MESJID BIRU (BLUE MOSQUE) ISTANBUL TURKI

Gambar

Menurut sejarahnya, Mesjid Biru dibangun antara tahun 1609-1616 M oleh  Sulthan Ahmed I, oleh karena itu dikenal juga dengan Mesjid Sulthan Ahmed I (Sulthan Ahmed Camii).

 

Gambar 

Disebut mesjid biru karena sebagian interior desainnya yang terdiri dari ubin serta keramik yang berwarna biru. Mesjid ini didesain oleh arsitek terkenal pada  masa itu bernama Sedefkãr Mehmet Aga.

Letak dari Mesjid Biru ini adalah pada sisi dari istana besar kekuasaan Romawi Byzantium kuno, yaitu disebelah tenggara dari Hippodrome. Letak ini berhadap-hadapan dengan bangunan Hagia Sophia (Gereja yang dijadikan Mesjid pada masa Kekuasaan Kesultaanan Utsmaniyah, sekarang dimasa Republik Turki telah dijadikan Musium). Antara bangunan Mesjid Biru dan Hagia Sophia dipisahkan oleh sebuah jalan dan taman dengan jarak antara 500-700 m

Tanggal 16 Maret 2006, hari Kamis suatu hari yang spesial dan tak terlupakan dalam kehidupan kami. Pada hari itu sekitar jam 9.00 pagi waktu Istanbul Turki langkah kami akhirnya bisa menginjak di komplek mesjid yang telah berusia ratusan tahun yang lalu, Mesjid Biru atau Blue Mosque yang dibangun pada masa kesulthanan Usmaniyah yang berkuasa dari 1300 M sampai 1900 M (lebih kurang 6 abad). Kesulthanan Usmaniyah merupakan pemerintahan kekhalifahan Islam yang telah mengukir sejarah tinta emas dalam kemajuan dan peradaban Islam yang bisa menaklukkan Imperium Byzantium (Kerajaan Rumawi Kristen Orthodok yang sangat berkuasa pada masa itu dengan Ibukota Konstantinopel atau kota Istanbul sekarang ini).

Lantai dasar interior dari Mesjid Biru dibangun dari batu marmar pualam dari lebih 20.000 ubin keramik buatan tangan yang dibuat di Iznik (Nicaea kuno), sedangkan pada bagian atas terdapat lebih dari 200 jendela keramik kaca warna-warni yang cukup rumit pengerjaannya. Kaca-kaca jendela ini dapat menampung cahaya secara alami yang dapat menerangi ruang bagian dalam mesjid, akan tetapi saat ini pencahayaan bagian dalam mesjid banyak dibantu dengan lampu-lampu kristal lilin hias yang melingkar. Dekorasi ruang bagian dalam mesjid dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an, sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Guberi, seorang seniman besar kaligrafi pada masa itu.

Memasuki kedalam masjid, sepatu harus dibuka dan dimasukkan kedalam kantong plastik yang telah disediakan di pintu masuk. Seorang petugas memberikan kantong plastik kepada setiap pengunjung.

Kemudian kami masuk secara tertib keruangan tempat sholat. Semula i kami ngin sholat dibarisan dibelakang dekat pagar pembatas, namun petugas (amil mesjid) mempersilahkan kebagian saf depan dekat mimbar khatib menyampaikan khutbah.

New Picture (3)

Di ruangan bagian dalam dari Blue Mosque

Sholat sunat mesjid 2 rakaat dan berdo’a dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengabulkan permohanan kami selama ini.  Dalam waktu yang sangat terbatas, karena rombongan harus segera menuju ke bangunan sebelahnya Hagia Sofia.

New Picture - Copy

Begitu selesai dari mengunjungi mesjid, dari sebuah pintu gerbang rombongan menuju kearah Hagia Sophia yang dapat dicapai dengan berjalan kaki. Taman disepanjang jalan mennuju kesana cukup terawat rapi dan bersih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s