EKONOMI ZAKAT INFAK SEDEKAH SISTEM UNTUK KESEJAHTERAAN & KEHARMONISAN BERSAMA

…كَيْ لا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأغْنِيَاءِ مِنْكُمْ…. (الحشر: 7)
“… Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu….” (Al-Hasyr: 7)
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (البقرة: 43)
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Sebagai makhluk sosial pastinya manusia tidak dapat hidup sendiri, ia akan selalu memerlukan TOLONG MENOLONG oleh dan dari manusia/orang lain dalam melakukan sesuatu. Dalam semangat TOLONG MENOLONG inilah dikenal 2 istilah atau sebutan kategori/golongan manusia, yaitu GOLONGAN TANGAN DIATAS dan GOLONGAN TANGAN DIBAWAH. Golongan tangan diatas lebih kita persepsikan sebagai golongan kaya atau mampu (the have), sedangkan golongan tangan dibawah adalah golongan miskin, dhuafa atau tak mampu (the have not), walaupun dalam prakteknya didalam ajaran Islam sebenarnya sangat sulit dibedakan, golongan tangan dibawah kadang yang lebih banyak memberi dibandingkan dengan golongan tangan diatas. Dalam hal tolong menolong ini tentu saja tidak kita maksudkan hanya dalam bentuk pemberian materi, uang atau benda, akan tetapi juga apa saja termasuk memberi tenaga atau mengajarkan ilmu dan sebagainya.

Golongan Tangan Diatas adalah Golongan Manusia yang mampu memberi materi/harta dari penghasilan dan kemampuan yang dia miliki, baik kemampuan materi (tangible) maupun kemampuan immaterial (nilai2 intangible seperti ilmu, jasa, tenaga, semangat, kesetiaan/loyalitas, kejujuran dsbnya). Sedangkan Golongan Tangan Dibawah adalah Golongan yang serba lemah/miskin atau dhuafa segalanya (materi maupun immateri).

Karena nasib & takdir manusia berbeda-beda, tergantung pada usaha, do’a dan ketentuan-Nya. Ada yang kadang bernasib & ditakdirkan oleh-Nya baik atau beruntung dan kadang sebaliknya bernasib buruk/tidak beruntung. Bisa berubah- rubah dalam kehidupan seperti roda pedati kadang sekali diatas kadang dibawah. Dan ketika sedang bernasib & takdir baik/beruntung manusia masuk kategori/golongan Tangan Diatas dan sebaliknya bila nasib & takdir sedang jelek/tidak beruntung masuk dalam kategori/golongan Tangan Dibawah. Akan tetapi bagaimana manusia Islam mempersepsikannya, apakah ketika beruntung/baik sedekahnya juga baik, sedang ketika susah/miskin sedekahnya juga seret, padahal seharusnya bila bisa melihat fungsi zakat infak dan sedekah tidak demikian. Cuma ketika miskin/ tak berpunya mungkin yang harus lebih banyak bersedekah jasa, tenaga atau ilmunya, untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan.

Dalam kenyataan sehari-hari berbeda, kadang sebagian dari manusia hanya yang bisa dilihat hanya yang memberi dalam bentuk harta, uang atau benda. Kenyataan yang terjadi semakin banyak harta manusia semakin pelit mengeluarkan zakat, infak dan sedekah. Sehingga makin menimbulkan kesenjangan (gap) jurang pemisah yang lebar antara yang kaya dan miskin yaitu antara golongan the Have dan the have not. Perbedaan Golongan ini menghasilkan irama hidup manusia yang dipengaruhi oleh nafsu & godaan-godaan yang dapat menyebabkan gejolak-gejolak dan bermacam-macam masalah dalam kehidupan. Didalam ajaran Islam selalu dianjurkan berzakat, infak dan sedekah ini agar jangan sampai manusia meninggal atau mati karena kelaparan/kemiskinan tidak ada makanan yang dia makan. Dalam keadaan benar-benar darurat untuk mempertahankan hidup malah dibolehkan memakan makanan yang haram atau bangkai sekalipun. Bila kriminalitas meningkat ditengah masyarakat jangan hanya dilihat kesalahan dari mareka yang melakukan kriminalitas semata, akan tetapi harus dilihat sebab dia melakukan kejahatan tersebut. Meningkatnya kriminalitas akhir-akhir ini bagi mareka yang termasuk golongan tangan diatas (golngan the have) harus mampu melihat atau mengintrospeksi diri dimana keperduliaannya, bagaimana dengan zakat, infak dan sedekahnya. Apabila sudah dikeluarkan apakah sudah tepat sasaran dan seterusnya.

ALLAH SWT melalui Din-Nya Islam menjembatani agar perubahan nasib & takdir anatara kedua golongan tersebut, agar tidak menimbulkan gejolak-gejolak masalah besar yang dapat merampas kehidupan manusia (hidup manusia itu sendiri), berupa kelangkaan atau kepunahan/kematian (endangered or dead). Dalam ajaran wahyu-Nya, ada perintah/kewajiban dari golongan yang bernasib/takdir baik atau beruntung untuk mengulurkan tangannya/memberi kepada Golongan yang tidak atau belum beruntung berupa kewajiban ZAKAT, SADEQAH, INFAK dan lainnya.

Sistem ekonomi zakat ini akan menjamin dan menjaga KESEJAHTERAAN & KEHARMONISAN hidup bersama dengan tuntunan/ajaran-ajaran lainnya yang saling berkaitan satu sama lain, tak terpisahkan (terintegrasi/terpadu atau kaffah/utuh menyeluruh) antara kedua golongan tersebut diatas, sehingga minimal akan memperkecil gap atau jurang pemisah seperti yang terlihat di negara-negara maju dengan sistem kapitalis, sosialis, atheis dan faham idealogi lainnya.

Ketika sistem ini rusak dimana manusia tidak lagi mena’ati ajaran-ajaran dan hukum-hukumnya-Nya atau tidak dijalankan dengan baik oleh sebuah sistem pemerintahan (kepemimpinan), akan terjadi kesenjangan (gap) yang makin lebar sebagai akibat egoisme, nafsu, godaan-godaan keserakahan, iri, dengki yang berkembang, yang dapat saling menghancurkan masing-masing golongan. Pertentangan kelas (Borjuis Vs Proletar) apa yang disajikan ketika lahirnya konsep idealogi Sosialisme/Komunis sebagai reaksi terhadap kaum Borjuis/Kapitalis pada berapa dekade yang lalu merupakan bukti sejarah tak terbantahkan. Akibatnya, terjadi kerusakan-kerusakan sistem feodalisme, kapitalisme/borjuisme samapai sekarang kita rasakan berbagai bentuk ‘perbudakan’ kolonialisme/ imperialisme berbagai bentuk isme-isme lainnya. Hal tersebut telah difirmankan Allah SWT dalam Al Qur’an pa yang disebut sebagai kerusakan kehidupan yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia yang tidak mena’ati sunnatullah (Hukum-Hukum Allah), telah nampak kerusakan di darat, udara dan lautan (Lihat QS Ar Rum 30 Ayat 41)

Konsep ekonomi zakat dalam ajaran Islam dengan segenap tuntunan/ajarannya yang utuh menyeluruh (kaffah) yang lainnya terutama ketaatan yang utuh menyeluruh (kaffah) apabila dilaksanakan secara baik dari Manajemen Rasulullah Muhammad SAW, yaitu hari ini harus lebih baik dari kemarin, besok harus lebih baik dai hari ini dan seterusnya. Disinilah sebuah manajemen berjalan melalui proses dari tangan ke tangan (hand by hand) kepemimpinan yang amanah, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan & teknologi (kebudayaan manusia) yang berkembang terus sejalan dengan pertumbuhan manusia sebagai makhluk pembelajar dari ayunan sampai keliang lahat.

Maka tentu saja apabila manajemen seperti itu dilaksanakan terus menerus akan menghasilkan KESEJAHTERAAN & KEHARMONISAN kehidupan bersama yang membawa rahmat bagi sekalian alam (Rahmatan lil’alamin) yang lebih baik dari hari kesehari..Wallahu’alam bissawasab!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s