KENAPA KITA BUTUH KOPERASI ?

Tantangan kebutuhan terutama pangan dan energi semakin berat kedepan, dari hari ke sehari harga-harga makin membumbung tinggi yang semakin tak terjangkau oleh rakyat kecil yang mempunyai penghasilan yang pas-pasan. Kemajuan dan pertumbuhan ekonomi realitas hanya dinikmati oleh sebagian kecil warga negara yang mempunyai kekuasaan dan materi yang cukup dan bahkan berlebih. Makin berada pada level grass root makin susah mendapatkan kesempatan dan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, masyarakat berlomba-lomba untuk mengejar untuk naik keatas, mengejar keuntungan materi tanpa memperhatikan nilai-nilai kebenaran yang menjadi menafikan harga diri dengan menghalalkan segala cara. Iklim individualisme (ambisi/egoisme, hawa nafsu keserakahan, kerakusan) dan seterusnya makin menjadi-jadi ditengah pemujaan akan kebebasan berpikir dan berusaha dalam bidang ekonomi yang semakin bebas (bebas nilai-nilai ajaran agama/keyakinan luhur yang diyakini umat manusia).

Sistem ekonomi Pancasila atau dikenal dengan sistem ekonomi kerakyatan -rakyat kecil -wong cilik- grass root (entah apalagi namanya?) dimana sangat terkenal banyak dikunjungi/dijenguk para elite politik sekarang yang dikenal dengan istilah blusukan, akhir-akhir ini sangat populer. Apakah kepopulerannya itu akan berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat kecil-menengah tersebut tanpa upaya-upaya yang kongkrit untuk membangun sistem ekonomi masyarakat desa (ndeso, istilahnya Mas Tukul)?. Sementara kenyataan ekonomi keluarga atau rumah tangga banyak mengalami tantangan harus bersaing dengan derasnya arus sistem ekonomi pasar bebas (free market) era globalisasi yang ditunjang modal dan kemampuan teknologi informasi, telekomunikasi dan transportasi yang makin canggih, sementara masyarakat desa kita terjebak keterpurukan lemahnya sumberdaya manusia dan tantangan infrastruktur yang buruk  atau tidak memadai, sehingga sudah bisa dipastikan kalah bersaing, sebagai implikasinya harga-harga produk lokal lebih mahal dari produk mancanegara, yang berarti pasti akan ditinggal oleh konsumennya sendiri.

Kehadiran koperasi sangat diperlukan di kalangan masyarakat pada umumnya tidak kecuali di kota atau di desa. Kenaikan harga dan infrastruktur yang sulit, transportasi berbiaya tinggi menyebabkan high cost economy, tak sepadan dengan harga jual barang di pasar, apalagi sifat produk pertanian bulky (besar volume tapi nilainya rendah). Produk komoditi agribisnis pada umumnya cepat rusak atau busuk,membutuh biaya perawatan ekstra untuk bisa tahan lebih lama.

Koperasi sistem perekonomian yang diamanahkan dalam UUD 1945 pasal 33 dan undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Adanya keberpihakan kebijakan pemerintah (political will) sangat dibutuhkan untuk melindungi akan ketahanan ekonomi rakyat kecil-menengah -ekonomi keluarga -ekonomi rumah tangga- akan mendorong ketahanan pangan dan energi masyarakat ‘wong cilik’ tingkat rumah tangga baik di kota maupun desa. Koperasi mempermudah masyarakat memasarkan produk-produk hasil karya kerajinan tangan/rumah tangga mareka sekaligus akan memberikan kesejahteraan/pemerataan pendapatan dan dengan bersama -sama akan semakin memperkuat tali kekerabatan antara sesama sehingga mengikis sifat-sifat jelek yang lahir dari sifat ambisi/egois/individualis manusia untuk mengejar kesenangan hidup dengan menghalalkan segala cara.

Dengan demikian akan menyelesaikan sebagian dari akar persoalan masyarakat desa yang akhir-akhir ini banyaknya timbul perkelahian/tawuran antar kampung, meningkatnya kriminalitas, merajelalanya bisnis haram, miras, pemakaian narkoba, penyakit sosial masyarakat judi dan prostitusi, dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s