Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) (Bag 3 Penutup)

IMG_0838

Menurut sejarahnya, penunjukan kawasan hutan pegunungan bukit kapur (karst) Maros-Pangkep Sulewesi Selatan menjadi Taman Nasional Bantimurung Bulusaruang (TN Babul) melalui proses yang cukup panjang. Pemerintah Indonesia pada tahun 1993 oleh desakan badan PBB UNESCO agar segera melindungi ekosistem karst melalui penetapan kawasan konservasi, untuk selanjutnya diusulkan menjadi Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites). Kawasan karst Maros-Pangkep salah satu kawasan yang sudah terkenal didunia. Gugusan karst terbentang mulai dari Kabupaten Maros-Pangkep dengan total luas kawasan 4.500 Ha, berbentuk menara (tower karst) dan merupakan landskap karst terbesar kedua di dunia, setelah kawasan bukit karst seluas 600,000 km persegi di Propinsi Guizhou China Selatan.

Kisah tentang terjadinya bukit karst, konon wilayah itu dahulunya berada di bawah lautan, bisa jadi menjadi dasar lautan. Akan tetapi karena proses pergerakan tektonik, dan perubahan kulit bumi dari zaman es sampai sekarang ini, maka dasar permukaan laut tersebut terangkat dan menjadi pulau-pulau seluruh kepulauan nusantrara ini. Pegunungan karst kaya dengan kandungan sumberdaya alam mulai dari Dolomit, Evaporit, Gips, Halite, Silika, Kuarsa, Basalt, Granit dan lain sebagainya. Kawasan bukit karst terkenal sebagai bahan baku utama semen dan jenis penambangan marmer dan lain sebagainya. Karena itu tidak heran kalau banyak pabrik semen dan jenis penambangan berdiri di sekitar lokasi Taman Nasional ini. Bukit karst juga terkenal sebagai sumber air tawar karena biasanya bukit karst ini berongga dan memiliki gua yang biasanya banyak sungai bawah tanah. Tidak heran juga, gua-gua yang ada di perbukitan karst umumnya kaya akan pesona stalagtit dan stalagmit.

Stalagtit dan stalagmit yang sering kita jumpai di goa-goa adalah berasal dari senyawa Calsium Carbonat (CaCO3) dengan reaksi kimianya sebagai berikut :

Ca(HCO3)2 (l) —-> CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)

Ca(HCO3)2 berupa air yang merembes ke dalam tanah. Ca(HCO3)2 yang merembes ke tanah menetes ke dasar goa dan terurai menjadi CaCO3, H2O dan CO2. Stalagtit adalah batu kapur yang tumbuh dari bagian atas goa menuju ke dasar goa, sedangkan stalagmit tumbuh menjulangdari dasar goa keatas. Ca(HCO3)2 terus menetes dan mengakibatkan penumpukan CaCO3 (CaCO3 mengendap). Penumpukan CaCO3 inilah yang nantinya tumbuh sebagai stalagmit.

Jalan setapak menuju Goa hanya sebagian yang telah di semen dan selebihnya masih tanah liat yang harus ekstra hati-hati melangkah agar tidak tergelincir lebih lagi di musim hujan. Sebelah kiri jalan di areal yang sedikit landai ada sebagian masyarakat berjualan minuman dan makanan ringan dengan ‘gubuk’ seadanya terbuat dari bambu. Sementara sebelah kanan menurun kearah sungai dan di daerah pinggir sungai telah dipagar dari besi.

“Di daerah sana rawan terjadinya kecelakaan, karena ada masyarakat yang mandi di sungai dan terbawa arus” jelas Basri kepada kami.

Tidak jauh dari sana disebelah kanan, sekitar 30 m menjelang mulut Goa terdapat Makam Mbah Karaeng Bantimurung. Makam kelihatan seperti makam biasa hanya sedikit diteduhi atap seng. Kami hanya melewati makam sekitar sepuluh meter dari sebelah kiri jalan sampai menjelang mulut Goa. Disana sudah ada beberapa orang masyarakat dengan senter besar ditangannya sambil menawarkan jasa untuk menemani masuk ke Goa.

Jalan menuju masuk ke Goa harus menaiki anak tangga batu yang licin selebar kurang lebih satu meter tidak ada tempat pegangan. Pegangan satu-satunya adalah pada dinding batu yang ada sebelah kiri kanan. Tangga menjadi licin karena adanya air bercampur tanah liat yang mengalir dari atas setelah hujan gerimis sebelumnya. Didepan pintu Goa yang gelap Basri menjelaskan kepada kami, agar lebih jelas di dalam Goa dan puas melihat stalagtit dan stalagmit serta kepentingan foto-foto yang baik, lebih baik menggunakan lampu petromak. Kami setuju dengan harga sewa lampu petromak sebesar Rp. 50.000.- selama berada di dalam Goa. Sambil menunggu lampu petromak di hidupkan, kami sempat berjepret ria sebentar di sekitar mulut gua. Seperti fotografer professional Basri kembali beraksi.

“Coba saya ambil dari bawah keatas agar celah celah sinar dan bentukan batuannya yang indah itu bisa terlihat sebagai latar belakang” seru Basri. Aku dan Nora manut saja apa kemauan sang Sutradara Dadakan itu.

Tak begitu lama kami mulai menelusuri Goa dengan sebuah lampu petromak yang menyala agak remang-remang. Mula-mula Aku sempat bergidik juga bulu kudukku, merasakan dan membayangkan sesuatu ’hawa dan suasana yang berbau magis’. Apalagi si Sutradara Dadakan Basri sekali-kali menunjukkan kedepan dan keatas, bahwa disana katanya ada ’bentukan seseorang atau binatang’ yang sedang menatap kearah kami. Seekor kelelawar yang agak besar yang identik dengan pengisap darah manusia (vampir) berkelebat terbang di sekitar kami. Disatu sudut Goa Basri menunjuk keatas agak lama tanpa komentar.

”Maksudnya apa?!, akhirnya Aku bertanya memecahkan suasana hening dan menakutkan.

”Lihat ada batuan yang melilit seperti ular bergantungan banyak sekali diatas sana” serunya. Aku kaget, jangan-jangan ular benaran. Pada waktu yang lain ia menunjuk lagi.

”Ada apa lagi?” Aku penasaran ingin tahu,

”Ada kristal-kristal berlian yang indah dan bila terkena air memancarkan warna beraneka rupa”, sahut Basri.

”Ya ya, indah sekali kelihatannya apalagi bila terkena cahaya lampu” sahutku.

Kelebihan yang lain dari seorang Basri, pinter membuat cerita-cerita atau penampakan yang berbau magis. Semakin banyak cerita-cerita yang bersifat magis dan tahyul di tempat-tempat yang seperti ini, maka semakin banyak pula timbul rasa penasaran manusia untuk datang ingin mengetahuinya dan membuktikannya, bukankah?!. Basri kamu memang pinter ’menjual’ keindahan lokasi pariwisata di daerahmu. Jepret-jepret jepret hampir setiap sudut menjadi sasaran bidik camera dari Basri. Tapi sayang, pada sisi lain dari dalam Goa itu, Aku melihat ada goresan tangan-tangan jahil manusia yang menuliskan sesuatu disitu. Tapi memang tidak ada peringatan atau petunjuk apapun dalam Goa itu berupa peringatan untuk tidak boleh coret mencoret. Cerita tentang Goa mimpi kami tidak meneruskan masuk kedalamnya karena untuk masuk kesana agak sedikit licin (bahaya terpeleset) dan ruangan sedikit menyempit. Goa pertama dinamakan goa mimpi dengan panjang mencapai 1.415 m dengan kedalaman 48 m. Goa kedua dinamakan Goa Tuwokala dengan panjang lorong mencapai 80 m. Namun yang paling populer dikunjungi adalah Goa Mimpi. Konon kabarnya Goa Mimpi orang yang menemukan gua tersebut justru mengetahui keberadaan gua tersebut dari mimpi yang dialaminya, karena itu dinamakan Goa Mimpi.

Wisata TN Babul selain terkenal dengan air terjun dengan kolam renang alaminya, Kingdom of Butterfly dengan tempat penangkaran kupu-kupu (Museum Kupu-kupu) terbesar di Indonesia, penjelajahan Goa Batu dengan Stalagtit dan Stalagmitnya, napak tilas sejarah masa lalu dengan Taman Pra Sejarah Leang-leang yang dilakukannya penelaahan gambar-gambar pra sejarah oleh Van Heekeren dan Miss Heeren Palm pada tahun 1950. Heekeren menemukan gambar babi rusa yang sedang meloncat, yang di bagian dadanya terdapat mata panah menancap. Sedangkan Miss Heeren Palm menemukan gambar telapak tangan dengan latar belakang cat merah, yang diduga merupakan gambar tangan kiri wanita, di Gua Leang Pettae. Lokasinya gu-gua pra sejarah ini agak jauh dari objek-objek TN Babul dan agak memutar pendakian bukit masih terletak diantara rerimbunan pepohonan dan hutan.

Aku memang baru pertama kali ini masuk ke sebuah Goa Stalagtit dan Stalagmit. Kekaguman dan ketertarikanku melihat setiap ukiran alam yang luar biasa semakin membuatku takjub pada Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Keindahan dari ukiran-ukiran dari stalagtit- stalagmit itu membuat Aku tak habis-habisnya berucap dalam hati Masya Allah ..Allahhu Akbar! Kami sebenarnya ingin sekali berlama-lama duduk diatas stalagmit yang ada didalam Goa, namun apa mau dikata waktu tak bisa diajak berkompromi dan kami harus segera keluar dan kembali ke Makasar dan seterusnya terbang ke Jakarta. Aku menyadari, apa yang di sampaikan Basri pada saat kami ragu-ragu melangkah naik tangga menuju Goa .. ”Kalau sudah kesini, hanya sampai disini, belum masuk ke goa tersebut sama juga seperti belum pernah kesini” ..ada benarnya. Begitupun dalam pikiranku seandainya pemerintah daerah dan stakeholders (pemangku kepentingan) di daerah ini bisa menata lebih baik lokasi wisata ini, terutama dari segi keamanan, kenyamanan, dan keindahan lokasi ini, maka Aku yakin suatu hari lokasi wisata ini tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya.

Dalam perjalanan menuju pulang, Aku teringat bukunya Azizi Ali, perencana keuangan nomor satu di Malaysia dengan judul Catatan Sang Miliarder, ada cerita menarik disana tentang pariwisata pada bagian ”Jadilah Berbeda Atau Mati Saja”. Isi cerita sedikit Aku modifikasi, ceritanya tentang Si Penguasa Pulau dengan Penasehatnya yang hidup disebuah pulau terpencil, terisolasi 2000 mil dengan pantai terdekat. Mareka bahagia dan makmur di tahun 500 M, ketika cerita ini berlangsung. Tapi populasi berkembang terus yang akan mengancam hidup anak-anaknya. Si Penguasa Pulau memanggil Penasehatnya dan bertanya,

”Apa masalah yang mengancam keselamatan kita semua?” Si Penguasa Pulau jarang bicara, nampaknya si Penasehat berhasil menarik perhatiaanya.

”……Dalam beberapa tahun kedepan pepohonan dan hutan akan ditebang. Makanan bakal menjadi masalah. Bagaimana anak-anak kita akan bertahan hidup nantinya?” Bibir Penguasa Pulau menyunggingkan senyuman.

”Pariwisata” ucapnya,

”Ya kami telah memikirkan hal itu” protes si Penasehat.

”Kami juga percaya bahwa pariwisata akan menjadi besar di masa depan. Orang-orang akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk bepergian dan melihat bagian dunia lain. Masalahnya, bagaimana kita bisa menarik orang-orang datang ke pulau kecil kita. Kita tidak punya apapun yang berharga untuk ditunjukkan kepada mareka. Kita tidak punya pantai-pantai yang indah seperti tetangga kita Hawai. Kita tidak punya sumber alam, bahkan burung-burung tidak singgah disini untuk sekedar menarik napas”

”Jika kita tidak punya daya tarik alami, maka ciptakanlah” jawab si Penguasa Pulau.

”Apa maksud anda” si Penasehat ingin tahu,

Si Penguasa Pulau mengambil jeda sejenak dan kemudian tersenyum dibibirnya,

”Bangun patung-patung batu di sekeliling pulau”

Si Penasihat tertawa makin tidak mengerti,

”Maksud anda, orang-orang dari bagian dunia lain akan datang ke pulau kita hanya untuk melihat patung-patung?”

”Ya, jika kita membangunnya, mareka akan datang”

”Mengapa?”

”Karena itu berbeda” si Penguasa Pulau menjawab dengan nada keras.

”Itulah sebabnya, lihatlah Hawai, Bora-Bora, Langkawi dan pulau Pasifik yang lain…..”

”Tapi bagaimana caranya hal itu bisa menarik para turis”, pikir Penasehat, tapi akhirnya ia menyadari,

”Untuk inilah anda akan membayar saya” mata si Penasehat berbinar-binar., sambil mengeluarkan idea-ideanya,

”Kita akan membangun patung-patung itu secara tiba-tiba, tapi bukan patung utuh, hanya bagian wajahnya saja. Mareka akan datang untuk mencari tahu alasannya, mencari tahu sebabnya. Tentu saja mareka tidak akan menemukannya- kerena memang tidak ada. Dan untuk lebih membingungkan mareka, kita akan meninggalkan petunjuk-petunjuk palsu sepanjang jalan. Ini akan membuat mareka akan menyebar kesegala arah. Itulah alasannya mareka pasti datang dan membawa serta uang yang dibutuhkan untuk memastikan kelangsungan hidup anak-anak kita.

”Idea anda terdengar menarik. Tetapi dari mana kita mendapatkan cukup batu untuk membangun patung itu?”

”Kita impor patung-patung itu dari Cina saja. Orang-orang China dapat membangun mareka dengan harga sangat murah. Tentu saja, kita akan membuang label ”Made in China” saat patung-patung itu tiba disini”.

Sambil berkhayal di mobil menuju pulang Aku termenung sejenak, kalau si Penguasa Pulau dan Penasehatnya, dari tidak punya sumberdaya alam apa-apa, yang bisa menarik dan memikat turis untuk datang selain idea-ideanya, apalagi kita yang punya objek-objek wisata menarik untuk di jual dan memikat turis untuk datang. Dan seterusnya Akupun tertidur …. ZZZZ

THE END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s