BANDARA KUALANAMU (KNO): PINTU GERBANG BARU INDONESIA

Kualanamu3

Pengetahuan : Informasi Komunikasi & Transportasi

Kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi informasi, komunikasi dan transportasi dewasa ini sangat pesat sejalan dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan manusia di era globalisasi – era dimana batas –batas wilayah suatu negara menjadi ‘absurd’.  Bayangkan sejak ditemukannya Komputer dengan program   program yang dikembangkan manusia lompatan-lompatan kemajuan terus berkembang setiap waktu. Program internet dengan software ikutannya, yang ditawarkan bermacam-macam dapat di akses dan di download secara gratis diantaranya seperti email, facebook, twitter, skype, whatapps dan lain sebagainya, dapat di’connect online’ dengan handphone, layar televisi dan perangkat teknologi komunikasi bermacam-macam, telah mempermudahkan komunikasi antara manusia yang berada di belahan benua manapun dalam sekejap, tidak mengenal batas wilayah negara.

Primadona Transportasi Udara

Demikian juga kemajuan ilmu pengetahuan manusia di bidang transportasi, manusia telah dapat menciptakan kenderaan-kendaraan cepat yang digunakan untuk melakukan perjalanan jarak jauh dalam jangka waktu yang cepat. Kenderaan yang dapat bergerak dan berpindah dari suatu tempat atau negara ke suatu tempat atau negara yang lain saat ini yang menjadi primadona adalah pesawat terbang. Transportasi dengan pesawat terbang menjadi pilihan primadona karena efisiensi waktu perjalanan dan biaya yang ditawarkan semakin bersaing dengan transportasi darat (mobil bus, kereta api dan lain sebagainya) dan transportasi laut (kapal laut penumpang, kapal ferry cepat dan sebagainya).

images (4)  images (8)

Customer Needs & Customer Services

Bagi manusia yang membutuhkan atau mempunyai hobby melakukan  travelling dari suatu negara ke negara lain, pastilah kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi  sangatlah mendukung dan membantu memperlancar mobilitas berbagai kegiatan. Pagi hari sekitar jam 8 pagi di Indonesia (Jakarta), kemudian sekitar 3 jam kemudian sudah berada di Singapura atau Malaysia (Kuala Lumpur) dan seterusnya sekitar 8-10 kemudian sudah berada di suatu negara di benua Eropah atau bertambah waktu tempuh yang lebih jauh benua Amerika dan sebagainya. Pasti perjalanan yang menyenangkan, bukan?! Apalagi kehidupan didalam pesawat sendiri dengan ‘service’/pelayanan yang menyenangkan yang ditawarkan oleh berbagai macam jenis penerbangan internasional, dengan pramugara(i) yang sigap setiap saat.

Mareka semua bersaing memperebutkan hati para pelanggan (customer services) mareka dengan memberikan dan menyanyikan berbagai fasilitas terbaik mareka selama dalam perjalanan, diantaranya ada tempat tidur di pesawat untuk mengatasi jetleg, menikmati film dan game, layanan/service menu makanan, shopping dan lain sebagainya.  Serasa seperti berada bukan di dalam pesawat  akan tetapi di mall-mall atau hotel-hotel besar yang menawarkan berbagai pelayanan.

Tidak hanya usaha ‘pemanjaan’ customers  yang dilakukan terus menerus oleh berbagai penerbangan seperti penerbangan kebanggaan bangsa kita Garuda Indonesia Airline dan lain-lain. Akan tetapi sejalan dengan itu ‘Pintu Gerbang’ masuk ke suatu negara yang bernama Bandar Udara atau Airport juga terus harus berbenah dan dibangun serta harus mengalami kemajuan untuk mengatasi peningkatan jumlah penumpang dan tuntutan kebutuhan manusia yang bermacam-macam yang semakin meningkat.

images (6)      Pintu Ticketing

Pengertian Bandar Udara (Bandara)

            Merujuk pada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO), sebagai suatu lembaga Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang dimaksud dengan Bandar Udara (Airport), adalah suatu areal tertentu di daratan atau di perairan (termasuk bangunan, instansi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatanagan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Selanjutnya daftar jumlah nama bandara baik yang sudah menggunakan kode IATA maupun belum  (IATA :Intarnational Air Transport Association, Assosiasi Organisasi Penerbangan Udara Internasional) di Indonesia dapat di lihat pada http://www.id.wikipedia.org . Menurut http://www.finance.detik.com Indonesia dewasa ini mempunyai 4 Bandara skala besar dengan fasilitas modern, teknologi canggih, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Kualanamu Deli Serdang Sumut, Sepinggan Balikpapan Kalimantan dan Ngurah Rai Bali.

images (12)  images (3)

‘Flashback’ Bandara Polonia

Apabila kita melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang ke Pulau Sumatera Indonesia, kesebuah kota terbesar di pulau itu, yaitu Kota Medan; maka beberapa waktu yang lalu pasti kita akan mendarat atau menjejakkan kaki pertama di Bandara Polonia. Bandara Polonia adalah Pintu Gerbang masuk ke kota Medan, Ibukota Provinsi Sumatera Utara. Polonia terletak hanya sekitar 2 km dari pusat kota Medan dan boleh dikatakan Bandara yang paling dekat dengan pusat kota di Indonesia.

           Menurut sejarahnya, Bandara Polonia dibangun dimasa pemerintahan Kolonial Belanda, untuk kebutuhan transportasi hasil-hasil bumi ke Benua Eropah/Belanda, diantaranya Tembakau Deli yang sangat terkenal pada masa itu disamping pengangkutan kebutuhan penumpang/militer, pengerahan pasukan, peperangan dan lain sebagai  untuk Pulau Sumatera. Nama Polonia  diambilkan dari dari nama bangsa Polandia yang dalam bahasa latin diucapkan Polonia,  merupakan  pemilik yang diberikan konsesi untuk membuka perkebunan tembakau oleh pemerintahan Belanda waktu itu tahun 1879. Diatas lahan perkebunan tembakau milik orang Polandia bernama Baron Michalski inilah akhirnya oleh Belanda dibangun cikal bakal lapangan udara untuk mendarat dan menerbangkan pesawat-pesawat mareka. Lapangan terbang Polonia mulai dibangun tahun 1928 dan resmi digunakan untuk pesawat milik Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), anak perusahaan Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Sehingga daerah tersebut masyhur terkenal sebagai daerah atau kawasan Polonia.

Daya Tampung , Penyempitan Lokasi & Kecelakaan 

Bandara Polonia mulai awal pembangunannya dengan kapasitas tampung penumpang diperkirakan 900.000 pergerakan penumpang per tahun. Setelah masa kemerdekaan nama daerah tetap dipakai sebagai nama bandara, yang terus dikembangkan untuk penerbangan sipil, peunumpang umum. Peningkatan jumlah    pergerakan penumpang pesawat meningkat terus, melebihi daya tamping. Tahun 2006 jumlah penumpang menjadi 4,5 juta pertahun dan tahun tahun 2009 menjadi 4,77 juta, tambah penuh dan sesak dan sangat mendesak untuk dipindahkan. Sejalan dengan pertumbuhan pembanguanan dan perluasan kota Medan, maka tanpa terasa lokasi bandara  Polonia dipenuhi dengan bangunan bertingkat, pertokoaan, perumahan dan berbagai aktifitas lainnya yang dapat berbahaya bagi keselamatan penerbangan dan pengembangan bandara itu sendiri yang semakin terhimpit.

Selain itu, beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi terkait dengan lokasi yang ‘crowded’ diatas, menyentak pengambil keputusan untuk memindahkan bandara Polonia ke tempat lain di luar kota Medan untuk dipercepat, untuk tidak menunda lagi, karena akan menyangkut korban nyawa yang lebih banyak.

Tragedi pertama terjadi 4 April 1980 saat pesawat Fokker F-28 milik maskapai Garuda Indonesia Airways rute Palembang-Medan jatuh dan terbakar di Bandara Polonia, menewaskan 26 orang penumpang. Lima tahun kemudian, tepatnya 20 November 1985, pesawat Hercules C-130 H-MP milik AURI (TNI Angkatan Udara) menabrak dinding pegunungan Sibayak dan menewaskan 10 orang awaknya. Dua tahun berikutnya, pada 4 April 1987, pesawat DC-9 milik Garuda rute Banda Aceh-Medan jatuh saat mendarat dalam cuaca buruk di Polonia dan menewaskan 28 penumpang serta awak.

Kecelakaan pesawat GA 152 Airbus A300-B4 di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Indonesia (sekitar 32 km dari bandara dan 45 km dari kota Medan). Pesawat ini saat hendak mendarat di Bandara Polonia Medan pada 26 September 1997. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 222 orang dan 12 awak dan hingga kini merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah Indonesia.

Pada 5 September 2005 kembali lagi terjadi kecelakaan pesawat Boeing 737-200 RI 091 milik Mandala Airlines yang jatuh di kawasan Padang Bulan, Medan, Indonesia. Kecelakaan ini terjadi saat pesawat sedang lepas landas dari Bandara Polonia Medan. Dari 117 orang (112 penumpang dan 5 awak), penumpang selamat berjumlah 16 orang dan 44 orang di darat turut menjadi korban. Kecelakaan pesawat tersebut juga merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara waktu itu Tengku Rizal Nurdin, dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Abdul Halim Harahap dan Raja Inal Siregar mantan Gubernur Sumut.

Idea Rencana Awal Pembangunan Bandara Kualanamu

Sejak awal tahun 1980-an rencana pemindahan  bandara Polonia sudah muncul dan baru pada awal tahun 1994, yaitu ketika sejumlah tokoh pejabat Pemerintahan Sumatera Utara mengeluarkan wacana pembangunan bandara baru menggantikan Polonia yang sudah terhimpit ditengah kota. Lebih kurang setahun kemudian (1995), pemerintahan pusat merespon dan memberikan dukungan melalui Keputusan Menteri Perhubungan  No.KM 41 Tahun 1995. Akhirnya pemprov memperoleh lokasi lahan yang sesuai  di Kualanamu Desa beringin Kecamatan Beringin  Kabupaten Deli Serdang dengan jarak sekitar 39 km arah ke Timur yaitu kota Lubuk Pakam dari pusat kota Medan. Lahan sebahagian besar merupakan tanah bekas lahan perkebunan  PT. PN II Tanjung Morawa. Sementara itu untuk membangun fasilitas pendukung lainnya perlu membebaskan lahan masyarakat, yang memerlukan sedikit ‘waktu’ untuk pembebasan lahan.  Lahan masyarakat yang dibutuhkan untuk jalan toll seluas 67,66 ha (47,68%).

Soyogiyanya rencana pembangunan akan dilakukan pada tahun 1997, akan tetapi krisis ekonomi dan gangguan stabilitas politik yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Soeharto, rencana harus tertunda. Rencana mengendap cukup lama baru pada tahun 2005 setelah jatuhnya pesawat Mandala rencana pembangunan dihidupkan kembali dibawah pemerintahan SBY-JK. Konstruksi perdana dimulainya pembangunan bandara Kualanamu pada tahun 2006.

Sebagai perusahaan konsultan perencana ditangani oleh perusahaan nasional PT Wiratman & Associates dengan arsitek utama Bapak Prof. Dr. Wiratman Wangsadinata, sebagai kontraktor utama juga Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT. Duta Graha Indah Tbk.

Pada tanggal 25 Juli 2013 Pemerintah resmi mengopersionalkan Bandara Kualanamu dibawah manajemen pengelolaan PT. Angkasa Pura (AP) II. Dengan dipindahkan semua bentuk operasional bandara dari Polonia ke Kualanamu, bersamaan dengan itu bandara Pononia diperuntukkan sebagai lapangan udara (lanud) untuk       Angkatan Udara TNI bernama Soewondo, menggantikan nama Polonia dengan nama Pahlawan yang gugur dalam pesawat.

images (2)   images (9)

Spesifikasi Bandara Kualanamu

Bandara Kualanamu mempunyai kapasitas Apron (tempat parkir pesawat ) tahap awal pengembangan mencapai 33 pesawat, bandingkan dengan Polonia yang hanya memiliki 11 pesawat. Areal parker seluas 50.830 m2 yang dapat menampung 407 taxi, 55 bus dan 908 mobil.

 Tabel 1. Spesifikasi Teknis Kualanamu

 

Uraian/Spesifikasi Teknis

Ukuran/Dimensi

Luas Area Bandara 1.365  Ha
Panjang Runaway (landasan pacu) 3.750 x 60 m
Parallel Taxiway Taxiway 1 (3.750 x 30 m), Taxiway2 (2000×30 m)
Luas Area Apron 200.000 m2
Area Terminal 118.930 m2
Kapasitas Terminal 8,1 juta pax/tahun
Pax Saat ini
Gudang Kargo 13.000 m2
Kapaistas Parkir 407 Taksi, 55 Bus, 908 Mobil
Avio Bridge/Garbarata 8 buah
Kereta api Bandara 26 x trip perhari, 16 unit diesel, 4 set KA, 172 penumpang perunit, wkt tempuh 30 menit
Mobil Pemadam Kebakaran Jenis Carmichael Cobra
Check in Facilities BHS (Baggage Handling System)

Fasilitas ‘Modern’ di Bandara Kualanamu 

Pembangunan bandara Kualanamu memakan biaya sebesar 5,8 Triliun Rupiah dan boleh dikatakan pada saat ini merupakan bandara termodern di Indonesia. Dari sejumlah bandara yang ada baik yang sudah memakai kode IATA maupun yang belum hanya ada  4 bandara yang mempunyai fasilitas modern di Indonesia yaitu bandara Soekarno-Hatta Jakarta, bandara Kualanamu Deli Serdang Sumut, Bandara Sepinggan Kalimantan dan bandara Ngurah Rai Bali. Akan tetapi yang termodern adalah bandara Kualanamu yang diperlengkapi dan pertama di Indonesia dengan Kereta api bandara. Sebagai ciri bandara termodern yang baru ada di Indonesia adalah :

(1).       Fasilitas Check in menggunakan teknologi Bageage Handling System (BHG), merupakan pertama di Indonesia yang dapat         mendeteksi dengan tingkat  tertinggi (Level 5),

(2).       Fasilitas Kereta Api Bandara, yaitu Kereta Api bandara pertama beroperasi di bandara Kualanamu dengan route perjalanan sehari Medan-Kualanamu sebanyak 26 trip, menggunakan tiket kartu electric otomatic. Pengelolaan kereta api bandara dilaksanakan oleh PT. Railink yaitu perusahaan patungan antara PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT. Angkasa Pura II, pertama di Indonesia.

(3).       Fasilitas Garbarata yang langsung menghubungkan anatara ruang tunggu penumpang dengan badan pesawat, sehingga penumpang tidak kepanasan atau kehujanan atau tdk memerlukan bus pengantar,

(4),      Fasilitas Ruang Tunggu (boarding lounge) yang lebih luas,

(5).       Fasilitas Keamanan  Pemadam Kebakaran, dengan mobil pemadam kebakaran tercanggih jenis Casmichael Cobra.

Fasilitas terbaru yang belum ada sebelumnya di bandara manapun di Indonesia adalah Kereta Api Bandara. Pengelolaan Kereta Api Bandara seperti yang telah disebutkan merupakan kerjasama anatara PT. Kereta Api Indonesia (PT.KAI) dengan PT. Angkasa Pura II (PT.AP II) dengan mendirikan perusahaan bernama PT. Raillink, yang direncanakan perusahaan ini akan mengelola seluruh perkeretaapian yang terkoneksi dengan bandara, termasuk rencana kereta api layang Manggarai –Soekarno Hatta Jakarta. Keberhasilan pengelolaan kereta api bandara Kualanamu ini menjadi uji coba keberhasilan pengelolaan yang lainnya bagi PT. Raillink.

images    images (7)

Pintu Gerbang Baru Indonesia

Akhirnya sebagai penutup dari tulisan ini. Hakikatnya semakin baik kesejahteraan manusia akan menuntut tingkat pelayanan yang lebih baik dan memadai dan bahkan cenderung mewah. Semakin baik income perkapita masyarakat maka semakin banyak pilihan dalam melakukan pilihan perjalanan untuk sampai ketujuan secara cepat, santai, rileks dan nyaman.

Pengalaman pertama seseorang ketika menginjakkan kaki pertama di pintu gerbang masuk suatu negara (bandara) akan menentukan perjalanan-perjalanan berikutnya dan kesan pertama itu akan menentukan kesan-kesan berikutnya apa yang akan diberikan oleh masyarakat dunia terhadap masayarakat Indonesia dengan kebudayaannya.

Garbarata1 (13)   images (10)

Begitu jugalah misalnya ada seorang tourist atau orang asing yang baru pertama datang ke Indonesia dan menginjakkan kaki pertama di bandara Kualanamu Deli Serdang Sumatera Utara, apa kira-kira yang dirasakan oleh mareka. Kualanamu, Pintu Gerbang Baru Indonesia! Apakah mareka akan terkagum-kagum dan bergumam ..Woow it’s a nice trip or it’s a nice place!.

Kualanamu Indonesia!  Akankah mareka turis-turis atau pengunjung mancanegara bercerita kepada teman-temannya, keluarga dan masyarakat di negaranya-masyarakat dunia- sesuatu yang indah yang dilihat, didengar dan dirasakannya, yang suatu ketika nanti mareka ingin kembali? Atau sebaliknya, suatu pengalaman buruk yang tidak ingin diulanginya lagi.  Semua terserah kita apa yang ingin kita berikan sebagai bentuk dalam memuaskan pelanggan kita (customers satisfaction), dari kesan pertama mareka  dari pihak pengelola  Bandara Kualanamu khususnya dan bandara-bandara lainnya di Indonesia.  Sekian.

Sumber Tulisan:

1. http://www.id.wikipedia.org

2. http://www.finance.com

3. http://www.angkasa.co.id

4. http://www.indocropcircle.wordpress.com

5. http://www.lintassatuonline.com

6. http://www.jusufkalla.info

7. http://www.bisnis.com

8. http://www.tempo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s