#JUM’AT MUBARAK HARI INTROSPEKSI DIRI#

Jum’at Mubarak..Hari intropreksi diri bagi seorang Mukmin apakah dalam sepekan ada peningkatan nilai-nilai ibadah atau sama seperti pekan-pekan sebelumnya, setiap Jum’at hanya rutinitas ibadah sholat berjamah. Mukmin yang baik sabda Rasul adalah yang hari ini atau pekan (Jum’at) ini lebih baik dari hari atau pekan (Jum’at) sebelumnya.

Bila bercermin dari saf-saf sholat Jum’at, apakah pekan (Jum’at) ini ada perubahan saf dari saf yang paling belakang misalnya beringsut ke saf depan dimana ke saf paling depan di belakang Imam dan jadi Imam dan Khatib paling tinggi nilainya. Berapa saf kita berubah dari saf paling belakang dimana ibaratnya baru saja belajar sholat yg harus memcontoh dulu gerakan-gerakan dari jama’ah saf di depan waktu aktifitas sholat karena belum biasa. Demikian juga nilai-nilai kepemimpinan seorang Mukmin belajar dari saf paling belakang ketika belajar sholat berjama’ah dan seiring dengan kepandaian atau peningkatan ilmu dan amalnya berubah menjadi saf depan sampai pantas menjadi Imam dan Khatib sholat Jum’at.
2015 - 1 (4) (2)
Sholat Jum’at berjama’ah adalah merupakan jadwal laporan rutin kepada Allah SWT aktifitas dan kinerja seorang Hamba pengabdi Allah SWT apakah ada kemajuan, biasa saja atau terjadi penurunan dari saf paling depan turun beberapa saf ke belakang atau sama sekali sudah hilang dari saf sholat Jum’at. Hilang dari sholat Jum’at artinya sudah keluar dari barisan saf-saf yg teratur dan yang mau diatur oleh Allah SWT. Hilang dari barisan sholat Jum’at artinya sudah memilih Tuhan untuk disembah yang lain selain Allah. Hilang dari sholat Jum’at kemungkinan juga hilang dari sholat-sholat kewajiban harian yang lainnya. Artinya telah keluar dari barisan dan garis edar yang teratur berputar mengelilingi ka’bah sebagai inti bumi seperti proton, elektron & neutron. Dan memang tubuh jasad manusia terbentuk dari materi-materi atom yang beredar pada inti atom, dari jasad yang tiada (tak berwujud), dijadikan berwujud sebagai manusia yang mempunyai nyawa, ruh, otak dengan akalnya dan hawa nafsunya.

we-are-tiny-6

Makhluk yang paling sempurna ciptaan Allah SWT di Syurga sebagai Adam dan Hawa, kemudian karena tidak mena’ati ajaran Tuhan atau tergoda bujukan Iblis yang syirik harus diturunkan kedunia. Adam dan Hawa sebagai sepasang manusia pertama bertaubat kepada Allah SWT untuk bisa kembali lagi ke Syurga. Allah telah menerima taubat sepasang anak manusia tersebut, sehingga tidak ada lagi dosa warisan. Generasi manusia anak-anak berikutnya tidak menanggung dosa warisan orang tuanya.
Sehingga setiap anak manusia yang lahir ke dunia dari ortunya dalam keadaan fittrah bersih dan suci, belum ada dosa sama sekali. Ibarat kertas putih yg belum tercoret tulisan apapun. Ayah dan Ibunyalah yang pertama memberi coretan terhadap kertas putih tetsebut. Ayah dan Ibunya yang memberi warna atau menanamkan nilai-nilai yang pertama di rumah tangga sebelum di sekolah oleh guru-guru dan masyarakat.

download

Manusia kecil sejak kanak-kanak belajar nilai-nilai kebenaran dari warisan orang Tua. Belajar mengaji dan sholat berjama’ah di rumah dengan orang tuanya, membentuk karakter perilaku calon khalifah ‘wakil Tuhan’ di bumi untuk mengelola alam semesta menjadi ‘rahmatan lil’alamin’, ‘rahmat bagi semesta alam’, bagi semua makhluk, tidak saja bagi manusia. Warisan kepemimpinan dari memimpin diri sendiri lebih dahulu sebelum berkeluarga, memimpin keluarga sebagai Ayah-Ibu bagi anak-anaknya dan memimpin masyarakat dari tingkat RT/RW sampai negara dan dunia. Kenaikan nilai-nilai dari warisan suci dari ketauhidan (keta’atan) kepada Allah SWT yang menentukan pemimpin itu seorang yang
amanah, pemimpin sejati.

Sholat berjama’ah adalah untuk introspeksi diri, apakah setiap pekan ( Jum’at), masihkah terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dari saf ke saf berubah dari pemimpin pribadi, menjadi pemimpin rumah tangga menjadi Ayah -Ibu yang baik, menjadi pemimpin tingkat RT/RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur sampai Presiden sebuah negara dan seterusnya sampai Presiden organisasi dunia seperti PBB dan seterusnya.

PICT0021

Jum’at hari introspeksi diri bagi khalifah Allah di permukaan bumi ini untuk selalu mengevaluasi diri, apakah pantas naik peringkat menjadi pemimpin yang lebih tinggi? Jangan-jangan pengetahuan dan perilaku amal ibadah baru mencapai pemimpin tingkat kelurahan akan tetapi sudah berkhayal menjadi pemimpin nasional dan dunia ?!

Wallahu’alam bissawab !

Jakarta, Jum’at 18 Desember 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s