EKONOMI

Ilmu Ekonomi

Hidup manusia tidak bisa lepas dari masalah ekonomi. Seperti pengertian ekonomi (bahasa Yunani, Oikos=rumah tangga, nomos = ilmu), yaitu suatu ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mencukupi kebutuhan hidupnya (rumah tanggaganya, bisa perusahaan atau negaranya). Bila dilihat secara garis besar imu ekonomi itu membahas 3 hal atau 3 bidang ,yaitu (1) Bidang yang terkait dengan bagaimana tentang administrasi pembukuan, Tata buku atau Akuntansi
(2) Bidang yang terkait bagaimana sistem pengorganisasian atau Manajemen, dan
(3) Bidang yang terkait dengan ilmu bagaimana mempelajari tentang ekonomi suatu negara atau ekonomi terkait dengan pembangunan

Bidang pertama dan kedua termasuk dalam kategori ekonomi mikro, yaitu membahas tentang masalah administrasi pembukukan suatu perusahaan atau usaha serta manajemennya organisasi perusahaan/usaha tersebut, sedangkan bidang ketiga terkait dengan masalaha yang luas yang terkait dengan pembangunan suatu negara, berbicara tentang faktor-faktor yang mempengaruhi secara skala luas, digolongkan dalam pengertian ekonomi makro.

Banyak mazhab atau sistem ekonomi yang berkembang didunia seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu ekonomi. Secara garis besar dapat kita sebutkan apa yang sangat mendominasi sekarang ini adalah sistem Ekonomi Kapitalis (turunannya Neo-Libearalis), Ekonomi Sosialis dan Ekonomi Islam atau Ekonomi Syariah.

Masa Meredupnya Ekonomi Islam

Menurut sejarahnya awal masuknya ekonomi kapitalis yang mendominasi ekonomi dunia saat ini, yaitu didahului oleh paham merkantilisme (sekitar abad ke 15-20, dipelopori oleh Jean Bodin, Thomas Mun dan David Hume), dimana manusia pada waktu itu sampai sekarangpun pada dasarnya bersifat EGOIS dan SERAKAH. Sistem ekonomi Islam yang sesuai syariah, berkeadilan – yang telah ditanamkan benih-benihnya sejak awal dari masa Kerasulan Muhammad SAW- sampai mengalami keemasannya masa kekhalifahan kesulthanan Turki Usmaniyah, perlahan tergusur dan meredup. Sifat manusia yang Egois dan Serakah menjadikan manusia sebagian besar cenderung sekularisasi, sehingga tidak boleh dibiarkan terjadi, karena harus ada peran negara untuk mengubahnya. Bapak Ekonomi kapitalis Adam Smith tahun 1776 menerbitkan sebuah buku berjudul ‘The Wealth Of Nation’ dimana menguraikan, bahwa keserakahan manusia menurutnya bisa menjadi positif, selama ada persaingan bebas yang terjadi di pasar. Jadi campur tangan pemerintah tidak terlalu diperlukan, malah bisa terjadi distorsi. Terkait dengan konsumsi, bila harga-harga naik apakah konsumen akan masih diuntungkan? Apakah perlu dibantu pemerintah? Tidak Perlu! Didalam pasar bebas banyak produk pilihan, jika satu naik konsumen bisa pindah atau membeli produk/merk lain. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mari kumpulkan dan tambah modal sebanyak-banyaknya, produksi nasional akan naik, ekonomi akan tumbuh, lalu pendapatan masyarakat juga akan naik beserta kesejahteraannya. Karena itu pemerintah tidak perlu ikut campur.

Hasil dari dari sistem ini, industri akan jadi maju pertumbuhan ekonomi sangat tinggi, tentu rakyat akan jadi sejahtera. Benarkah rakyat akan jadi sejahtera? Ternyata tidak seindah dan semanis teorinya. Yang terjadi adalah bahwa kemajuan itu hanya dinikmati oleh sebagian orang saja (pemilik modal, kapitalist). Jurang atau gap pemisah antara yang kaya dan miskin pun makin dalam dan semakin melebar, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin kesulitan (sumber :ekonomisyariah.blog.gunadarma.ac.id).

Kesenjangan dan ketidakadilan yang terjadi dari praktek ekonomi kapitalis sampai neo-liberalis dengan segala praktek bunga uang tergolong riba dan spekulatif serta tanpa hadirnya Tuhan dan segala cara yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, memicu para pemikir (ilmuwan) terutama ahli-ahli bidang keagamaam dan ekonomi Islam untuk menggagaskan dan menghidupkan kembali ekonomi Islam berbasis Syariah.

Bangkitnya Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah dalam pengertian yang luas ‘as-syari’ah’ berarti seluruh ajaran Islam yang berupa norma-norma Ilahiyah, baik yang mengatur tingkah laku batin (sistem kepercayaan/doktrinal) yang indivdual dan kolektif. As-Syari’ah identik dengan ‘Din’ yang meliputi seluruh cabang ilmu pengetahuan keagamaan Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s