AMDAL >> Studi Tentang Dampak Lingkungan

AMDAL Ketentuan Perundang-undangan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau disingkat AMDAL adalah suatu studi atau tela’ahan/kajian tentang dampak lingkungan yang akan ditimbulkan apabila suatu proyek yang diwajibkan  studi AMDAL dilaksanakan. Ketentuan tentang Proyek yang Wajib AMDAL ditentukan oleh Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup. (Peraturan yang terakhir yaitu pada saat  tulisan ini ditulis adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup). Pedoman tentang Penyusunan AMDAL sendiri didasarkan pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup  Republik Indonesia No.16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

Keterkaitan Data & Prosedur Pembahasan

Kedalaman atau keakuratan dalam studi AMDAL sangat tergantung pada data deskripsi kegiatan proyek yang akan dilaksanakan dalam hal ini informasi perencanaan kegiatan yang sumber datanya biasanya diperoleh dari hasil studi awal design perencanaan kegiatan konsultan perencanaan dan pemrakarsa proyek (Owner) dalam bentuk  Preliminary Design (PD),  Basic Design (BD) atau Master Plan (MP). Selain data awal yang akurat, juga biasanya tim konsultan AMDAL  yang dibentuk oleh perusahaan jasa konsultan AMDAL.  Tim konsultan AMDAL terkait dari survai awal yang dilakukan ke lokasi rencana pembangunan proyek, bagaimana melihat, mengobservasi dan memahami keterkaitan tipologi lingkungan dengan komponen kegiatan yang direncanakan dimana diperkirakan (dalam bentuk hipotesis) akan berdampak terhadap lingkungan hidup. Kegiatan survai awal dan Sosialisasi Rencana Kegiatan Proyek kepada masyarakat di daerah rencana kegiatan dan sekitar rencana kegiatan menjadi penting, untuk mengetahui persepsi dari masyarakat dan input/masukan/saran dan keberatan-keberatan terhadap rencana pembangunan proyek.  Masukan dan saran serta keberatan termasuk bagian yang dipertimbangkan tim konsultan AMDAL untuk menyusun dokumen Kerangka Acuan (KA) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) sebulum studi AMDAL disusun. KA ANDAL dipresentasikan di Komisi Teknis AMDAL Kabupaten, Propinsi atau Pusat tergantung jenis AMDAL yang dilakukan studi. Persetujuan KA ANDAL dari Komisi AMDAL baru dilaksanakan survai utama AMDAL untuk mengambil data berupa data primer maupun sekunder dilapangan untuk penyusunan laporan hasil studi AMDAL. Hasil studi secara keseluruhan ini disusun dalam bentuk dokumen AMDAL yang terdiri dari (1) dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) (2) Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan (3) Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).                                                                         Jadi, keseluruhan dokumen atau buku dari hasil studi AMDAL ditambah dengan KA ANDAL adalah 4 dokumen atau buku. Biasanya 2 dokumen cukup tebal, yaitu KA ANDAl dan ANDAL karena banyak memuat lampiran-lampiran, sedangkan dokumen RKL dan RPL agak tipis.

Kompetensi Tim Studi Amdal 

Satu proyek studi AMDAL terdiri dari satu tim studi yang terdiri dari beberapa disiplin ilmu/keahlian, biasanya 5-7 orang, yang terkait dengan studi yang akan dilaksanakan. Tim studi dipimpin oleh salah seorang Ketua Tim yang telah lulus uji kompetensi atau mempunyai Sertifikat Kompetensi Penyusun AMDAL dari LSK (lembaga Sertifikasi Kompetensi) Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan (INTAKINDO. Anggota tim studi minimal 2 orang mempunyai sertifikat , lulus uji kompetensi  AMDAL sebagai anggota tim. Tim inilah yang disebut sebagai tim konsultan  AMDAL dari suatu perusahaan konsultan AMDAL yang telah teregistrasi di kantor Kementeri Negara Lingkungan Hidup.

Metode Parakiraan & Evaluasi

Seperti diketahui dari peraturan diatas salah satu metoda prakiraan dampak penting dalam studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terutama pada Bab Prakiraan Dampak dan Evaluasi adalah dengan menggunakan Bagan Alir (Flow Chart) atau Network Analisis (Sorensen). Banyak metode pendugaan- prakiraan dan evaluasi dampak, diantaranya adalah Ad-hoc (WSCC), Overlay (McHarg), Checklist (Adkins, Dee, Georgia, Little, Rau & Wooten, Smith), Matrik (Leopold, Fisher & Davies, Jain, Moore), Cost -Benafit Analysis, Ecological-Economic Input-Output (Isard), Kombinasi (Jain & Urban), Pendugaan Cepat (Rapid Assesment anatara WHO, Lohani), Incidence Analysis (Siapa yang menanggung Resiko dan Siapa yang memperoleh manfa’at), Adaptive Environmental Assessment and Management (AEM) ESSA, Environmental Canada, dst), Analisis dan Pengelolaan Kualitas Lingkungan (Environmental Quality Analysis and Mangement, PPSML UI).                                                           Tidak ada satu metode yang terbaik atau terburuk untuk sesuatu proyek, banyak hal ketergantungan yang membuat metode tersebut baik atau buruk. Akan tetapi metode itu cukup baik apabila tim penyusun AMDAL dapat memberikan alasan-alasan ilmiah -objektif kenapa metode itu digunakan, sangat tergantung pada ‘jam terbang’ atau pengalaman dari ketua tim AMDAL dan anggotanya.

Bagan Alir /Analisis Jaringan

Analisis Jaringan atau Bagan Alir digunakan untuk memprakirakan dampak banyak dilakukan, adalah memudahkan memahami urutan dampak apa saja yang akan terjadi bila sesuatu kegiatan proyek pembangunan dilaksanakan dan komponen dampak tersebut terjadi terhadap komponen lingkungan apa saja, misalnya komponen geo-fisik-kimia; biologi; sosial- ekonomi- budaya (sosekbud) atau kesehatan masyarakat (kesmas).   Bagan alir biasanya dibagi pada masing-masing tahapan pembangunan yang terdiri dari Tahap Prakonstruksi, Tahap Konstruksi dan Tahap Operasi atau Operasional (Catatan : tahapan pembangunan ini sangat tergantung jenis proyek, pada jenis proyek tertentu ada tahap Pasca Operasional, seperti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD, dls).

Proses Perlingkupan (Scoping Process) Kerangka Acuan (KA). 

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa dokumen studi  AMDAL yang pertama disusun adalah dokumen Kerangka Acuan (KA) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL). Dalam dokumen KA ANDAL yang sangat penting adalah adanya proses penentuan dampak hipotetik penting yang disajikan dalam bentuk Matrik Pelingkupan.    
Salah satu contoh Matrik Bagan Alir Pelingkupan dalam KA ANDAL sebagai berikut :

Pelingkupan (1)

Kerangka Acuan (KA) ANDAL terdiri dari 5 Bab yaitu : Bab 1. Pendahuluan (al.latar belakang,tujuan dan manfaat, peraturan perundang-undangan), Bab 2. Ruang Lingkup Studi (al. lingkup rencana kegiatan yang ditelaah, rona lingkungan hidup, pelingkupan), Bab 3. Metodologi (al. metode pengumpulan dan analisis data, metode prakiraan dampak, metode evaluasi dampak penting), Bab 4. Pelaksanaan Studi (al.identitas pemrakarsa, identitas penyusun studi AMDAL, biaya studi dan waktu studi), Bab 5. Daftar Pustaka, Lampiran-lampiran. Lampiran yang harus dilampirkan adalah izin awal yang telah diperoleh oleh pemrakarsa, izin prinsip atau izin lokasi. Peta lay out (tata letak) proyek beserta diskripsinya, peta RUTRW/D terkait dengan lokasi proyek, CV, ijazah dan sertifikat penyusun/tim studi AMDAL masing-masing, iklan/pengumuman AMDAL di masmedia dan ditempel di lokasi tapak proyek, daftar hadir dan tanggapan peserta sosialisasi di lokasi rencana proyek serta foto-foto survai awal dan sosialisasi kegiatan. (Utk mudah memahami KA ANDAL adalah hampir sama dengan proposal penelitian thesis S1, dmana dicantumkan latar belakang, tujuan penelitian, hipotesis masalah, metode penelitian dan pelaksanaan, anggaran dan ini biasanya disahkan dulu oleh dosen pembimbing, AMDAL disetujui oleh Komisi AMDAL).

Setelah KA ANDAL disetujui komisi AMDAL, baru dilakukan survai utama untuk mengumpulkan data primer dan sekunder guna penyusunan dokumen Analis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Dokumen ANDAL terdiri dari 7 Bab yang memuat : Bab 1. Pendahuluan, Bab 2. Rencana Usaha dan/Atau Kegiatan Bab 3. Rona Lingkungan Awal, Bab 4. Ruang Lingkup Studi Bab 5. Prakiraan Dampak Penting, Bab 6. Evaluasi Dampak Bab 7 Daftar Pustaka , Lampiran-lampiran. Sedangkan RKL terdiri 3 Bab serta dan RPL 2 Bab.
Hasil studi ANDAL, RKL-RPL ini disampaikan oleh pemrakarsa untuk di presentasikan di komisi AMDAL. Hasil persetujuan dari komisi AMDAL inilah yang merupakan izin kelayakan lingkungan suatu proyek pembangunan dengan sejumlah syarat bagi pemrakarsa untuk melakukan RKL dan RPL.

Waktu Studi AMDAL normal

Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah, untuk suatu studi AMDAL sebuah proyek berapa lama waktu normal yang dibutuhkan? Apabila data dalam keadaan lengkap, terutama diskripsi proyek dari pemrakarsa, dan segala seluk beluk teknis di lapangan lancar minimal membutuhkan waktu 4-5 bulan. Dalam kenyataan proyek AMDAL banyak yang melampui waktu tersebut karena berbagai faktor, antara lain perbaikan yang cukup banyak, sulit dan bertele-tele dikomisi AMDAL, pemrakarsa belum melengkapi data-data tentang design perencanaan penggunaan sumberdaya alam, atau perencanaan belum matang, disamping faktor-faktor non teknis lainnya. Selain itu bisa juga disebabkan oleh pihak konsultan yang tidak menepati waktu karena tenaga ahlinya dikontrak oleh perusahaan perorangan bukan dalam satu tim utuh (kontrak dg ketua tim, hal ini disebabkan perusahaan konsultan biasanya ingin mengambil ‘keuntungan lebih banyak’ dg memakai tenaga ahli yang kurang kompeten/sementara untuk yang sertifikat namanya saja, sehingga ketua tim studi sangat sulit mengkoordinasi anggotanya, apalagi untuk menuliskan laporan).

Kendala di penulisan laporan studi hampir rata-rata ditemukan dalam penyusunan studi AMDAL, tidak semua tenaga ahli mahir dalam hal mengolah kata/menulis, bukankah rata-rata sarjana S1 di Indonesia tidak bisa menulis?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s