PENTINGNYA PERENCANAAN UNTUK SUKSES

Tidak bisa tidak kalau seorang ingin hidup dengan mengamalkan hadist Rasul : hari ini harus lebih baik dari kemarin, maka agar kegiatan yang dilakukan sehari-hari punya makna, maka harus menyusun rencana. Setiap orang punya waktu sehari semalam 24 jam. Dalam waktu 24 jam itu semua aktifitas harian dilaksanakan. Ada yang sukses ada yang gagal. Kesuksesan bukanlah tidak pernah gagal, tapi merupakan jumlah bilangan jatuh lebih sedikit dari bilangan bangkit. Jatuh dan bangkit adalah fungsi dari waktu dan perencanaan.

Kelemahan seorang Muslim selama ini lebih banyak pada tidak adanya perencanaan yang detail dalam meraih kesuksesan. Hidup bagaikan air mengalir semua diterima seorang Muslim seolah sudah takdir dari Allah, cepat pasrah dan berserah diri pada Allah. Pada hal manusia belum tahu takdirnya, kalau ia belum berikhtiar dan berusaha secara maksimal. Kelemahan, kebodohan, kemiskinan, ketidakberdayaan didefinisikan sebagai takdir. Padahal itu pula tujuan diturunkan Allah Al-Qur’an melalui Rasulullah SAW untuk melawan dengan membuat perencanaan yang baik untuk dapat kuat, pintar, kaya dan dapat berdaya seperti ummat awal masa kerasulan. Bukankah sejarah telah membuktikannya, zaman keemasan dan kejayaan Islam?

Seorang Muslim apabila sejak selesai sholat Subuh sudah menyusun rencananya hari itu dengan detail jam per jam dan ia beikhtiar sekuat untuk melaksanakan rencana itu hari itu juga, maka dapat di lihat hasil-hasilnya hari itu juga. Sebagai contoh misalnya, esok hari ia dari Subuh sampai Zuhur ia merencanakan 3 kegiatan sebagai berikut :

1). Belajar mempersiapkan diri menghadapi test sertifikasi bidang keahlianya/profesinya sebagai dosen, pegawai negeri, konsultan dsbnya, dengan harapan agar lulus baik(misalnya test jam 8 s/d jam 10),
2).Kemudian jam 10 s/d 11 ada rapat proyek dimana harus ada keputusan yang diambil,
3).Jam 11 s/d 12 harus ketemu orang yang mengajak bisnis dls.

Usaha mempersiapkan diri untuk lulus sudah dipersiapkan diri dengan matang dan sungguh-sungguh dengan belajar keras. Esok hari kenyataannya ia mengalami kegagalan dalam ujian sertifikasi (no. 1), sedangkan kegiatan no 2 dan 3 keduanya sukses.

Seorang Muslim yang baik, ketika tiba waktu sholat Zuhur ia pertama melakukan mengucap terima kasih kepada Allah dan bersyukur telah memberikan kesuksesan pada point 2 dan 3. Terhadap point no. 1 ia mengadu kepada Allah : ”Ya Allah, aku ini hamba ciptaanMu aku telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat lulus dalam ujian sertrifikasi, aku tidak mengerti hikmah dibalik itu sehingga aku tidak lulus Ya Allah, aku menerima apa yang engkau takdirkan ya Allah, aku yakin dibalik itu semua ada hikmah yang Engkau telah persipkan kepadaku Ya Allah”. Kalau ini dilakukan, maka ia tidak pernah berburuk sangka kepada manusia lain seperti …ah ini ada permainan dari panitia ujian tidak meluluskan aku, atau ini kurang sesajennya….dls. Begitu juga rencana dari Zuhur sampai Asar, Magrib dan menutupnya dengan sholat Isya.

Berburuk sangka pada penyebab ketidaklulusan diatas disamping sebagai dosa, ia juga akan menjadi biang tumbuhnya penyakit rohani yang akhirnya akan menggerogoti jasmani. Sebaiknya ia akan mengintrospeksi diri dan membuat rencana yang lebih baik lagi kedepan. Continously Improvement… Iqra’ ayat pertama yang diturunkan Allah SWT di paktekkannya dengan sungguh-sungguh, tidak ada waktu yang ia sia-siakan untuk tidak membaca dan berikhtiar yang terus menerus untuk memperbaiki keadaanya (famili dan keluarganya) serta lingkungannya.

Kalau ini dilakukan maka seorang Muslim tidak pernah stress, putus asa apalagi mau bunuh diri apabila suatu keinginan atau prioritas utamanya mengalami kegagalan. Ia tetap merupakan pribadi yang kuat/tangguh dan istiqamah. Beda dengan bangsa lain sebagai mana bangsa Jepang misalnya, ketika keinginan tidak terpenuhi, merasa malu dan akhirnya harakiri (bunuh diri). Nauzubillahi min zalik !. Maka kesimpulannya, tidak ada alasan orang Muslim tidak bisa maju sebagaimana bangsa-bangsa lain yang telah maju di muka bumi Allah SWT yang luas ini. Semoga!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s