIK!  Coba kita dengarkan  syair lagu itu yang kita bayangkan si DIA itu adalah TUHAN KITA, YANG MAHA BESAR RASA KASIH SAYANGNYA KEPADA KITA- ALLAH SWT.. Cobalah kita resapi syairnya..(Kata-kata yang menunjukan kepada manusia telah saya ganti menunjukkan kepada ALLAH dengan cara mengganti huruf kapital dan sedikit perubahan)

Terlalu indah di lupakan
Terlalu sedih di kenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan KAU ku tinggalkan

Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangMU
Setulus pesanMU
Kepadaku
ENGKAU kan menunggu

Andaikan KAU datang kembali…
Jawaban apa yang kan kuberi…
Adakah jalan yang ku temui
Untuk aku kembali lagi

Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintaMU
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini ku akhiri

Apa yang kita rasakan sekarang?  Pernahkah kita  meresapi bait syair ..”andaikan Tuhan kita datang kembali..(Allah SWT memanggil  kita kembali dengan hidayahNYA) ..Jawaban apa yang kan kita beri..(apakah kita masih berkomitment setengah hati?).. Adakah jalan (titik balik, point to return) yang kita temui ..Untuk kita kembali lagi…Jawabannya pasti terpulang kepada kita masing-masing. Tapi yang jelas titik balik akan kita temui kalau kita berusaha dan bersungguh-sungguh mencarinya. Setelah kita jauh Berjalan dan Tuhan kita, kita tinggalkan…betapa hati kita bersedih..mengenang kasih dan sayangNYA..Setulus pesanTUHAN kepada KITA..TUHAN menunggu pertaubatan hambaNya.. Semoga kita semua akan menemukan titik balik kita masing-masing cepat atau lambat!. Amin YRA.

Jakarta, 30 Maret 2012

Zulaidin Mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s