DUNIA MAKIN DEKAT DAN MENYATU, KENAPA MANUSIA KECENDERUNGAN MEMISAH?

Era renaisan atau era revolusi industri telah jauh berlalu sekitar abad 18-19. Sekarang manusia berada di era ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin canggih dan modern, abad ke 21. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang informasi, komunikasi dan transportasi telah membuat kehidupan manusia itu berubah demikian pesat, konstan, serentak, radikal dan pervasif. Perubahan yang terus menerus tak henti-henti, perubahan informasi, kemajuan teknologi demikian pesat belum daluwarsa suatu produk sudah muncul produk-produk baru pesaingnya, jarak antara negara makin dekat seakan tak ada batas-batas negara (a borderless world). Ya, kecepatan informasi dengan ditemukan media komputer dan internet serta alat-alat komunikasi makin tanpa batas, melalui berbagai gadget seseorang dapat berkomunikasi langsung dengan orang lain di berbagai tempat di belahan bumi ini.

we-are-tiny-6

Dunia demikian sempit, pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi di negara maju memacu manusia untuk berlomba-lomba untuk dapat bersaing memperebutkan sumberdaya alam untuk memenuhi energi konsumsinya, lewat persaingan yang makin keras dan berbagai rekayasa fisik lingkungan (engineering design), dari lingkungan alamiah (nature) yang mungkin masih banyak hutandan pohon-pohanan menjadi lingkungan buatan seperti area permukiman, perkotaan, kawasan industri dan lain sebagainya, sehingga merubah dari ekosistem alami (polyculture) yang banyak keanekaragaman hayati menjadi ekosistem lingkungan buatan yang pada umumnya bersifat lebih homogen (monoculture).

Malmo (Sweden)           Yokohama, Japan

Rekayasa fisik injiniring (Physical Engineering Design) yang di desain oleh tangan dan otak/akal manusia, agar mampu mempromosikan rencana proyek perubahan atau pembangunan, juga di barengi dengan ilmu pemasaran idea (marketing), dengan cara merubah persepsi suatu masyarakat dengan kajian ilmiah, kertas kerja pemikiran ilmiah ini kita sebut sebagai ‘social engineering design’, kajian ilmiah tentang hubungan sosial berbagai kepercayaan/keyakinan masyarakat, bahwa suatu pembangunan yang dapat merubah sifat fisik serta bentang alam lingkungan hidup akan memberikan dampak positif atau manfaat yang besar bagi manusia untuk menjadi manusia dengan budaya yang lebih maju. Manusia yang maju dicirikan ke depan mempunyai berbagai jenis moda transporatasi yang cepat dan modern, tinggal di apartemen, gedung dan perkantoran bertingkat  dan menggunakan teknologi canggih sebgai kebutuhan hari ini. Manusia modern artinya tingkat konsumsi yang tinggi terhadap sumberdaya alam perkapita/orang untuk dapat menikmatinya. Mengejar kehidupan sebagai gaya hidup (life style) manusia modern, menimbulkan sifat gigih berjuang untuk mengumpulkan materi dan energi untuk kehidupannya.

Vancouver (Canada)     Erfatal_Q22A9763-BF

Dan pada akhirnya, manusia modern dengan teknologi yang dimiliki untuk dapat menikmati gaya hidup modern tersebut mencari (berkeliling dunia) mencari sumberdaya alam yang besar di belahan bumi ini dan kemudian bagaimana menguasainya. Itu terjadi era kolonialisme dan berakhir dengan perang dunia I dan II. Setelah perang dunia berkhir persaingan berlangsung dalam bidang pertumbuhan ekonomi sampai dewasa ini perekonomian dunia dikuasai dan dikendalaikan oleh negara-maju.

Dunia yang mempunyai kecenderungan menyempit menjadi satu (era globalisasi, dengan pasar bebas, bersaing secara bebas), setiap produk yang diperdagangkan menghendaki adanya satu acuan atau standard KUALITAS agar dapat diterima oleh semua negara. Maka untuk kebutuhan tersebut lahirlah organisasi yang membuat standard tersebut, yang dikenal dengan International Standard Organization (ISO) sekitar tahun 90an. Acuan untuk kualitas suatu produk diciptakan agar manusia tidak berselisih dan salah paham, agar disepakati oleh semua negara atau kelompok/umat manusia.

Adalah sesuatu yang berbeda tentang ukuran kebenaran. Bagaimana manusia tidak berselisih paham dan bertengkar terus menerus jika ukuran kebenaran yang di acu atau yang diyakini berbeda-beda. Sehingga, ukurn tersebut sangat mungkin di manfaatkan oleh negara-negara maju karena kemapuan teknologi dapat memanipulir kebenaran melalui rekayasa informasi atau penggiringan opini masyarakat dunia. Seharusnya untuk kebenaran masyarakat dunia juga harus mempunyai satu standard acuan kebenaran, sehingga tidak terjadi rekayasa opini dan suatu negara ‘superpower’ menguasai informasi sehingga menggiring untuk kepentingannya, yang terjadi adalah jika tidak menguntungkan kepentingan ekonomi negara superpower negara lain yang lemah ekonominya dapat dikucilkan dari peradaban dunia, walaupun mareka sebenarnya mengambil kebijakan yang benar bagi bangsanya.

2015-03-25

Sudah bukan barang baru dalam kasus-kasus perselisihan antar negara atau antar bangsa, negara maju (superpower) karena kekuasannya dan kemampuan teknologi mengambil kebijakan yang melanggar kemanusian (HAM) dunia, Sebagai contoh kasus rakyat Palestina melawan militer Israil, kasus yang memicu peperangan Irak-AS dan sekutu-sekutunya,  Afganistan, Bosnia,  Suriah sekkarang dimana yang digunakan acuan kebenaran ‘double standard’, seharusnya kebenaran itu juga satu acuan/standard.

Tapi memang, ketika berbicara tentang satu standard kebenaran, maka standard kebenaran manakah yang mau digunakan? Bukankah manusia di dunia ini meyakini berbagai-bagai keyakinan/kepercayaan atau agama ? Standard acuan keyakinan/kepercayaan atau agama manakah yang seharusnya digunakan? Jika, menyebutkan keyakinan/kepercayaan atau agama sudah pasti harus kita mengacu pada Tuhan. Kebenaran Tuhan yang manakah yang harus di gunakan oleh manusia? Harus ada satu acuan kebenaran agar manusia menerimanya di seluruh dunia, agar manusia aman, damai, tidak berselisih paham dan bahkan untuk itu kadang harus berperang yang menimbulkan kepedihan dan korban penderitaan banyak nyawa. Ketika korban jutaan nyawa timbul dendam dan ingin membalasnya dengan berbagai akal bulus dan licik dari manusia yang haus kekuasaan dan kepemikan ekonomi/materi. Konsep Tuhan menjadi  ‘rahmatan lil’alamin’, menjadi rahmat bagi sekalian alam, mungkin itulah konsep yang dapat mendamaikan umat manusia, sebagai umat yang satu di seluruh dunia. Konsep dengan Tuhan yang benar, jujur dan berkeadilan bagi semua makhluk.  Wallahu’alam bissawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s