Topkapi Sarayi Muzesi Istanbul

New Picture (15)
Miniatur Istana Topkapi (Istana Pertama dari Kesulthanan Turki Usmaniyah) yang terletak di Kota Istanbul atau pada Masa Pemerintahan Rumawi dikenal sebagai Kota Konstantinopel

Berkunjung ke Turki ke kota Istanbul membawa kenangan tersendiri yang tak terlupakan. Pada pertengahan bulan Maret 2006, sudah cukup lama, akan tetapi kenangan apa yang dirasakan, dilihat, didengar tidak mudah terlupakan begitu saja. Dalam perjalanan tersebut sebenarnya sudah banyak juga ditulis pengalaman-pengalaman uniqe yang dirasakan yang semua ada dalam sebuah buku saku yang diberi judul ‘Travelling to Istanbul Turkey’ , dimana dibuku tersebut bagaimana dimulai dengan sebuah sub bagian ‘Antara Impian dan Harapan’. Khusus tentang tulisan tentang Istana Topkapi tidak banyak yang diuraikan secara detail disana. Tentu, karena pada tulisan tersebut hanya ingin menguraikan tentang pengalaman selama perjalanan dan tempat-tempat yang dikunjungi secara sekilas.

Menyebut nama kota Istanbul bagi kami sendiri, mempunyai makna yang dalam tentang arti sebuah sejarah tentang kejayaan sebuah kesulthanan (kekhalifahan) Islam yang sedikit banyaknya kami membaca dari sejarah masa kejayaan/keemasan Islam dalam buku-buku sejarah sewaktu belajar di SMP-SMA maupun di Perguruan Tinggi atau dari buku-buku sejarah yang kami baca.  Sebuah sejarah kejayaan masa lalu yang cukup lama dan panjang sampai pada suatu ketika redup dan meninggalkan bangunan-bangunan peninggalan masa lalu yang membisu untuk menjadi pembelajaran. Kota Istanbul atau Konstantinopel kota yang menyimpan bangunan-bangunan bersejarah di masa lalu dibawah kesulthanan/kekhalifahan dinasti Usmaniyah

New Picture (16)

Didepan suatu sudut Musium dimana didalam ruang ini tersimpan peninggalan sejarah al. tanda telapak kaki Rasulullah SAW, surat tulisan pada kulit, pedang dari para sahabat dan lain sebagainya. Apabila kita masuk keruangan ini akan terdengar bacaan kitab suci Al-Qur’an yang dibaca oleh seorang Qori yang menambah rasa seolah kita terbawa pada masa perjuangan Rasulullah SAW yang sulit dahulu untuk menegakkan risalah Islam. Tidak dibenarkan untuk mengambil foto atau mengabadikan dari benda-benda pajangan.

Sejarah Ringkas Kesulthanan Usmaniyah Turki

Masa kejayaan Islam setelah periode Rasulullah SAW dan Kekhalifahan Al Khulafaurrayidin ditandai dengan masa keemasan pemerintahan dinasti (kesulthanan) yang dikenal dari dinasti-dinasti berurutan seperti bani Ummayyah, Abbasiyah, Fatimiyah, Turki Usmaniyah dan Ayyubiyah. Dari Dinasti Kesulthanan tersebut yang paling lama berkuasa dan luas pengaruhnya dan paling membangkitkan semangat kejayaan Islam adalah Dinasti Usmaniayah di Turki. Kesulthanan berhasil berkuasa selama lebih kurang 600 tahun atau 6 abad, sejak mulai abad ke-13 sampai abad ke-18.
Menurut sejarah bangsa Turki semula mendiami suatu daerah bernama Turkistan, dimana berbatasaan dengan Mongolia di bagian Utara, Cina di bagian Timur dan Persia di bagian Selatan. Karena faktor ekonomi dan kemarau panjang bangsa Turki pindah ke daerah Asia Tengah dan berinteraksi dengan pasukan Islam yang dipimpin oleh panglima Abdur Rahman bin Rabiah tahun 624 M. Abdur Rahman pada waktu itu mengajak Raja Turki Syahr Baraz bekerjasama menaklukkan Kekuasaan Armenia. Kekuasaan Persia waktu itu sangat membatasi ruang gerak bangsa Turki dan dengan kerjasama berhasil menaklukkan Persia dan sejak itu bangsa Turki banyak yang menganut Islam dan berjihad dan terkenal bangsa yang mempunyai semangat penaklukan, atau sebagai kaum penakluk (kaum ghazi). Dinasti pertama Usmaniyah sendiri dibangun oleh Usman I anak Ertugrul pada tahun 1299 M.
220px-Osman_Gazi Sulthan Osman (Usman) Sebagai Sulthan Pertama Pendiri Daulah Usmaniyah (1299-1454 M).

Selama kekuasaan yang panjang itu kesulthanan Usmaniyah ada 40 sulthan yang berkuasa dengan beragam karakter dan penaklukan yang pernah dilakukan. Dan selama pemerintahan, kemajuan Islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga berkembang pesat yang ditandai dengan peninggalan-peninggalan sejarah berupa benteng, istana (topkapi, dolmabachce), arsitektur bangunan, mesjid dengan ciri kubah dan menara (Istanbul dikenal dengan kota Seribu Mesjid), pendidikan/madrasah, kesenian/tarian sufi (tariqah sufi Jalaluddin Rumi), makam, teknologi peralatan perang seperti meriam, perkapalan dan transportasi khususnya kapal laut dan lain sebagainya.

Penaklukkan yang paling panjang dan bersejarah ketika itu adalah penaklukkan ibu kota Konstantinopel (Istanbul Sekarang) yang dikuasai Kekaisaran Romawi Timur yang menganut ajaran Kristen Orthodoks. Dimana di Kota Konstantinopel ini ada sebuah bangunan gereja yang paling manumental dan megah waktu itu bernama Hagia Sofia. Penaklukan Konstantinopel sebagai ibukota Byzantium Romawi Timur (Ibukota Byzantium Barat berpusat di Roma Italia dan menganut Kristen Katolik) telah direncanakan jauh hari oleh pasukan ummat Islam. Hal ini terinspirasi dan karena dianggap sebagai hambatan jalan dakwah menuju ke benua eropah dan yang sangat penting menurut sejarah Rasulullah SAW pernah bersabda : “Romawi akan bisa ditaklukkan ditangan seorang Laki-laki pasukan Muslimin, maka orang yang memerintah disana adalah sebaik-baik penguasa, tentaranya adalah sebaik-baik tentara”. Terinspirasi oleh Sabda Rasul tersebut dan semangat jihad untuk berdakwah menyampaikan risalah Islam tanpa halangan, maka ada beberapa masa kesulthanan yang mencoba menaklukkan Kota Konstanstinopel dengan benteng yang kuat itu.

Hagia SofiaHagia Sofia yang Sangat Terkenal Masa Kekaisaran Byzantium

Usaha penaklukan pertama dilakukan oleh pasukan Muslimin pada masa dinasti Muawilyah bin Abu Sofyan tahun 44 H, namun tidak berhasil. Serangan selanjutnya yang besar dilakukan pada masa Sulaiman bin Abdul Malik tahun 98 H. Pada masa Abbasiyah serangan terus menerus masih jauh dari pusat kekaisaran Byzantium Konstantinopel, penaklukan daerah-daerah sekitarnya. Pada masa pemerintahan Harun Ar Rasyid tahun 190 H, pasukan Muslimin mampu menimbulkan gejolak didalam negeri Byzantium. kemudian pada masa kesulthanan Turki Usmaniyah Sulthan Bayazid atau dengan gelar ‘Sang Kilat’ berhasil berhasil mengepung Konstanstinopel pada tahun 1393 M. Akan tetapi pada waktu bersamaan pasukan Bayazid harus menghadapi serangan dari pasukan Mongolia yang dipimpin panglima perangnya Timurlenk yang datang menyerbu, terjadilah peperangan didaerah Ankara dan pasukan bayazid kalah. Usaha selanjutnya atau kedua dilakukan pada masa pemerintahan Sulthan Usmaniyah Sulthan Murad II yang dilakukan serangan bertubi-tubi. Pasukan Byzantium memasang strategi dengan memberikan insentif finansial kepada pasukan kaum Muslimin yang memberontak dari dalam, sehingga konsentrasi pasukan terpecah menjadi dua. Sampai masa akhir jabatannya dan diganti oleh putranya Sulthan Murad II bernama Sulthan Muhammad bin Murad II atau terkenal dengan Muhammad Al-Fatih (Mehmed II) pada yang berkuasa pada tahun 1453 sampai tahun 1484 M.
Mehmed II Penakluk Konstanstinopel 1453 M Sulthan Muhammad bin Murad II (Al-Fatih atau mehmed II) Sebagai Penakluk Konstantinopel.

Belajar dari penaklukkan Ayahnya dan pengalaman ikut berperang, serta bimbingan gurunya mengajinya yang memperkuat dasar-dasar keyakinan Islam, Syeih Aag Syamsuddin, disusunlah strategi penaklukkan Konstanstinopel secara matang dan terencana dengan baik. Dengan cepat mengkonsolidasi pasukannya kedalam dan memompakan semangat perjuanangan, melatih sejumlah 250.000 mujahid siap bertempur, jumlah yang sangat besar pada masa itu, dibandingkan pasukan-pasukan sebelummnya, membangun semangat moral dengan membangun infrastruktur angkatan perang yang mutakhir dan strategi yang canggih. Untuk penaklukan itu Sulthan Mehmed II membangun benteng Romali Hishar di selatan Eropa di Selat Bosporus sebagai titik strategis untuk melakukan serangan dan mensuplai kebutuhan perang yang berbulan-bulan. Mesin perang berupa meriam berbobot ratusan ton untuk menghancurkan benteng Konstantinopel, dengan angkatan laut sebanyak 400 kapal. Suatu penaklukan yang sangat heroik ketika itu.

New Picture (1) New Picture (19)

Benteng Romali Hishar dan Ferry Bosporus Cruise

Dan setelah bertempur berbulan-bulan sempat jeda memberi kesempatan untuk menyerah dan sempat pasukan Konstantinopel mendapatkan bantuan dari sekutunya Byzantium Barat, akan tetapi tidak sepenuh hati karena ada perbedaan aliran/ajaran, maka akhirnya Ibukota Romawi Timur Konstantinopel jatuh ketangan pasukan Muhammad Al Fatih (mehmed II) pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Mehmed II Berhasil Memasuki Kota Konstantinopel setelah menembus Benteng berlapis yang tinggi sekitar 10 m dan dilindungi parit 7 m dari Selatan Laut Marmara oleh pasukannya. Pasukan Byzantium dan penguasanya pada waktu itu melarikan diri dan bersembunyi di benteng bawah tanah Gereja Hagia Sofia. Sulthan Mehmed II menghimbau mareka utk menyerah dan membuat perjanjian. Karena pasukan Islam memerlukan Mesjid untuk tempat beribadah, maka dirubahlah gereja hagia sofia menjadi mesjid tempat ibadah ummat Islam. Perubahan gereja menjadi mesjid menjadi perdebatan penting pandangan dari kaum orientalis bahwa islam tidak toleran terhadap tempat ibadah agama lain. Akan tetapi pandangan Islam, bahwa karena peperangan karena penaklukkan mengorbankan nyawa adalah sah untuk dilakukan, kecuali pasukan Konstantinopel menyerah (takluk) secara baik-baik, rumah ibadah harus dijamin dan tidak boleh dirubah.

New Picture (4)     New Picture (3) Dihalaman Dalam dan di Dekat Mihrab Blue Mosque , Sebenarnya yang Biru adalah Warna Kapet dan Kaca Ventilasi Udara

Keistimewaan Istana Topkapi

Istana Topkapi dibangun tahun 1459 H oleh Sulthan Mehmed II dengan luas pada awalnya sekitar 592.600 m2 berangsur-berangsur pada pemerintahan Sulthan selanjutnya mengalami perluasan hingga mencapai 700.000 m2. Mengalami pemugaran besar-besaran pada masa Sulthan Sulaiman Al-Qununi (1520-1566H). Topkapi Sarayi artinya Istana Pintu Gerbang Meriam, karena didepan istana ini pada masa itu terdapat meriam raksasa. Letak Istana Topkapi di kawasan Saraglio Point. Daerah agak tinggi yang dikelilingi laut Marmara, Golden Horn (Tanjung Tanduk Emas), dan Selat Bosporus.    Konon ceritanya, sebelum menempati istana ini, Sulthan tinggal di sebuah Istana kecil yang terletak di Distrik Beyzit, tidak jauh dari Grand Bazar, antara Universitas Istanbul dan Mesjid Sulaimaniyah. Sedikitnya ada 24 Sulthan Ustmaniyah yang pernah menempati Istana Topkapi

Kompleks Istana terdiri dari 4 lapangan utama dimana banyak bangunan-bangunan kecil didalamnya . Istana ini didiami oleh 4000 orang keluarga Sulthan dengan pembantu-pembantunya. Selain tempat tinggal, istana Topkapi juga digunakan untuk tempat menerima tamu-tamu negara dan tempat parade militer dari pasukan elite Janissary.

New Picture       Bab-i-  Humayyun  Bab-us- Salam

Kompleks Istana Topkapi, Pintu Gerbang Bab-us Salam Istana dan Bab-i-Humayyun

Sebelum memasuki Istana Topkapi kita akan melalui terlebih dahulu sebuah air mancur Sulthan Ahmed III atau disebut juga air mancur Sulthan Ahmed Cesmesi. Sekarang Air mancur itu tidak memancarkan air lagi. Konon kabarnya air mancur ini dibangun tahun 1728 M dan sebagai tempat minum bagi para musafir atau orang-orang yang datang dari jauh. Tidak jauh dari sana arah kedepan terdapat pintu gerbang pertama Topkapi yang diberi nama Bab-i-Humayyun (Pintu Gerbang Kesulthanan). dahulu tidak sembarangan dapat melalui pintu gerbang ini dibuka pada saat azan subuh dan ditutup kembali selesai sholat Isya. Untuk melalui pintu ini bagi perdana menteri atau pengawal istana dibenarkan berkuda, tapi tidak bagi masyarakat biasa. Pada Gerbang diatasnya terdapat semacam kaligrafi arab dan simbol pemerintahan Utsmaniyah dalam tulisan huruf warna emas.Setelah gerbang tersebut terdapat taman yang luas dahulu dipenuhi dengan bunga tulip warna-warni dan tempat militer elite berparade. Sekarang ini menjadi taman yang rindang dipenuhi dengan pohon-pohonan yang sejuk. Kemudian kita kembali bertemu dengan gerbang Bab-us-Salam

Areal yang penting didalam istana adalah lokasi para Sulthan menerima Duta besar asing , lokasi tersebut diberi nama Arz Adasi, dimana Sulthan duduk diatas tahta berhiaskan dari emas dan permata. Ruang Keluarga atau bagian Harem didaerah ini tempat Sulthan bertemu dengan keluarga, isteri dan Anak, dimana ada tempat belajar/mendidik putra putrinya, ruang bermain musik, menari dan lain sebagainya. Areal lain adalah tempat penyimpanan, pameran benda-benda peninggalan sejarah kejayaan/keemasan Turki Usmaniyah khususnya dan Islam umumnya.

Bagian Harem Topkapi Ruang Harem Tempat Keluarga Sulthan Berkumpul

Di istana yang megah itu disimpan berbagai peninggalan kejayaan Sulthan Turki Ustmaniyah, selama penaklukan yang dibawa dan disimpan disana. Benda-benda peninggalan milik pribadi Rasulullah Muhammad SAW dan sahabat Khulafaur rasyidin serta tokoh Islam tersimpan di istana Topkapi. Di ruang yang dinamai Relekui Suci yang berkemandang bacaan ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an oleh seorang Qori (Konon kabarnya dulu, bacaan Al-Qur’an dilantunkan tanpa henti selama 24 jam nonstop selama lebih 407 tahun (antara tahun 1517-1924 M).  Selama penaklukan dikumpulkan benda tersebut dimasa pemerintahan Sulthan Salim, membawa relikul Rasulullah SAW, yang sekian lama disimpan Kesulthanan Mamluk.

Setelah istana dijadikan mesium relikul Rasulullah SAW dipamerkan dalam ruang kaca diruang relikul Suci tersebut diatas. Relikul Rasulullah antara lain terdiri dari : mantel, tongkat, Gigi (yang tanggal pada perang Uhud), segenggam Janggut, Bendera, Pena, Sajadah, Tasbih Kayu, Bakiak atau Terompah, Pedang hitam (Pedang Nabawi), busur panah, sorban dan sabuk. Cetakan telapak kaki Nabi dibawa dari Tripoli Lybia, bekas telapak nabi diatas batu sebelah kanan yang patah disambung dengan kawat, sebelah kiri konon ceritanya tersimpan di mesjid Al-Aqsa sampai sekarang. Menurut bekas telapak kaki nabi dibatu ketika Rasulullah mau Isra’ Mikraj. Selain itu, surat-surat dan segel peninggalan Nabi. Pada bagian bawah surat-surat tersebut tertera segel yang bvertuliskan Muhammad Rasulullah. Segel tersebut terbuat dari batu merah Cornelian. Tadinya segel berbentuk bulat diikat dengan perak dipakai sebagai cincin di jari Nabi. Pada waktu Nabi wafat segel tersebut diwariskan kepada Abu Bakar As-Shiddiq, kemudian kepada Umar bin Khattab dan Usman bin Affan khalifah ketiga. Pada masa Usman bin Affan tidak sengaja segel tersebut jatuh kesumur Eris, mencarinya hingga beberapa hari tidak ditemukan, akhirnya Usman membuat duplikasi dengan kalimat yang sama selanjutnya diwariskan kepada Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Segel tersebut ditemukan dan dibawa dari Bagdad. peninggalan yang lain adalah manuskrip kitab suci Al-Qur’an yang ditulis di lembaran kulit binatang, Surat Al-Qadar. Tidak hanya relikul Nabi akan tetapi relikul para sahabat 4 (Khalifah Al Khulafaurrarasyidin), seperti pedang Abu Bakar, Umar, Ali dan lain sebagainya. Selain itu peninggalan tokoh dan putri rasul Fatimah Az Zahra meliputi : mangkuk Nabi Ibrahim, Tongkat Nabi Musa, Pedang Nabi Daud, Serban Nabi Yusuf dan Jubah dan Sajadah Putri Rasulullah SAW Fatimah Az Zahra.

Istana Topkapi mulai memudar peranannya pada abad ke -17 dengan dibangunnya istana Dolmabachce dan Sulthan lebih suka menghabiskan waktu mareka di Istana tersebut. Tahun 1856 Sulthan Abd-ul-Majid I memindahkan kediaman keistana Dolmabachce. Sempat terlantar setelah ditinggalkan, kemudian Sulthan Abdul Majid I merenovasi.

New Picture (12)   

Bersama Anak Sekolah Dasar dan Gurunya di Turki yg Sama berkunjung ke Istana Dolmabachce, Bagian dari Pelajaran Sejarah, Seakan Ingin jadi Anak-anak Lagi, Latar Belakang Istana Dolmabachce

Setelah jatuhnya Dinasti Ustmaniyah pada tahun 1921 M Istana ini dijadikan Museum oleh pemerintahan Turki dan tanggal 3 April 1924 M dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Disarikan dari berbagai sumber

Wallahu’alam bissawab.

Satu pemikiran pada “Topkapi Sarayi Muzesi Istanbul

  1. wah pengalaman yang sangat luar biasa,…… Pengeen banget lihat langsung peninggalan para Nabi.. T.T
    “semoga saya kelak dapat kesana juga…. ^_^ “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s