RIGHT OR WRONG MY COUNTRY

Ada kata pepatah yang mengatakan, bahwa banyak berjalan banyak yang dilihat. Tidak berlebihan apabila kita mempunyai kesempatan berjalan-jalan atau berwisata kesuatu negara atau kota, kita mempunyai pengalaman tersendiri terhadap negara itu atau kota tersebut. Sering kali pengalaman atau kejadian yang kita alami selalu kita bandingkan dengan pengalaman atau kejadian yang kita pernah alami di negeri kita sendiri. Aku banyak mendengar juga tentang suatu rombongan atau kelompok yang melakukan suatu studi banding ke suatu negara atau kota.Bahkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kita yang terhormat, sering melakukan studi banding ke suatu negara. Aku tidak tahu apa yang dilakukan dalam studi banding tersebut? Tapi banyak rakyat yang mempertanyakan dari studi-studi banding DPR tersebut, apa manfaatnya buat rakyat dan negara ? Kalau tidak, ini adalah bentuk-bentuk ‘pengurasan’ uang negara bagi kepentingan individu-individu untuk berjalan-jalan, bahkan ada yang membawa isteri segala.

Sebagian pengalaman yang aku rasakan selama berkunjung ke Turki kucoba bandingkan dengan apa yang terjadi dan alami di negeriku. Kalau kejadian atau pengalaman yang kuungkapkan itu merupakan pengalaman buruk, aku tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan negeri atau bangsaku, akan tetapi kiranya harapanku akan memberikan kesadaran dan perbaikan kita bersama dimasa yang akan datang. Aku pernah mendengar ada suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dikelola oleh anak-anak negeriku tercinta, akan tetapi karena banyak mendapat bantuan dari luar negeri. Dalam sepak terjangnya mareka dengan teganya menjelek-jelek bangsanya di mancanegara. Alasannya, mungkin pandangannya semakin banyak mengungkapkan yang jelek-jeleknya, semakin banyak kucuran dana yang diberikan oleh negara donator.

Tapi aku cukup bangga dengan negeriku dibandingkan dengan Negari Turki. Pertama, dari negeriku aku menyukai cuacanya yang hangat alias panas sehingga tidak merasakan kedinginan setiap saat. Aku tidak dapat membayangkan hidup diudara dingin selama musim dingin. Kedua, masyarakatnya cukup peramah dan bersahaja, walaupun dalam himpitan kesusahan bekerja mencari makan, masih mampu tersenyum kepada setiap orang, kalau tidak percaya coba lihat penjual jamu gendong, betapa sulitnya beban hidup yang dipikulnya, namun masih tetap tersenyum, “Mas…Mas… minum jamunya Mas”, sambil melemparkan senyumnya yang manis itu. Jauh berbeda dengan penyemir sepatu di lobby hotel Hilton Istanbul itu, atau anak buah kapal Ferry yang kami tumpangi. Ketiga, negeriku bisa mengirimkan banyak Tenaga Kerja Internasional (TKI) ke berbagai negara, yang tidak banyak dilakukan oleh negara-negara lain. Negara- negara lain memang tidak mampu melakukannya, karena tidak mempunyai sumberdaya manusia TKI yang cukup. Jadi negeriku merupakan gudang sumberdaya manusia TKI. Keempat, dinegeriku walaupun ada ‘sejenis’ tari perut ala gaya ngebor Inul tapi tidak ada orang yang berani berciuman di depan umum, masih cukup sopan, pikirku. Kelima, walaupun negeriku dituduh sebagai negara yang sangat subur dengan KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme), tapi setelah diperiksa penyelidik polisi dan Bapak Jaksa banyak yang tidak terbukti atau tidak dapat dibuktikan. Aku bangga karena petugas penyelidiknya telah dapat ‘mengerti’, sesama anak bangsa tidak perlu ribut-ribut, apalagi masuk penjara, bukankah kita bangsa yang mencintai damai ?! Keenam, setiap tahun di musim kemarau negeriku mengekspor asap kenegeri tetangga Singapore dan Malaysia yang tentu akan mengahasilkan ‘devisa’ yang tidak sedikit bagi negara. Ketujuh, dari perut negeriku kaya dengan hasil tambang seperti minyak dan gas dan yang terakhir sejenis bahan tambang, baru pertama kali ini ditemukan didunia dalam pengeboran di Porong Sidoarjo Jawa Timur, yaitu lumpur panas (hot mud). Dan kabarnya lumpur ini bermanfaat untuk kesehatan seperti yang banyak digunakan untuk SPA dan lain sebagainya. Hal ini berarti, kalau ini diolah bisa menjadi ‘komoditi’ pariwisata untuk luluran dan bisa mengalahkan produk luluran dari Jordania yang bernama ‘Dead Sea Mud”. Wallahu ‘alam bissawab!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s