“ BINATANG EKONOMI”

Manusia tidak bisa lari dari kebenaran, kecuali menutup mata hatinya dan melupakan kebenaran. Tidak ada manusia yang tidak mau hidup tenang, aman , damai sejahtera bahagia, dstnya tetapi banyak yang tidak tahu cara meraihnya. Begitu lahir kedunia manusia sudah dihadapkan pada tantangan yang mengharuskan dia kuat untuk bisa bertahan hidup yaitu tantangan alam dengan hukum-Nya yang berlaku. Ada yang dilahirkan dalam keadaan lemah yang memerlukan ruang incubator untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap bisa bertahan ada yang tidak, dan semua memerlukan kain pembungkus badannya yang telanjang untuk menutupi tubuhnya dari serangan udara dingin dan selanjtnya. Pertanyaannya  siapa yang membuat manusia itu lahir kedunia? Siapa pula yang membuat alam ini yang menyebabkan manusia lahir disini? Kenapa alam /bumi ini  seperti ini, cocok untuk tempat hidup manusia? Kenapa manusia tidak dilahirkan di palanet lainnya seperti di planet Mars, Saturnus atau Pluto misalnya?

Sunnatullah Suatu Kebenaran   

Allah SWT menciptakan manusia tentu tidak ada yang sia-sia, tentu semua ada maksud. Semua yang diciptakan-Nya ada gunanya, manfaatnya dan ada aturan-aturan  atau manual teknik pemakaiaannya. Manusia perlu belajar hukum alam (fisika, kimia biologi dan ilmu macam-macam itu, serta kemudian dari ilmu itu lahir hasil-hasil karya cipta manusia berupa hasil-hasil kesenian/kebudayaan dan teknologi hasil pemikiran  akal manusia (paham-paham atau ideologi).  Hukum alam yang kitas ebut sebagai Sunnatullah (hkm Allah, ketentuan-ketentuan dan ketetapan-Nya, Qadha & Qadar/takdirnya), untuk mempermudah manusia hidup, mencari peruntungannya. Hukum alam itu sendiri merupakan suatu kebenaran yang tidak terbantahkan yang berlaku untuk semua mahkluk (tidak perduli beriman atau tidak), tidak bisa dibantah. Manusia hidup sudah jelas sunnatullah perlu makan minum, menghirup udara bersih, perlu pakaian & kebutuhan primer, sekunder, tersier dan seterusnya.

Perkembangan Kebudayaan

Dahulu waktu manusia masih sedikit dan ilmu pengetahuan belum berkembangan, kebutuhan-kebutuhan manusia itu dapat tercakup dari alam dan tidak menimbulkan persaingan. Lama-lama kelamaan setelah manusia berkembang sudah ada peradaban bangsa-bangsa /etnis/suku berkelompok –kelompok hidup disuatu daerah dengan kebudayaannya masing-masing. Kebudayaan  mulai berkembang sudah ada sejarahnya yang mencatat kemajuan kebudayaan Mesir Kuno dengan pertanian air sungai Nilnya. Kebudayaan yang berkembang sekitar sungai efurat Mesopotamia ribuan tahun yang silam dari suku bangsa yang hidup masa itu. Kebudayaan manusia bertumbuh  seiring dengan bagaimana bertumbuhnya manusia mengelola air sungai dengan baik dari bangsa yang mengalami kemajuan budayanya. Kebudayaan bangsa Mesir kuno mulai meredup seriring dengan antara lain terjadi kerusakan lingkungan dan hancurnya lahan-lahan subur yang menghasilkan panen pertanian pada masa itu.

Kemajuan ilmu pengetahuan di bidang pertanian, informasi, komunikasi dan transportasi manusia mulai mengenal perdagangan, timbul pasar-pasar untuk menjual hasil pertaniaannya. Pada masa awal transportasi menggunakan jasa hewan seperti kuda, unta dan gajah dari kafilah untuk menempuh perjalanan berdagang. Pasar awal dari perdagangan yang dilakukan manusia untuk menjjual hasil produk-produk pertanian sebagai pasar tradisional dimana terjadi jual beli secara barter (jual beli dg cara tukar menukar barang/produk),  kemudian manusia mulai mengenal mata uang.

Awal Sistem Nilai Ekonomi

Apa yang paling penting terjadi dalam hukum pasar pasar antara Penjual dan Pembeli adalah yang terkait dengan produksi macam-macam itu adalah transaksi jual beli.Katakanlah dari mulai timbulnya pasar tradisional /tempat manusia bertemu antara yang membutuhkan/permintaan (demand) atau Pembeli dan manusia yang bisa memenuhi kebutuhan (supply) sebagai Penjual, mulai terjadi ‘gesekan kepentingan’. Kepentingan PENJUAL bisa menjual produknya dengan harga jual yang setinggi-tingginya untuk mengahsilkan keuntungan yang maksimal. Sedangkan kepentingan PEMBELI adalah bagaimana bisa membeli sebanyak-banyaknya dengan harga yang serendah-rendahnya, artinya agar lebih hemat dan dapat dalam jumlah yang banyak. Disinilah seharusnya prinsip-prinsip nilai berlaku dimana terjadinya ‘kedilan harga’ bagi kedua belah pihak.  Keadilan harga ini bisa terjadi apabila manusia yang bertransaksi dilakukan dengan melakukan secara benar, jujur dan adil tidak saling menipu dan mempecundangi satu sama lain. Ketika itu dikangkangi artinya manusia tidak berlaku jujur lagi masing –masing menginginkan keuntungan yang maksimal atau harga terendah maka akan ketidakadilan terhdap satu pihak terhadap pihak yang lainnya. Demikian juga dalam hubungan kerja antara pengusaha (majikan ) dan pekerja (buruh)  dalam memproduksi hasil-hasil produk tersebut.

Gesekan Kepentingan Melahirkan Persaingan

Gesekan kepentingan akan kebutuhan ekonomi ( sandang pangan dls) mendorong manusia mulai berburu menjelajah alam untuk menemukan sumberdaya alam yang dibutuhkan, apalagi setelah ilmu pengetahuan dapat menemukan kebutuhan bagi transportasi yang dapat menempuh perjalanan yang jauh, darisatu daerah kedaerah lain baik melalui darat maupun melalui lautan. Bangsa-bangsa atau kelompok manusia mulai menduduki dan menjajah daerah-daerah tertentu menguasainya dan memperbudak masyarakat lainnya untuk bekerja untuk mareka menghasilkan roduk-produk yang dibutuhkan oleh mareka.

Perkembangan kebudayaan manusia dipastikan tanpa perkembangan dalam bidang spiritual akan terjadi malapetaka, yaitu salaing bersaing dan membunuh musuhnya yang menghalangi kepentingannya. Sejarah mengajarkan manusia, bagaimana masing-masing manusia atau kelompok manusia/etnis/ras/suku merasa hebat sendiri dan  bersaing berperang memperebutkan kekuasaan sumber sumber daya alam untuk kebutuhan mareka. Tidak ada aturan nilai moral universal waktu itu yang mampu mengajarkan moral (spiritual) manusia untuk bagaimana memanfaatkan sumbedaya daya alam untuk kemaslahatan bagi semua makhluk , yang ada kepentingan individual (egoisme sempit pribadi) kekuasaan dengan kelompok mareka. Tak ada jaran nilai universal yang mampu membuat manusia agar berlaku benar, jujur, tidak saling mendholimi, adil antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya. Ilmu-ilmu dipelajarai untuk saling menaklukkan untuk saling berperang dan berkuasa. Moral dan akhlaq manusia jatuh ketitik nadir, dimana kaum yang lemah (mareka yang termasuk golongan miskin, perempuan dan anak-anak ) menjadi rentan sebagai pelampiasan kebejatan nafsu serakah mareka.  Dikenal masa tersebut sebagai masa gelap sejarah ummat manusia, masa jahiliyah, semua jenis kriminalitas terjadi dan dilakukan secara sistematis oleh kelompok-kelompok yang bejat moral apalagi dibeking atau di back up atau berkolusi dengan pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan. Kejahatan tersebut banyak yang bermotif kekuasaan dan menguasai sumber-sumber ekonomi.

Utusan Pembawa Kebenaran Risalah/Wahyu 

Ketika rasul terakhir Muhammad SAW dilahirkan pada tahun 570 Masehi disebut juga tahun gajah, abad ke -5 (disebut tahun gajah mungkin pada waktu itu kenderaan atau kekuatan manusia satu-satunya adalah dengan menyerang dengan gajah, karena pada tahun tersebut pusat kejahatan terjadi manusia yang yang dipimpin oleh raja Abrahah memimpin tentara berpasukan gajah untuk menghancurkan ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim AS, sebagai satu2satunya risalah ajaran agama yang mengesakan Allah SWT, ka’bah sebagai kiblat  atau rumah Allah SWT dalam beribadah. Ceritanya ada di dalam Al Quran surat Al Fill (gajah). Jadi ketika Rasulullah dilahirkan sistem ekonomi pasar sudah ada yang dilakukan manusia oleh masing-masing kelompok/suku/bangsa. Sudah ada yang namanya produk yang di ‘barterkan’ seperti jenis-jenis hasil pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan. Sudah ada yang namanya kaum pedagang (saudagar, pebisnis/penhusaha, interpreneur) dan dipihak lain masyarakat banyak yang membutuhkan barang/jasa sebagai pembeli. Mareka dikenal sebagai para pelaku ekonomi.

Rasulullah sebelum di utus sebagai rasul oleh Allah SWT lahirnya sebagai manusia biasa sudah dipersiapkan dengan sifat-sifat yang mulia didalam diri beliau. Sifat tersebut dikenal al. sebagai seorang yang sangat jujur (Al Amin, dapat dipercayai). Dalam menjadi sebagai saudagar yang menjual produk-produk pengusaha terkenal Makkah yang kaya waktu itu Siti Khadijah, beliau dipercaya untuk berdagang sampai ke negeri Syam bersama kafilah-kafilah Quraish.

Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalis) Vs Ekonomi Syariah

Perdagangan sangat menentukan saat posisi tawar menawar (bargaining position) ketika transaksi terjadi jangan sampai ada yang terdholimi atau mengalami kekalahan dan kesalahan sehingga hasil dari transaksi tersebut menjadi tidak adil. Keadilan apabila disandarkan pada kepentingan pihak-pihak yang terlibat akan sangat mudah menjadi ditelikung, akan tetapi keadilan bisa dicapai apabila kedua belah pihak mengacu pada satu sitem nilai yang diyakini benar, yaitu nilai yang diajarkan keyakinan yang universal (Islam). Ruh keadilan adalah memberikan manfaat bagi banyak manusia sesuai dengan jerih payah dan usahanya.

Ketika ketidakadilan terjadi, terjadi tipu-tipu dan kebohongan, manusia bisa mengeruk keuntungan dengan cepat dari hasil perdagangan(jual-beli), apalagi bila dilakukan secara curang dan tidak benar dengan melibatkankan alat-alat kekuasaan. (Kasus –kasus yang sering merebak ketika masa-masa perayananan hari raya keagamaan seperti kelangkaan suatu produk adanya penimbunan dan penyeludupan dan lain sebagainya, yang dilakukan oleh manusia yang bermoral bejat). Kaum saudagar, pebisnis ,pengusaha  menjadi untungnya berlipat-lipat sementara masyarakat sebagai pembeli banyak yang dirugikan. Keuntungan yang terjadi berlipat-lipat tersebut dalam kurun masa tertentu akhirnya mareka bisa mengumpulkan/mengkumulasi kekayaan  mareka dan menjadi kaum-kaum konglomerat –konglomerat sementara masyarakat banyak yang makin terpuruk akibat sistem yang tidak berpihak kepada mareka. Pada gilirannya terjadi kesenjangan (gap) kaya miskin yang tajam antara kaum yang berpunya (elite, pebisnis,konglomerat) dengan rakyat atau masyarakat banyak yang sangat rawan terjadinya pemberontakan, revolusi menuntut ketidakadilan.

Nilai kebenaran yang berlaku diatas semua kelompok kepentingan, diatas berbagai kepentingan manusia manusia baik pribadi kelompko, nilai yang bberasal dari Allah SWT.

Nilai berlaku universal tsb itulah yang mampu menjawab terhadap kebenaran, keadilan, kesejahteraan , ketenangan, keamanan  dst yang dibutuhkan dan diidam-idamkan manusia.

Manusia dari lahir hidup dalam segala aktifitas tentu saja memrlukan pedoman universal yang menjadi acuan nilai-nilai, agar tidak menjadi ‘binatang ekonomi’.

‘Manusia binatang ekonomi’ adalah manusia yang perilaku dan tindak tanduknya, cara makannya sama dengan cara makan makhluk bernama binatang/hewan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s